Inovasi Peningkatan Budaya Keselamatan Kerja Menggunakan Pendekatan Design Thinking Di Proyek Konstruksi Dan Instalasi Gardu Induk

Sarluf, Muhamad Rizal (2024) Inovasi Peningkatan Budaya Keselamatan Kerja Menggunakan Pendekatan Design Thinking Di Proyek Konstruksi Dan Instalasi Gardu Induk. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 6032212110-Master_Thesis.pdf] Text
6032212110-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 April 2026.

Download (11MB) | Request a copy

Abstract

Karyawan atau pekerja merupakan aset utama perusahaan, karena itu perusahaan wajib memperhatikan kesejahteraan dan melindungi mereka saat melakukan aktivitas kerja, hal ini sejalan dengan amanat Undang Undang Republik Indonesia No 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja. Kesuksesan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dipengaruhi oleh komitmen kepemimpinan yang sadar risiko, sistem manajemen yang terpadu dan keterlibatan pekerja. Hanya saja penerapan K3 seringkali oleh perusahaan dan pekerja dianggap sebagai belenggu yang membuat proses kerja menjadi tidak menyenangkan dan membuang waktu melalui prosedur yang harus diikuti, sedangkan untuk mengoptimalkan budaya keselamatan membutuhkan keterlibatan aktif karyawan untuk keselamatan. Kecelakaan kerja terjadi umumnya karena tindakan tidak aman dari pekerja, sehingga diperlukan metode dan tools inovatif untuk menurunkan kecelakaan dan meningkatkan awareness. Penerapan program Behaviour-Based Safety (BBS) memperhitungkan aktivitas pekerja sebagai bagian dari pendekatan K3 dan berfokus pada apa yang dilakukan pekerja, menganalisis mengapa mereka melakukannya dan kemudian menerapkan strategi untuk perbaikan. Melalui pendekatan design thinking dan Behavior-Based Safety, penelitian ini berhasil mengidentifikasi tantangan utama perilaku unsafe act pekerja dan merumuskan solusi inovatif untuk meningkatkan budaya keselamatan kerja. Tahapan empati mengungkapkan insight mendalam tentang pengalaman pekerja, sementara tahap define menganalisis akar masalah. Dalam tahap ideate, penelitian memprioritaskan ide yang berdampak tinggi dan mudah diimplementasikan dan dikonversikan dalam tahapan prototipe untuk diuji coba. Hasil akhir menunjukan keterlibatan aktif dan konektivitas emosional pekerja terhadap standar K3 secara signifikan meningkatkan kesadaran dan implementasi praktik K3 yang efektif dan mampu menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan dan meningkatkan keselamatan kerja secara efektif. Pendekatan design thinking menyediakan kerangka kerja yang memungkinkan penelitian berikutnya untuk mengeksplorasi strategi K3 yang efisien dan berkelanjutan. Proses ini menekankan integrasi alat design thinking dengan metode K3 tradisional pada pendekatan iteratif yang beradaptasi dengan perubahan teknologi, metode kerja, regulasi K3, dan demografi tenaga kerja, memastikan bahwa praktik keselamatan tetap relevan dan efektif jangka panjang.
=================================================================================================================================
work process unpleasant and time-consuming due to mandatory procedures, while optimizing safety culture requires active employee involvement. Work accidents generally occur due to unsafe actions of workers, necessitating innovative methods and tools to reduce accidents and increase awareness. The implementation of the Behaviour-Based Safety (BBS) program considers worker activities as part of the OHS approach and focuses on what workers do, analyzes why they do it, and then applies strategies for improvement. Through the design thinking approach and Behavior-Based Safety, this study successfully identified the main challenges of worker unsafe act behaviors and formulated innovative solutions to enhance work safety culture. The empathy stage revealed deep insights into worker experiences, while the define stage analyzed the root causes. In the ideate stage, the study prioritized high-impact and easily implementable ideas, which were converted into prototypes for testing in the prototype stage. The final results show that active involvement and emotional connectivity of workers towards OHS standards significantly enhance awareness and implementation of effective OHS practices, capable of creating sustainable behavioral change and effectively improving work safety. The design thinking approach provides a framework that enables subsequent research to explore efficient and sustainable OHS strategies. This process emphasizes the integration of design thinking tools with traditional OHS methods in an iterative approach that adapts to changes in technology, work methods, OHS regulations, and workforce demographics, ensuring that safety practices remain relevant and effective in the long term.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Keselamatan Kerja, Design thinking, Safety culture, Unsafe act, Occupational Health and Safety, Behavior based Safety, Design thinking, Safety culture
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T55 Industrial Safety
Divisions: Interdisciplinary School of Management and Technology (SIMT) > 61101-Master of Technology Management (MMT)
Depositing User: Muhamad Rizal Sarluf
Date Deposited: 05 Feb 2024 01:11
Last Modified: 05 Feb 2024 01:11
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/106066

Actions (login required)

View Item View Item