Pengembangan Anemometer Ultrasonik dalam Ruangan Berbasis Raspberry Pi Pico

Rismawan, Ghiyas Ash-Shidiqie (2023) Pengembangan Anemometer Ultrasonik dalam Ruangan Berbasis Raspberry Pi Pico. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 07211940000014-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
07211940000014-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 September 2025.

Download (10MB) | Request a copy

Abstract

Angin merupakan aliran udara yang terjadi karena rotasi bumi dan perbedaan tekanan udara. Aliran ini bergerak dari wilayah bertekanan tinggi menuju wilayah bertekanan rendah. Pengukuran kecepatan angin menjadi hal penting dalam berbagai bidang, namun terdapat momen di mana angin tidak cukup kencang sehingga beberapa jenis anemometer tidak dapat mendeteksi dengan akurat. Aliran angin yang memadai merupakan faktor penting dalam penghawaan ruang bagunan rumah sakit demi menjamin kesehatan para penghuninya. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No. 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Aliran angin dalam ruang tersebut dapat berasal dari ventilasi alamiah seperti jendela ataupun ventilasi buatan/mekanik seperti AC atau exhaust. Ruangan dengan volume 100 m3 sekurang-kurangnya memiliki 1 kipas dengan diameter 50 cm dan debit udara 0,5 m3/s atau 2,55 m/s. Salah satu jenis velocity anemometer yang dapat digunakan untuk mengukur kecepatan angin didalam ruangan adalah anemometer ultrasonik. Anemometer ultrasonik memanfaatkan prinsip Time of Flight ultrasonik untuk memastikan kecepatan dan arah angin. Proses yang dilakukan adalah dengan membuat sensor ultrasonik saling berhadapan antara transmitter (pemancar) dan receiver (penerima). Kemudian dihembus angin searah dengan transmitter dan melawan transmitter. Hasil dari perbandingan kecepatan sinyal ultrasonik dari transmitter yang dihembus angin searah dan melawan transmitter menunjukkan kecepatan angin tersebut. Untuk mendapatkan arah angin dapat menggunakan resultan dari vektor kecepatan angin. Proses pengujian dilakukan menggunakan kipas dengan kecepatan angin 0,3 m/s, 0,5 m/s, dan 1 m/s. Hasil dari percobaan tersebut berupa kecepatan angin dan arah angin. Kecepatan angin terukur menunjukkan hasil kesalahan pengukuran terkecil sebesar 0,4% dan kesalahan pengukuran terbesar 86,7%. Sementara untuk arah angin terukur menunjukkan hasil kesalahan pengukuran terbesar 22%
====================================================================================================================================
Wind is a large flow of air that occurs due to the rotation of the Earth and differences in air pressure. This flow moves from areas of high pressure to areas of low pressure. Measuring wind speed is essential in various fields, but there are moments when the wind is not strong enough, making it challenging for some anemometer types to detect accurately. Adequate air movement is crucial for ventilation in hospital buildings to ensure the health of its occupants.
This complies with the Minister of Health Decree No. 1204/Menkes/SK/X/2004 regarding Hospital Environmental Health Requirements. Airflow within the building can come from natural ventilation, such as windows, or artificial/mechanical ventilation like AC or exhaust systems. A room with a volume of 100 m3 should have at least one 50 cm diameter fan with an air flow rate of 0.5 m3/s or 2.55 m/s. One type of velocity anemometer suitable for measuring indoor wind speed is the ultrasonic anemometer. Ultrasonic anemometers use the time of flight principle to determine wind speed and direction. The process involves placing ultrasonic sensors facing each other, acting as the transmitter and receiver. Wind is blown both parallel and counter to the transmitter, and the comparison of ultrasonic signal speeds indicates the wind speed. The resultant vector of the wind speed gives the wind direction. The testing process utilizes a fan at wind speeds of 0.3 m/s, 0.5 m/s, and 1 m/s. The experiment yields wind speed and direction measurements. The measured wind speed shows a minimum measurement error of 0.4% and a maximum error of 86.7%. The measured wind direction indicates a maximum error of 22%

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Kecepatan Angin, Raspberry Pi Pico, Sensor Ultrasonik; Ultrasonic Sensor, Wind Speed.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA1573 Detectors. Sensors
Divisions: Faculty of Intelligent Electrical and Informatics Technology (ELECTICS) > Computer Engineering > 90243-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Ghiyas Ash-Shidiqie Rismawan
Date Deposited: 23 Aug 2023 08:42
Last Modified: 23 Aug 2023 08:42
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/101014

Actions (login required)

View Item View Item