Analisis Kedalaman Dapur Magma Gunung Merapi Dan Kelud Berdasarkan Data Gravity Satellite Menggunakan Inversi 3d Euler Deconvolution

Sholeh, Ahdi Awaludin (2023) Analisis Kedalaman Dapur Magma Gunung Merapi Dan Kelud Berdasarkan Data Gravity Satellite Menggunakan Inversi 3d Euler Deconvolution. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 03411940000019-Undergraduated_Thesis.pdf] Text
03411940000019-Undergraduated_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 September 2025.

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia adalah negara yang dilewati Ring of fire ditandai adanya jalur gunung api aktif di sabuk Alpide di sepanjang selatan dan barat Sumatra - Jawa - Nusa Tenggara hingga Sulawesi (Schulte, 2022). Gunung api didefinisikan sebagai proses magmatisme yang berlangsung secara alamiah, yang dicirikan oleh bergeraknya magma dari dalam bumi (reservoir magma) ke permukaan bumi melalui suatu rekahan yang terbentuk secara tektonika (Mulyaningsih, 2015). Setiap gunung api memiliki sumber pasokan magma atau dapur magma yang kemudian memiliki jalan atau rekahan untuk naik ke permukaan bumi yang terbentuk karena adanya pergerakan tektonik (Mulyaningsih, 2015). Metode gravitasi merupakan salah satu metode geofisika yang dapat menggambarkan bentuk atau geologi bawah permukaan berdasarkan variasi medan gravitasi bumi yang ditimbulkan oleh perbedaan densitas (rapat massa) antar batuan (Purnomo, dkk., 2013). Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi pengolahan gravity satelite GGMplus untuk menetukan kedalaman dapur magma dengan case study Gunung Merapi dengan mengabil luasan daerah penelitian minimal 30 x 30 Km yang kemudian dicari desitas rata-rata dengan metode parasnis untuk koreksi terain dan bouger sehingga didapatkan peta CBA (Complete Bouger Anomaly) dengan interpolasi kriging. Selanjutnya dilakukan pemisahan anomali regional dan residual menggunakan filter Gaussisan untuk mendapatkan peta anomali regional yang selanjutnya di inversi 3D Euler Deconvolution dengan standart index:2 dan lebar jendela 15 sehingga dihasilkan magma chamber dengan kedalaman 900 meter dibawah puncak dan menerus ke arah barat laut pada kedalaman 5000 – 9000 meter yang berasosiasi dengan intrusi dari patahan zona Sub-Solo. Pengolahan yang sudah dilakukan pada Gunung Merapi selanjutnya diterapkan pada Gunung Kelud dan dipatkan kedalaman magma chamber 3000 meter di bawah puncak.
===========================================================================================================================
Indonesia is a country through which the Ring of Fire is marked by active volcanoes in the Alpide belt along the south and west of Sumatra - Java - Nusa Tenggara to Sulawesi (Schulte, 2022). Volcanoes are defined as magmatic processes that take place naturally, which are characterized by the movement of magma from within the earth (magma reservoir) to the earth's surface through a fracture that is formed tectonically (Mulyaningsih, 2015). Each volcano has a source of magma supply or a magma chamber which then has a path or fracture to rise to the surface of the earth which is formed due to tectonic movements (Mulyaningsih, 2015). The gravity method is a geophysical method that can describe the shape or geology of the subsurface based on variations in the earth's gravitational field caused by density differences (density density) between rocks (Purnomo, et al., 2013). In this study identification of the GGMplus gravity satellite processing was carried out to determine the depth of the magma chamber with the case study of Mount Merapi by taking a minimum study area of 30 x 30 km. Bouger Anomaly) with kriging interpolation. Then separate regional and residual anomalies using a Gaussisan filter to obtain a regional anomaly map which is then inverted in 3D Euler Deconvolution with a standard index: 2 and a window width of 15 so that a magma chamber is produced with a depth of 900 meters below the peak and continues to the northwest at a depth of 5000 – 9000 meters associated with the intrusion of the Sub-Solo fault zone. The processing that has been done on Mount Merapi is then applied to Mount Kelud and the depth of the magma chamber is 3000 meters below the peak.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: GGMplus, Gravity, dapur magma, Gunung Kelud, Gunung Merapi; GGMplus, Gravity, Magma chamber, Mount Kelud, Mount Merapi
Subjects: Q Science > QC Physics > QC111 Density and specific gravity
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Geophysics Engineering > 33201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Ahdi Awaludin Sholeh
Date Deposited: 04 Oct 2023 10:19
Last Modified: 04 Oct 2023 10:19
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/104021

Actions (login required)

View Item View Item