ESTIMASI PELUANG TUBRUKAN KAPAL DENGAN METODE MINIMUM DISTANCE TO COLLISION (MDTC), STUDI KASUS : ALUR PELAYARAN BARAT SURABAYA

ALFANDA, BENEDICTA DIAN (2015) ESTIMASI PELUANG TUBRUKAN KAPAL DENGAN METODE MINIMUM DISTANCE TO COLLISION (MDTC), STUDI KASUS : ALUR PELAYARAN BARAT SURABAYA. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
4113204007-Conclusion.pdf - Published Version

Download (213kB) | Preview
[img] Text
4113204007-Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Tahun 2013, tercatat kepadatan lalu lintas kapal di Selat Madura mencapai 43.000 ship calls. Jumlah tersebut dirasa telah melebihi kapasitas daya dukung alur Selat Madura yang hanya 27.000 kapal per tahun (Kabar Bisnis, 2014). Dengan adanya rencana pengembangan infrastruktur di sekitar pelabuhan, keberadaan instalasi laut seperti platform, pipa dan kabel bawah laut di sekitar alur pelayaran, menyebabkan kepadatan Selat Madura semakin sulit diurai. Sehingga penting untuk dilakukan perhitungan probability of maritime accidents karena tingginya potensi hazard di lokasi tersebut, salah satunya adalah tubrukan kapal. Kondisi alur pelayaran yang terbatas dan tidak sebanding dengan jumlah kapal yang melintas menyebabkan terjadinya tubrukan kapal. Kerugian yang dialami akibat kejadian tubrukan kapal sangat besar, seperti hilangnya nyawa, kerugian lingkungan bila tubrukan menyebabkan tumpahan minyak, kerusakan fisik kapal serta kerugian ekonomi akibat kerusakan pada muatan. Melalui penelitian yang dilakukan, untuk mendapatkan nilai estimasi peluang tubrukan kapal dengan metode Minimum Distance to Collision (MDTC) (Montewka, 2011) didapatkan nilai peluang tubrukan kapal tertinggi berada di daerah inner channel pada spot 19000-30000 secara head on sejumlah 2.138 accidents/year dan peluang tubrukan terendah adalah tubrukan secara overtaking pada outer channel spot 13000-19000 sejumlah 0.086 accidents/year. Sedangkan dengan Traffic Based Model (Kristiansen, 2005) nilai peluang tubrukan kapal tertinggi berada di daerah inner channel pada spot 19000-30000 secara head on sejumlah 1.151 accidents/year dan peluang tubrukan terendah adalah tubrukan secara overtaking pada outer channel spot 38000-43000 sejumlah 0.130 accidents/year, diharapkan tubrukan kapal dapat dicegah sehingga frekuensi kecelakaan bisa lebih diminimalkan di daerah alur pelayaran barat Selat Madura, dimana sering terjadi kecelakaan kapal.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Minimum Distance to Collision, probability, Traffic Based Model, tubrukan kapal, Minimum Distance to Collision, probability (MDTC), ship collision, Traffic Based Model (TBM), Surabaya West Access Channel(SWAC)
Subjects: V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM293 Shipping--Indonesia--Safety measures
Divisions: Faculty of Marine Technology > Marine Engineering > (S2) Master Theses
Depositing User: - Davi Wah
Date Deposited: 13 Dec 2016 09:23
Last Modified: 13 Dec 2016 09:23
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/1030

Actions (login required)

View Item View Item