Studi Perencanaan Penambahan Kapasitas Pembangkit di Pulau Lombok Tahun 2022-2030 dengan Menggunakan Metode Mixed Integer Linear Programming (MILP)

Sianipar, Daniel Paska Dominggo (2024) Studi Perencanaan Penambahan Kapasitas Pembangkit di Pulau Lombok Tahun 2022-2030 dengan Menggunakan Metode Mixed Integer Linear Programming (MILP). Other thesis, Institut Tekonologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 07111940000100-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
07111940000100-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 April 2026.

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dalam suatu daerah akan sebanding dengan kebutuhan tenaga listriknya. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang akan dibentuk di Lombok Selatan akan membuat perekonomian di Pulau Lombok semakin maju. Sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PLN (RUPTL PLN), pertumbuhan penjualan listrik dan beban puncak akan naik sebesar rata-rata 8,3% dan 8,1% tiap tahunnya hingga tahun 2030. Daya puncak tertinggi pada akhir perencanaan ialah sebesar 565 MW, sedangkan pembangkit eksisting pada Sistem Lombok memiliki kapasitas daya sebesar 352 MW. Selisih sejumlah 213 MW ini harus dipenuhi dengan mempertimbangkan potensi sumber energi primer di Lombok. Perencanaan pembangunan pembangkit harus tepat waktu sesuai dengan waktu yang direncanakan karena apabila terlalu cepat akan terjadi daya suplai berlebih dan jika terlalu lambat maka akan sering terjadi load shedding atau pemadaman karena kapasitas pembangkit tidak dapat memenuhi permintaan beban. Maka dari itu, dibutuhkan perencanaan penambahan kapasitas pembangkit yang sesuai dengan kebutuhan, baik dari segi jenis pembangkit yang dibangun dan besar kapastias yang ditambahkan. Perencanaan penambahan kapasitas pembangkit bertujuan untuk memperoleh biaya termurah atas penyediaan listrik (least cost). Optimasi atas rencana penambahan kapasitas yang telah dibuat oleh PLN dalam RUPTL PLN 2021-2030 dilakukan dengan MILP. Hasil optimasi menyatakan bahwa perencanaan pada Sistem Lombok berhasil dilakukan dengan memenuhi setiap batasan yang dibuat. Perbandingan nilai fixed cost ($) antara RUPTL PLN dengan Hasil MILP pada skenario 1 dan 2 berturut-turut ialah $301,081,829.9 dan $252,980,085.6, terdapat selisih biaya sebesar $48,101,744.3. Sedangkan pada skenario 3 diperoleh nilai fixed cost ($) sebesar 338,572,939.21. Dari skenario 1 reserve margin hasil perencanaan rata-rata 42% pertahunnya, sedangkan pada skenario 2 terdapat penurunan nilai reserve margin yang cukup signifikan yaitu dengan rata-rata 17% tiap tahunnya. Pada skenario 3 memberikan nilai reserve margin terbaik sebesar rata-rata 46% dengan PV dan sebesar 39% tanpa memasukkan PV. Pada skenario 3, fixed cost ($) diperoleh paling mahal dari antara 2 skenario lainnya.
=================================================================================================================================
Economic growth in an area will be proportional to its electricity demand. The Special Economic Zone (KEK) which will be established in South Lombok will make the economy on Lombok Island more advanced. In accordance with the PLN Electricity Supply Business Plan (RUPTL PLN), electricity sales growth and peak load will increase by an average of 8.3% and 8.1% each year until 2030. The highest peak power at the end of the plan is 565 MW , while the existing generator in the Lombok System has a power capacity of 352 MW. This difference of 213 MW must be met by considering the potential of primary energy sources in Lombok. Plant construction planning must be timely according to the planned time because if it is too fast there will be excess power supply and if it is too slow then load shedding or blackouts will often occur because the generator capacity cannot meet load demand. Therefore, it is necessary to plan additional generating capacity in accordance with needs, both in terms of the type of generator being built and the amount of capacity added. Planning for additional generating capacity aims to obtain the lowest cost for electricity supply (least cost). Optimization of the capacity addition plan that has been made by PLN in the 2021-2030 PLN RUPTL is carried out with MILP. The optimization results state that the planning for the Lombok System was successful by fulfilling each of the constraints created. The comparison of the fixed cost value ($) between PLN's RUPTL and MILP results in scenarios 1 and 2 respectively is $301,081,829.9 and $252,980,085.6, there is a cost difference of $48,101,744.3. Meanwhile, in scenario 3, the fixed cost ($) value is 338,572,939.21. From scenario 1, the reserve margin planning results are an average of 42% per year, while in scenario 2 there is a significant decrease in the reserve margin value, namely by an average of 17% per year. Scenario 3 provides the best reserve margin value of an average of 46% with PV and 39% without including PV. In scenario 3, fixed costs ($) are found to be the most expensive of the other 2 scenarios.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Mixed Integer Linear Programming, Generation Expansion Planning, Perencanaan Penambahan Kapasitas, MILP
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T57.6 Operations research--Mathematics. Goal programming
T Technology > T Technology (General) > T57.74 Linear programming
T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering > TK1001 Production of electric energy or power
T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering > TK1322.6 Electric power-plants
T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering > TK7870.23 Reliability. Failures
Divisions: Faculty of Intelligent Electrical and Informatics Technology (ELECTICS) > Electrical Engineering > 20201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Daniel Paska Dominggo Sianipar
Date Deposited: 07 Feb 2024 03:50
Last Modified: 07 Feb 2024 03:50
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/106342

Actions (login required)

View Item View Item