Analisis Risko Kecelakaan Kerja pada Galangan Reparasi Kapal di Daerah Bengkalis Riau

Ismayani, Eldha (2023) Analisis Risko Kecelakaan Kerja pada Galangan Reparasi Kapal di Daerah Bengkalis Riau. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.

[thumbnail of 04111940000065_Undergraduate_Thesis.pdf] Text
04111940000065_Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2025.

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan sebuah insiden yang tak diinginkan yang dapat menyebabkan kematian, luka-luka serius, kerusakan harta, benda, dan menyebabkan hilangnya waktu produktif. Kecelakaan kerja ini bisa berlangsung akibat berbagai faktor kontribusi yang meliputi sumber daya manusia, material, mesin dan peralatan, metode kerja, serta lingkungan kerja itu sendiri. Manajemen Risiko adalah suatu proses yang penting dalam upaya mengelola risiko kecelakaan kerja yang dimulai dengan identifikasi bahaya yang ada, penilaian terhadap tingkat risiko, dan dilanjutkan dengan pengendalian risiko yang tepat. Metode 5-whys digunakan untuk mengidentifikasi akar permasalahan dari kecelakaan kerja yang terjadi. Akar permasalahan dari kecelakaan ledakan kebakaran adalah karena kurangnya kompetensi pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya, yang menyebabkan kecelakaan tersebut terjadi. Metode fishbone membantu mengidentifikasi akar permasalahan dari faktor-faktor kontribusi dalam kecelakaan kerja akibat ledakan kebakaran. Faktor kontribusi dari manusia adalah karena kondisi pekerja yang tidak siap melaksanakan pekerjaan, sementara faktor kontribusi dari lingkungan meliputi area kerja yang terbatas, dan pada faktor metode, pekerja tidak mengikuti prosedur yang ditetapkan.Analisis matriks risiko dilakukan dengan mengalikan tingkat keparahan dan tingkat peluang kejadian. Dalam hasil analisis ini, kecelakaan ledakan kebakaran akibat pekerjaan pengelasan di dalam ruangan memiliki tingkat risiko yang tinggi dengan nilai 12. Ini disebabkan oleh peluang kejadian yang sering (nilai 3) dan tingkat keparahan yang sangat parah (nilai 4) yang dapat menyebabkan kematian. Kecelakaan kerja dengan tingkat risiko yang tinggi tidak dapat ditoleransi, tetapi dapat dilakukan tindakan mitigasi. Tindakan pengendalian yang dilakukan, seperti menerapkan peraturan perizinan kerja untuk area kerja yang berbahaya, menggunakan APD yang benar, serta memastikan alat keselamatan dan pendukung pekerjaan dalam kondisi siap dan berfungsi, bertujuan untuk menurunkan risiko menjadi tingkat sedang.
========================================================================================================================================
Workplace accidents are unwanted incidents that can result in fatalities, serious injuries, property damage, and loss of productive time. These accidents can occur due to various contributing factors, including human resources, materials, machinery and equipment, work methods, and the work environment itself. Risk management is an essential process in managing the risk of workplace accidents, starting with the identification of existing hazards, assessment of the risk level, and followed by appropriate risk control measures. The 5-whys method is used to identify the root cause of the accidents that occur. The root cause of a fire explosion accident is found to be the lack of competence among workers in carrying out their tasks, leading to the occurrence of the accident. The fishbone method helps identify the root causes of contributing factors in the workplace accidents caused by fire explosions. Human factors include workers being unprepared for their tasks, while environmental factors involve limited workspace. As for the method factor, workers not following established procedures. Risk matrix analysis is performed by multiplying the severity level and the likelihood of occurrence. In this analysis result, the accident of a fire explosion due to welding work in a confined space has a high-risk level with a value of 12. This is due to its frequent occurrence probability (value 3) and a highly severe level of severity (value 4) that could lead to fatalities. Workplace accidents with high-risk levels cannot be tolerated, but mitigation actions can be taken. The implemented control measures, such as implementing work permits for hazardous work areas, using appropriate personal protective equipment (PPE), and ensuring safety tools and supporting equipment are in good working condition, aim to reduce the risk to a moderate level.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Galangan, Kecelakaan Kerja, Reparasi, Risiko, Reparation, Risk, Shipyard, Workplace accidents
Subjects: V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM156 Naval architecture
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Naval Architecture and Shipbuilding Engineering > 36201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Eldha Ismayani
Date Deposited: 16 Aug 2023 06:03
Last Modified: 16 Aug 2023 06:03
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/104737

Actions (login required)

View Item View Item