Beton Rendah Karbon Mengandung Mikroba Sebagai Beton Tahan Lingkungan Air Laut

Syah, Dzikrie Fikriyan (2024) Beton Rendah Karbon Mengandung Mikroba Sebagai Beton Tahan Lingkungan Air Laut. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of ACCESS CLOSED BY AUTHOR] Text (ACCESS CLOSED BY AUTHOR)
6012221115-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Struktur beton bertulang memiliki kekurangan ketika terpapar pada lingkungan agresif semisal pada lingkungan air laut. Beton pada lingkungan air laut dapat mengalami serangan kombinasi sulfat dan klorida yang pada akhirnya dapat menurunkan durabilitas beton. Diketahui bahwa penanganan dan perbaikannya sangat sulit serta menghabiskan biaya yang besar karena sering terjadi kerusakan berulang-ulang. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa beton dengan kadar fly ash lebih dari 10% menghasilkan performa ketahanan yang lebih baik namun memiliki kekurangan dari segi sifat mekanik. Penelitian ini membahas mengenai durabilitas beton high volume fly ash (HVFA) dengan kadar penggantian semen maksimum 80% pada lingkungan air laut. Selain itu ditambahkan pula untuk menutup pori sehingga dapat meningkatkan durabilitas beton. Pengujian durabilitas dilakukan selama 240 hari dengan interval observasi 30 hari.
Hasil pengujian inisial menunjukkan beton HVFA memenuhi target kuat tekan sebesar 50 MPa dengan strength activity index 22,9%. Porositas beton HVFA mengalami peningkatan 2,74% dari variasi OPC. Penambahan mikroba meningkatkan kuat tekan pada umur 7 hari dari 21,44 MPa pada variasi tanpa mikroba menjadi 51,62 MPa. Porositas beton juga turun dari 4,16% dari variasi tanpa mikroba menjadi 3,82%. Hal ini menunjukkan bahwa beton HVFA memiliki tingkat hidrasi yang baik serta penambahan mikroba dapat menutup pori dan meningkatkan kuat tekan beton di umur awal.
Pasca perendaman selama 240 hari, beton HVFA mengalami peningkatan kuat tekan dari 64,44 MPa menjadi 77,83 MPa yang disebabkan karena reaksi pozzolan yang terus berlangsung. Terjadi yang ditandai dengan kenaikan pH, menyebabkan penurunan kuat tekan beton. Namun kuat tekan kembali naik kembali karena adanya pemadatan mikrostruktur CSH. Penetrasi klorida dan sulfat pada beton HVFA lebih karena adanya penurunan volume pori beton. Chloride binding capacity mengalami karena adanya logam dalam fly ash yang mengikat klorida. Penambahan mikroba meninggalkan yang menarik mikroba dari laut untuk masuk ke dalam beton. Mikroba yang masuk menghasilkan sehingga mempercepat terjadinya. Disisi lain, mikroba dari laut membuat lapisan sehingga menghalangi penetrasi klorida dan sulfat. Pada akhir masa perendaman diketahui variasi mikroba memiliki kadar sulfat dan klorida lebih dari variasi tanpa mikroba. Selain menghalangi penetrasi ion, turut menjaga kelembaban dalam beton ketika laut surut sehingga meningkatkan tingkat hidrasi yang ditandai dengan peningkatan kuat tekan yang lebih besar dari variasi non mikroba.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: High Volume Fly Ash, Mikroba, Sulfat, Klorida, Biofilm, High Volume Fly Ash, Microbes, Sulfate, Chloride, Biofilm
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA418.74 Corrosion and anti-corrosives
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA433 Strength of materials.
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA439 Lightweight concrete. High strength concrete.
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA681 Concrete construction
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Dzikrie Fikriyan Syah
Date Deposited: 01 Aug 2024 01:25
Last Modified: 01 Oct 2026 04:26
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/110443

Actions (login required)

View Item View Item