Studi Eksperimen Pembuatan Pelet Biokomposit Polypropylene dan Serat Pelepah Pisang dengan Pengikat MAPP sebagai Raw Material dalam Proses Injection Molding

Putri, Cahyani Dwi Rizka (2023) Studi Eksperimen Pembuatan Pelet Biokomposit Polypropylene dan Serat Pelepah Pisang dengan Pengikat MAPP sebagai Raw Material dalam Proses Injection Molding. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 02111940000011-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
02111940000011-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 September 2025.

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Saat ini sampah menjadi isu lingkungan yang hangat diperbincangkan. Dilansir dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), sampah yang dihasilkan di 280 kabupaten/kota se-Indonesia sepanjang tahun 2022 sebanyak 33.145.296,81 ton. Plastik menjadi penyumbang sampah terbesar kedua sebesar 17,9% dan di urutan ketiga terdapat ranting/kayu/daun yaitu sebesar 13.4%. Berdasarkan data BPS terkait Produksi Tanaman Buah-Buahan pada tahun 2022, produksi buah pisang di Indonesia mencapai 9.245.427 ton per tahun. Tingginya produksi buah pisang menandakan banyaknya limbah pohon pisang yang sudah selesai berbuah dan perlu pengolahan lebih lanjut terhadap limbah tersebut karena pohon pisang akan mati setelah satu siklus berbuah. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan material alternatif berupa pelet biokomposit serat pelepah pisang dan plastik polypropylene. Digunakan metode ekstrusi untuk pembuatan pelet dengan memvariasikan komposisi biokomposit dan temperatur heater mesin ekstruder. Setelah itu, dilakukan pengujian Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk mengetahui persentase void pelet komposit. Data tersebut dibutuhkan untuk merancang produk injection molding dengan raw material berupa pelet biokomposit polypropylene berpenguat serat pelepah pisang dengan pengikat MAPP. Adapun hasil dari penelitian ini adalah untuk 90% PP hanya faktor persentase massa MAPP yang memiliki pengaruh signifikan terhadap persentase void yang dihasilkan, sedangkan untuk 85% PP, faktor persentase massa MAPP dan temperatur heater memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persentase void yang dihasilkan. Adapun persamaan regresi untuk 90% PP adalah Y = 0.07001 - 15.86X2 dengan X merupakan persentase massa MAPP dan Y merupakan persentase void dengan nilai r-square sebesar 74.4%. Sementara itu, persamaan regresi untuk 85% PP adalah Y = 0.4296 - 1.76 X1 - 0.001323 X2 + 49.40 X12 - 0.0076 X1*X2. Dengan X1 merupakan persentase massa MAPP, X2 merupakan temperatur heater, dan Y merupakan persentase void dengan nilai r-square sebesar 93.8%. Variasi biokomposit yang menghasilkan persentase void paling sedikit adalah biokomposit dengan komposisi 90% PP, 5% serat, 5% MAPP yang diproses dengan temperatur 250oC, yaitu 2.244%.
===================================================================================================================================
Currently, waste is an environmental issue that is hotly discussed. Reporting from the Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), the waste generated in 280 regencies/cities in Indonesia throughout 2022 was 33.145.296,81 tons. Plastic is the second largest contributor to waste (17,9%) and in third place are branches/wood/leaves (13,4%). Based on BPS data of fruit crop production in 2022, banana production in Indonesia reached 9.245.427 tons per year. The high production of bananas indicates that there are a lot of banana trees waste that has finished bear fruit and needs further processing of this waste because the banana tree will die after one bear fruit cycle. In this research, biocomposite pellets from banana stem fiber and polypropylene plastic were carried out. The extrusion method used to make pellets is by varying the composition of biocomposite and the temperature heater of the extruder machine. After that, a Scanning Electron Microscopy (SEM) test was carried out to determine the percentage of voids in the pellet. The data is needed to design injection molding products with raw material in the form of pellet polypropylene biocomposite reinforced by banana stem fiber with MAPP coupling agent. The results of this study were for 90% PP, only the mass percentage factor of MAPP had a significant effect on the percentage of voids, while for 85% PP, the mass percentage factor of MAPP and heater temperature had a significant effect on the percentage of voids. The regression equation for 90% PP is Y = 0.07001 - 15.86X2 where X is mass percentage of MAPP and Y is percentage of voids, with r-square value of 74.4%. Meanwhile, the regression equation for 85% PP is Y = 0.4296 - 1.76 X1 - 0.001323 X2 + 49.40 X12 - 0.0076 X1*X2, where X1 is mass percentage of MAPP, X2 is heater temperature, and Y is percentage of voids, with r-square value of 93.8%. Variation of pellet biocomposite that produces the least percentage of voids is biocomposite with a composition of 90% PP, 5% banana fiber, 5% MAPP which is processed at 250oC, that is 2.244%.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Biokomposit, MAPP, Pelet, Polypropylene, Serat Pelepah Pisang; Biocomposite, MAPP, Pellets, Polypropylene, Banana Fiber
Subjects: Q Science > QC Physics > QC173.4.C63 Composite materials
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy > TN690 Metallography. Physical metallurgy
T Technology > TP Chemical technology > TP1140 Polymers
T Technology > TS Manufactures > TS170 New products. Product Development
T Technology > TS Manufactures > TS183 Manufacturing processes. Lean manufacturing.
Divisions: Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering (INDSYS) > Mechanical Engineering > 21201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Cahyani Dwi Rizka Putri
Date Deposited: 04 Oct 2023 02:35
Last Modified: 04 Oct 2023 02:35
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/103405

Actions (login required)

View Item View Item