Expandable dan Reversible Architecture pada Hunian Sementara untuk Pekerja Konstruksi

Wulandari, Eva Mei (2023) Expandable dan Reversible Architecture pada Hunian Sementara untuk Pekerja Konstruksi. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of Tesis_Eva Mei Wulandari_6013211022.pdf] Text
Tesis_Eva Mei Wulandari_6013211022.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2025.

Download (11MB) | Request a copy

Abstract

Direksi keet dan hunian sementara pada proyek pembangunan kebanyakan menggunakan material bekas atau mudah rusak yang tidak dapat digunakan kembali dan juga tidak memperhatikan privasi dari pengguna. Pembangunan direksi keet dan hunian sementara dibuat di lahan yang tidak mengganggu tata letak bangunan utama sehingga adanya keterbatasan lahan yang tersedia. Direksi keet dan hunian sementara beroperasi selama jangka waktu pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi dengan perbedaan jumlah pekerja tiap tahapan konstruksinya. Dari permasalahan tersebut maka dibutuhkanya direksi keet dan hunian sementara yang dapat merespon permasalahan yang ada. Expandable dan reversible architecture dapat merespon hal tersebut dengan menghasilkan objek yang dapat ditambahkan (expandable) dan dikurangkan (reversible), sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan pengguna dan juga memperhatikan batas teritori sebagai privasi pengguna. Perancangan ini menggunakan force-based framework untuk menghasilkan rancangan.
Hasil dari tesis ini adalah rancangan modul direksi keet dan hunian sementara bagi pekerja konstruksi yang dapat bertransformasi secara luasan ruang. Ketika modul ditambahkan dan dikurangkan pada objeknya maka mendapatkan luasan yang dibutuhkan menyesuaikan kebutuhan pengguna dan dapat digunakan kembali pada proyek lain ketika disatu proyek telah usai pemakaiannya. Konsep rancangan berbasis teritori yang bertujuan untuk memberikan privasi pada pengguna melalui fixed element, semi fixed element, dan non fixed element yang dihadirkan pada material dan struktur modul rancang. Untuk menghasilkan privasi pengguna berbasis teritori yaitu dengan perbedaan warna tiap fungsi elemen yang digunakan, pengaturan perletakan perabot, sirkulasi dan leveling pada suatu fungsi tertentu. Material dan struktur yang digunakan harus dapat bertahan lama dan mudah untuk ditambahkan maupun dikurangkan menyesuaikan kebutuhan pengguna. Material yang digunakan pada selubung atap dan dinding adalah Expanded Polystrene (EPS) yang dapat mereduksi panas hingga 90%, ringan, kaku, kedap suara dan kedap air. Sedang material pada lantai menggunakan fiberglass bertekstur kasar yang memiliki sifat ketahanan terhadap kelembaban sehingga tidak ditumbuhi jamur. Struktur modul menggunakan baja dengan sistem plat dan pengunciannya dengan baut, sistem plat dan baut dapat mempermudah bongkar pasang pada modul. Pengemasan tiap fungsi elemen dimasukan ke dalam box untuk mempermudah mobilitas pada rancangan.
===================================================================================================================
Keet directors and temporary dwelling in construction projects mostly use used or easily damaged materials that cannot be reused and also do not pay attention to the privacy of users. The construction of keet directors and temporary dwelling is made on land that does not interfere with the layout of the main building so that there is limited land available. Keet directors and temporary dwelling operate during the implementation period of construction projects with differences in the number of workers at each stage of construction. From these problems, it is necessary to have keet directors and temporary dwelling that can respond to existing problems. Expandable and reversible architectures can respond to this by producing objects that can be added (expandable) and reduced (reversible), so that can adapt to user needs and also pay attention to territorial boundaries as user privacy. This design uses a force-based framework to produce designs.
The results of this thesis is the design of directors keet and temporary dwelling module for construction workers that can transform in terms of space. When modules are added and subtracted from the object, the required area is obtained according to user needs and can be reused in other projects when one project is over. The concept of a territory-based design that aims to provide privacy to users through fixed elements, semi-fixed elements, and non-fixed elements that are presented in the material and structure of the design module. To produce territory-based user privacy, namely by different colors for each function element used, arrangement of furniture placement, circulation and leveling of a particular function. The materials and structures used must be durable and easy to add or subtract according to user needs. The material used for roof and wall cladding is Expanded Polystrene (EPS) which can reduce heat up to 90%, is lightweight, rigid, soundproof and waterproof. While the material on the floor uses rough-textured fiberglass which has moisture resistance properties so it doesn't grow fungus. The module structure uses steel with a plate system and locks it with bolts, the plate and bolt system makes it easier to disassemble the module. Packaging of each function element is included in a box to facilitate mobility in the design.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: director keets, expandable architecture, reversible architecture, temporary dwelling, territory, direksi keet, expandable architecture, hunian sementara, reversible architecture, teritori.
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture > NA2750 Architectural design.
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Architecture > 23101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Eva Mei Wulandari
Date Deposited: 04 Aug 2023 02:11
Last Modified: 04 Aug 2023 02:11
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/102195

Actions (login required)

View Item View Item