Pemanfaatan Angkutan Laut Komersial untuk Pengiriman Muatan ke Pelabuhan Singgah Tol Laut

Panji, Anak Agung Ngurah (2024) Pemanfaatan Angkutan Laut Komersial untuk Pengiriman Muatan ke Pelabuhan Singgah Tol Laut. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 04411940000037-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
04411940000037-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 April 2026.

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Program Tol Laut dibuat dengan tujuan untuk menyetarakan harga barang di sebagian wilayah Indonesia baik di kawasan timur maupun barat. Program yang memiliki 34 rute ini masih kurang optimal, karena tingginya subsidi dan lamanya waktu pengiriman barang dan ditambah mahalnya biaya bahan bakar yang dikeluarkan. Rute yang panjang mengakibatkan biaya pengiriman menjadi tinggi. Selain itu, beberapa rute juga dilayani oleh perusahaan swasta. Hal ini menyebabkan Program Tol Laut menjadi kurang efektif dan efisien. Oleh karena itu, Tugas Akhir ini bertujuan untuk merancang progran tol laut yang berhimpit dengan komersial dengan harapan bisa membantu menurunkan biaya subsidi dari program Tol Laut. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Optimasi, dimana ametode ini diharapkan bisa membantu untuk membuat rute menjadi lebih efektif dan efisien. Setelah dilakukannya analisis terdapat rute yang paling cocok untuk metode ini, yaitu rute H-1, H-5, T-9, dan T-17. Dengan memproyeksikan pola operasi kapal Tol Laut yang ada mulai tahun 2023 sampai dengan 2030, biaya subsidi bahan bakar hanya mengalami penurunan di rute H-5, yaitu sebesar 2,04%. Sedangkan pada rute H-1 subsidi mengalami kenaikan sebesar 40,83%. Rountrip day dari rute H-1 dan H-5 berkurang.
=============================================================================================================================
The Sea Toll Program was created with the aim of equalizing the prices of goods in parts of Indonesia, both in the eastern and western regions. This program, which has 34 routes, is still less than optimal, due to the high subsidies and long delivery times for goods, plus the high fuel costs incurred. Long routes result in high shipping costs. Apart from that, several routes are also served by private companies. This causes the Sea Highway Program to become less effective and efficient. Therefore, this Final Project aims to design a sea toll program that is compatible with commercial with the hope of helping to reduce subsidy costs from the Sea Toll program. The method used in this research is the Optimization method, where it is hoped that this method can help to make routes more effective and efficient. After carrying out the analysis, there are routes that are most suitable for this method, namely routes H-1, H-5, T-9, and T-17. By projecting the operating pattern of existing Sea Highway vessels from 2023 to 2030, fuel subsidy costs will only decrease on the H-5 route, namely by 2.04%. Meanwhile, on the H-1 route, subsidies increased by 40.83%. Round trip days for routes H-1 and H-5 are reduced.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Biaya minimum, optimal, Rute, tol laut, Minimum cost, optimal, route, sea toll
Subjects: V Naval Science > VK > VK235 Cargo handling.
V Naval Science > VK > VK570 Optimum ship routing.
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Sea Transportation Engineering > 21207-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Anak Agung Ngurah Panji
Date Deposited: 11 Feb 2024 13:21
Last Modified: 11 Feb 2024 13:21
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/106787

Actions (login required)

View Item View Item