Analisis Dinamis Instalasi Well Jumper

Kurniawan, Ilham (2024) Analisis Dinamis Instalasi Well Jumper. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5020201005-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5020201005-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2026.

Download (10MB) | Request a copy

Abstract

Eksporasi gas alam lepas pantai memerlukan fasilitas canggih dan kompleks untuk memproduksinya. Untuk menyalurkan gas alam dari sumur menuju processing platform memerlukan pipa penyalur antara x-mas tree dan PLEM, pipa tersebut adalah well jumper. Well jumper memiliki tantangan tersendiri dalam proses instalasi, karena ukurannya panjang dan sangat langsing. Apabila penanganannya tidak tepat bisa terjadi kegagalan pada proses instalasi. Tugas akhir ini menganalisis secara dinamis penurunan well jumper menggunakan Construction Support Vessel (CSV) dengan kapasitas angkat 200 ton pada radius 18,5 m dengan kecepatan penurunan 0,5 m/s. Penelitian ini berfokus pada perilaku sling dan nilai UC pada well jumper, serta dilanjutkan analisis lokal pada bagian kritis menggunakan Finite Element Analysis (FEA). Konfigurasi rigging divariasikan menjadi 2 jenis, yaitu dengan 3 sling (Konfigurasi 1) dan dengan 4 sling (Konfigurasi 2). Hasil menunjukkan bahwa perilaku sling ketika berada di udara memiliki tension yang paling besar, mulai menurun pada saat splash zone, dan akan semakin menurun ketika 100% submerged. Hal ini terjadi karena adanya gaya apung dari struktur tersebut. Pada semua konfigurasi UC terbesar terjadi pada lifting point. Meskipun tension sling terbesar terjadi pada kondisi in air, UC terbesar justru terjadi pada saat splash zone. Hal ini terjadi karena pada saat di splash zone terdapat beban tambahan slam force. Untuk konfigurasi 1, UC Max pada kondisi in air sebesar 0,37 dan meningkat menjadi 0,385 karena adanya slam force sebesar 13 kN. Sedangkan Untuk konfigurasi 2, UC Max pada kondisi in air sebesar 0,25 dan meningkat menjadi 0,286 karena adanya slam force sebesar 16 kN. Pada bagian kritis tersebut selanjutnya dibuat geometri lokal, dan dianalis von mises stress dan deformasinya. Von mises stress terbesar terjadi pada struktur padeye tepatnya dipertemuan antara locking pin dengan pin sleave. Untuk konfigurasi 1 max von mises stress yang terjadi sebesar 156 MPa, sedangkan konfigurasi 2 sebesar 128,5 MPa. Sedangkan deformasi terbesar juga terjadi pada padeye, yaitu 0,72 mm untuk konfigurasi 1 dan 0,61 mm untuk konfigurasi 2. Semua bagian pada lokasi kritis masih aman dengan nilai SF terkecil terjadi pada padeye dengan nilai 1,5.
=============================================================================================================================
Offshore natural gas exploration requires complex facilities to produce it. To produce natural gas from the well to the processing platform requires a distribution pipe between the x-mas tree and PLEM, this pipe is a well jumper. Well jumpers have their own challenges in the installation process, because they are long and very slim. If handled incorrectly, failure can occur in the installation process. This final project dynamically analyzes the lowering of a well jumper using a Construction Support Vessel (CSV) with a lifting capacity of 200 tons at a radius of 18,5 m with a lowering speed of 0,5 m/s. This research focuses on sling behavior and UC values on well jumpers, and continues with local analysis on critical sections using Finite Element Analysis (FEA). The rigging configuration is varied into 2 types, namely with 3 slings (Configuration 1) and with 4 slings (Configuration 2). The results show that the sling behavior when in the air has the greatest tension, starts to decrease at the splash zone, and will decrease further when it is 100% submerged. This happens because of the buoyant force of the structure. In all configurations, the largest UC occurs at the lifting point. Even though the greatest sling tension occurs in in-water conditions, the largest UC actually occurs in the splash zone. This happens because when in the splash zone there is an additional slam force load. For configuration 1, UC Max under in air conditions is 0,37 and increases to 0,385 due to a slam force of 13 kN. Meanwhile, for configuration 2, UC Max under in-air conditions is 0,25 and increases to 0,286 due to a slam force of 16 kN. In the critical section, local geometry is then created and the von Mises stress and deformation are analyzed. The greatest von Mises stress occurs in the padeye structure, precisely at the meeting point between the locking pin and the pin sleave. For configuration 1, the max von Mises stress that occurs is 156 MPa, while for configuration 2 it is 128,5 MPa. Meanwhile, the largest deformation also occurred in the padeye, 0,72 mm for configuration 1 and 0,61 mm for configuration 2. All parts at critical locations were still safe with the smallest SF value occurring in the padeye with a value of 1,5.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Installation, Well Jumper, UC, Finite Element Analysis, Instalasi, Well Jumper, UC, Finite Element Analysis
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC1680 Offshore structures
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Ocean Engineering > 38201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Ilham Kurniawan
Date Deposited: 24 Jul 2024 04:13
Last Modified: 24 Jul 2024 04:13
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/108592

Actions (login required)

View Item View Item