Desain Pabrik Hidrogen Biru Terbarukan dari Biogas di Jawa Timur

Hugo, Hugo and Brata, Bernardus Krisna (2024) Desain Pabrik Hidrogen Biru Terbarukan dari Biogas di Jawa Timur. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5008201158_5008201154-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5008201158_5008201154-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2026.

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Gas hidrogen, sebagai gas yang dibutuhkan untuk kepentingan industri dan energi, saat ini umumnya diproduksi dari gas alam melalui metode Steam Methane Reforming (SMR). Namun, teknologi ini memiliki beberapa kekurangan, termasuk emisi CO2 yang signifikan dan ketergantungan pada bahan bakar fosil yang tidak terbarukan. Dalam konteks ini, desain pabrik yang diusulkan bertujuan untuk mengembangkan alternatif produksi hidrogen yang lebih berkelanjutan. Fokus utama adalah produksi hidrogen biru terbarukan dengan memanfaatkan biomassa melimpah yang ada di Indonesia. Biogas, sebagai turunan dari biomassa, dapat menggantikan gas alam sebagai bahan baku dalam teknologi SMR yang sudah ada. Teknologi ini juga menangkap karbon dioksida yang membuat emisi karbon rendah yang sesuai dengan persyaratan blue hydrogen. Karbon dioksida kemudian dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan EOR. Permasalahan yang dapat diselesaikan dari desain pabrik ini adalah terkait SDG 7 (affordable and clean energy) dengan mendukung penggunaan transportasi berbasis H2 yang terjangkau, juga terkait SDG 12 (responsible consumption and production) untuk mencapai tujuan renewable energy dan net zero emission dengan memanfaatkan biogas yang banyak dan dapat ditanam ulang. Pertama, biogas dilakukan desulfurisasi lalu dilakukan proses SMR untuk menghasilkan hidrogen. Kemudian hidrogen yang terbentuk akan dialirkan ke pabrik rekanan pembeli hidrogen. Kapsitas pabrik hidrogen biru terbarukan ini adalah 954.54 ton/tahun. Kapasitas karbon dioksida yang ditangkap adalah 16,424 ton/tahun. Modal pabrik ini sebesar 60% modal pinjaman dengan angka inflasi di 2,61% dan 40% modal sendiri. Bunga bank di 6,25% dan nilai WACC sebesar 10.68%. Nilai IRR sebesar 15.55% , NPV Rp. 2,208,144,521,158.16, POT 6.1 tahun atau dibulatkan menjadi 7 tahun, dan BEP 28.84%. Dari parameter ekonomi tersebut dapat dikatakan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan.
==================================================================================================================================
Hydrogen gas, as a vital resource for industrial and energy purposes, is currently predominantly produced from natural gas through the Steam Methane Reforming (SMR) method. However, this technology carries several drawbacks, including significant CO2 emissions and reliance on non-renewable fossil fuels. In this context, the proposed plant design aims to develop a more sustainable alternative for hydrogen production. The primary focus is on renewable blue hydrogen production by utilizing abundant biomass resources in Indonesia. Biogas, derived from biomass, can replace natural gas as the feedstock in existing SMR technology. This process also captures carbon dioxide, resulting in low carbon emissions compliant with blue hydrogen standards. The captured carbon dioxide can then be utilized for industrial purposes. The issues addressed by this plant design are related to SDG 7 (affordable and clean energy) by supporting the use of affordable H2-based transportation and SDG 12 (responsible consumption and production) to achieve renewable energy goals and net-zero emissions by utilizing abundant and replenishable biogas resources. First, biogas undergoes desulfurization and then the SMR process to produce hydrogen. The resulting hydrogen will be sent to partner factories that purchase hydrogen by pipeline. The hydrogen production capacity is 954 tons/year meanwhile for carbon dioxide capacity is 16,424 tons/year. The plant's capital is composed of 60% borrowed capital with an inflation rate of 2.61% and 40% equity. The bank interest rate is 6.25%, and the WACC is 10.68%. The IRR is 15.55%, the NPV is IDR 2,208,144,521,158.16 the payback period is 6.1 years (rounded to 7 years), and the BEP is 28.84%. From these economic parameters, it can be concluded that the plant is feasible to establish.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Terbarukan, Hidrogen, Karbon Dioksida, Renewable, Hydrogen Gas, Carbon Dioxide.
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP155.5 Chemical plants--Design and construction
Divisions: Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering (INDSYS) > Chemical Engineering > 24201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Bernardus Krisna Brata
Date Deposited: 25 Jul 2024 04:09
Last Modified: 25 Jul 2024 04:09
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/108751

Actions (login required)

View Item View Item