Kusuma, Panggi Jaya (2025) Percepatan Proyek Pembangunan Maindam Metode Time Cost Trade Off (TCTO) Pada Proyek Pembangunan Bendungan Jragung Paket 1. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
![]() |
Text
2036201007_Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only until 1 April 2027. Download (17MB) | Request a copy |
Abstract
Pada saat ini kebutuhan air semakin bertambah seiring dengan berkembangnya waktu. Dengan keadaan cuaca yang berganti kebutuhan air menyebabkan permasalahan sendiri yaitu pada musim kemarau masyarakat mengalami kekurangan persediaan air dan pada musim hujan menyebabkan kelebihan air yang menyebabkan kebanjiran. Oleh karena itu pemerintah Indonesia melakukan pembangunan bendungan untuk mengatasi masalah tersebut. Pada proyek selalu dibutuhkan suatu manajemen proyek yang baik dan benar untuk mengelola kegiatan proyek, Proyek Pembangunan Bendungan Jragung Paket 1 direncanakan dari awal Oktober 2020 sampai dengan akhir Desember 2024. Pada Proyek Pembangunan Bendungan Jragung Paket 1 mengalami keterlambatan dari segi waktu 222 hari yang disebabkan oleh konfigurasi field alat berat yang tidak sesuai.Pada penelitian proyek akhir ini penulis menggunakan metode penelitian dengan cara mengumpulkan data primer atau data yang peneliti dapatkan secara langsung dilapangan dengan cara melakukan wawancara atau pengamatan lapangan, dan data sekunder atau data yang sudah diolah oleh seseorang terlebih dahulu. Kemudian penulis mengelola data-data yang diperoleh tersebut untuk menyelesaikan studi kasus yang dibahas pada proyek akhir dengan judul “Percepatan Waktu dan Perhitungan Biaya Pembangunan Maindam Metode Time Cost Trade Off (TCTO) Pada Proyek Pembangunan Bendungan Jragung Paket 1”.Pada penelitian proyek akhir dengan judul “Percepatan Proyek Pembangunan Maindam Metode Time Cost Trade Off (TCTO) Pada Proyek Pembangunan Bendungan Jragung Paket 1” ini mengalami keterlambatan waktu selama 7 bulan atau 222 hari dari jadwal rencana selesai pada bulan Juni 2025. Pihak kontraktor dikenakan denda sebesar Rp 29.808.233.124,64 (selama keterlambatan 222 hari) dan penambahan biaya tidak langsung sebesar Rp 34.794.337.574,58, dimana biaya langsung sebesar Rp 433.439.518.254,92 jika ditotal semua maka biaya yang harus dikeluarkan hingga proyek selesai pada bulan April 2025 adalah sebesar Rp 554.230.151.653,68 (termasuk PPN 12%). Untuk menyesaikan proyek tepat waktu sesuai dengan jadwal rencana maka dilakukan sebuah percepatan proyek dengan metode Time Cost Trade Off (TCTO), proyek akan selesai tepat waktu pada bulan Oktober 2024 (untuk Pembangunan maindam Proyek Pembangunan Bendungan Jragung Paket 1). Biaya yang harus dikeluarkan yaitu biaya langsung sebesar Rp 433.439.518.254,92, biaya tidak langsung sebesar Rp 22.871.044.324,72, dan kontraktor dikenakan denda karena Proyek Pembangunan Bendungan Jragung Paket 1 terlambat 2 hari denda sebesar Rp 1.192.329.324,99, maka total biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp 512.260.159.414,19. Percepatan waktu pada proyek Pembangunan bendungan Jragung paket 1 menggunakan penambahan alat berat. Kesimpulannya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek lebih cepat 7 bulan atau 220 hari dan biaya yang dikeluarkan lebih murah melakukan percepatan proyek daripada tidak melakukan percepatan proyek. Selisih biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp 41.969.992.239,49, oleh karena itu lebih baik melakukan percepatan waktu proyek agar waktu penyelesaian proyek lebih cepat dan biaya yang dikeluarkan semakin rendah.
==================================================================================================================================
At present, the need for water is increasing along with the development of time. With changing weather conditions, the need for water causes its own problems, namely in the dry season the community experiences a shortage of water supplies and in the rainy season it causes excess water which causes flooding. Therefore, the Indonesian government is building a dam to overcome this problem. In a project, good and proper project management is always needed to manage project activities, the Jragung Dam Construction Project Package 1 is planned from early October 2020 to the end of December 2024. The Jragung Dam Construction Project Package 1 experienced delays in terms of time 222 day due to the inappropriate configuration of the heavy equipment field.In this final project research, the author uses a research method by collecting primary data or data that researchers obtain directly in the field by conducting interviews or field observations, and secondary data or data that has been processed by someone first. Then the author manages the data obtained to complete the case study discussed in the final project entitled "Time Acceleration and Calculation of Maindam Construction Costs Using the Time Cost Trade Off (TCTO) Method in the Jragung Dam Construction Project Package 1". In the final project research entitled "Acceleration of the Maindam Development Project Using the Time Cost Trade Off (TCTO) Method in the Jragung Dam Development Project Package 1", there was a delay of 7 months or 222 days from the planned completion schedule in April 2025. The contractor was subject to a fine of Rp29,808,233,124.64 (for the 222-day delay) and additional indirect costs of Rp34,794,337,574.58, where the direct costs were Rp433,439,518,254.92, if all are totaled, the costs that must be incurred until the project is completed in April 2025 are Rp554,230,151,653.68 (including 12% VAT). To complete the project on time according to the planned schedule, a project acceleration was carried out using the Time Cost Trade Off (TCTO) method, the project will be completed on time in October 2024 (for the construction of the main dam of the Jragung Dam Construction Project Package 1). The costs that must be incurred are direct costs of Rp 433,439,518,254.92, indirect costs of Rp 22,871,044,324.72, and the contractor was fined because the Jragung Dam Construction Project Package 1 was 2 days late, a fine of Rp 1,192,329,324.99, so the total cost that must be incurred is Rp 512,260,159,414.19. Time acceleration for the Jragung Dam construction project package 1 using additional heavy equipment. In conclusion, the time required to complete the project is 7 months or 220 days faster and the costs incurred are cheaper to accelerate the project than not to accelerate the project. The difference in costs that must be incurred is Rp 41,969,992,239.49, therefore it is better to accelerate the project time so that the project completion time is faster and the costs incurred are lower.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Bendungan Jragung Paket 1, Metode Time Cost Trade Off (TCTO), Percepatan Waktu dan Perhitungan Biaya, Keterlambatan waktu, denda, Jragung Dam Package 1, Time Cost Trade Off (TCTO) Method, Time Acceleration and Cost Calculation, Time delays, fines |
Subjects: | T Technology > T Technology (General) > T56.8 Project Management |
Divisions: | Faculty of Vocational > Civil Infrastructure Engineering (D4) |
Depositing User: | Panggi Jaya Kusuma |
Date Deposited: | 24 Jan 2025 07:32 |
Last Modified: | 24 Jan 2025 07:32 |
URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/116823 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |