Pemodelan dan Penilaian Risiko Bisnis Bunkering LNG

Miller, Enmoda (2023) Pemodelan dan Penilaian Risiko Bisnis Bunkering LNG. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 04211940000113-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
04211940000113-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2025.

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Sejak 2010, penggunaan LNG sebagai bahan bakar kapal mulai dikembangkan untuk membatasi emisi nitrogen oksida (NOx) dan sulfur oksida (SOx) berdasarkan standar yang diterbitkan International Maritime Organization (IMO). Dalam rangka pemenuhan permintaan bunkering untuk prospek kapal berbahan bakar LNG, dibutuhkan kerangka bisnis dan pemodelan bisnis yang baik untuk menjamin proses distribusi LNG dapat ditingkatkan. Pemilihan lokasi dilakukan dengan metode AHP-TOPSIS antara 5 alternatif, preferensi terbesar yang dipilih adalah Batu Ampar dengan bobot preferensi sebesar 37%. Pemodelan bisnis dengan Business Model Canvas dilakukan dengan konsep aktivitas utama pengambilan komoditas LNG dari sumber lalu dikirim menuju FSRU sebelum dipindahkan menuju LBV untuk disalurkan pada pelanggan di Batu Ampar. Model bisnis dibedakan menjadi dua model yang dibedakan pada segmen pelanggannya. Model pertama mengincar pelanggan kapal domestik yang melalui Batu Ampar dan model kedua mengincar pelanggan kapal domestik dan kapal internasional yang melalui Batu Ampar. Analisis keekonomian dilakukan pada 12 skenario yang dibedakan berdasarkan skenario demand dan skema pembiayaan yang berbeda-beda. Dengan skenario pelanggan hanya kapal domestik, tarif bunkering masih terlalu mahal dan tidak dapat menguntungkan dari sisi pemilik kapal karena harus mengeluarkan biaya bahan bakar yang lebih per tahunnya jika dibandingkan dengan kondisi sebelum konversi. Sedangkan dengan skenario pelanggan kapal domestik dan kapal internasional, terbukti adanya penghematan sekalipun menggunakan tarif paling mahal yaitu 25.04 USD/MMBtu. Pada tiap skenario, analisis keekonomian menunjukkan hasil Net Profit Income (NPV) positif, Internal Rate of Return (IRR) > Weighted Average Cost of Capital (WACC), Payback Period yang kurang dari periode proyek 10 tahun, dan Return on Investments (ROI) di atas 10%. Identifikasi risiko dilakukan terhadap bisnis yang dirancang dan didapatkan risiko yang teridentifikasi antara lain risiko finansial, strategis, dan legal. Hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa risiko terkait perizinan, keterlambatan pendapatan, dan pendapatan yang tidak sesuai perhitungan merupakan risiko yang terdapat pada kategori unacceptable.
=================================================================================================================================
Since 2010, the use of LNG as a ship fuel has been developed to limit nitrogen oxide (NOx) and sulfur oxide (SOx) emissions based on standards set by the International Maritime Organization (IMO). To meet the bunkering demand for LNG-powered vessels, a sound business framework and modeling are required to enhance the LNG distribution process. The location selection was carried out using the AHP-TOPSIS method among five alternatives, with the highest preference being Batu Ampar with a preference weight of 37%. The business modeling using the Business Model Canvas involves the primary activities of sourcing LNG commodities, delivering them to the FSRU before transferring to the LBV for distribution to customers in Batu Ampar. The business model is differentiated into two segments targeting domestic ship customers passing through Batu Ampar, and domestic and international ship customers also passing through Batu Ampar. Economic analysis was conducted on 12 scenarios differentiated by demand scenarios and various financing schemes. Under the scenario with domestic ship customers only, the bunkering tariff remains too expensive and is not profitable from the ship owners' perspective due to higher annual fuel costs compared to pre-conversion conditions. However, in the scenario involving both domestic and international ship customers, cost savings were achieved even with the highest tariff of 25.04 USD/MMBtu. In each scenario, the economic analysis revealed positive Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) greater than Weighted Average Cost of Capital (WACC), payback period less than the 10-year project period, and Return on Investment (ROI) above 10%. Risk identification was performed for the designed business, and the identified risks included financial, strategic, and legal risks. The risk assessment indicated that risks related to licensing, revenue delays, and revenue discrepancies were classified as unacceptable risks.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Bisnis, Bunkering, Keekonomian, LNG, Risiko, Economics, Bunkering, Business, LNG, Risk
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T174 Technological forecasting
T Technology > T Technology (General) > T174.5 Technology--Risk assessment.
T Technology > TP Chemical technology > TP343 Liquid and gaseous fuel
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Enmoda Miller
Date Deposited: 05 Sep 2023 04:01
Last Modified: 05 Sep 2023 04:01
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/102138

Actions (login required)

View Item View Item