Mu’amar, Afif Nur (2025) Analisis Stabilitas Bendungan Jragung Terhadap Beban Gempa Menggunakan Metode PSHA (Probabilistic Seismic Hazard Analysis). Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
![]() |
Text
2036201010_Ungraduated_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only until 1 April 2027. Download (19MB) | Request a copy |
Abstract
Bendungan Jragung merupakan bendungan yang berlokasi pada Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kota Semarang termasuk daerah rawan gempa bumi karena terdapat sumber aktif gempa, yaitu sesar Semarang dan sesar Ungaran, dengan adanya potensi bahaya gempa tersebut akan berakibat pada terjadinya kerusakan infrastruktur Bendungan Jragung. Peneliti melakukan analisa statik dan analisa dinamik terhadap Bendungan Jragung dengan menggunakan beban gempa MDE (Maximum Design Earthquake) dengan beberapa simulisasi pengkondisian muka air waduk. Metode analisis menggunakan PSHA (Probabilitic Seismic Hazard Analysis) untuk mengetahui potensi bahaya gempa pada lokasi bendungan, serta analisis metode statik dan dinamik untuk mengetahui stabilitas bendungan yang ditinjau, dengan acuan SNI 8064:2016 dan Pd-T 14-2004-A sebagai acuan. Analisa Pada Proyek Pemabangunan Bendungan Jragung menggunakan data gempa (time history) berasal dari USGS (United State Geological Survey) dan untuk data-data yang belum didapatkan diambil dari beberapa sumber seperti buku dan jurnal. Penulis melakukan analisa suatu lapisan tanah dengan menggunakan Program Software Geostudio 2018 kemudian memasukkan data gempa (time history) pada horizontal earthquake record dan vertical earthquake record. Hasil yang didapatkan dari analisis adalah nilai akselerasi tanah puncak (PGA) untuk titik tinjauan adalah 0,157 untuk gempa kala ulang 100 tahun dan 0,605 untuk gempa kala ulang 10.000 tahun. Dalam penentuan Ground motion yang pada lokasi tinjauan menggunakan SAP2000 sesuai SNI 1726-2012, dengan Function IBC2012 yang digunakan untuk untuk menentukan Response Spectrum. Hasil analisis statis menunjukan bahwa bendungan Jragung memiliki nilai safety factor aman yang diatas standar yang ditetapkan pada kondisi tanpa gempa dan dengan gempa OBE, tetapi dalam kondisi dengan gempa MDE memiliki nilai safety factor tidak aman. Hasil simulasi pemodelan respon dinamik menunjukan nilai displacement vertikal yang masih masuk dalam standar (tidak melebihi 2.25 m) yaitu 0.0485 m sampai 0.707 m untuk kondisi mka air waduk kosong pada setiap STA. Pada saat muka air waduk normal nilai displacement vertikal masih masuk dalam standar (tidak melebihi 2.25 m) yaitu 0.281 m sampai 2.258 m. Pada saat muka air banjir nilai displacement vertikal masih masuk dalam standar (tidak melebihi 2.25 m) yaitu 0.317 m sampai 2.273 m. Pada saat muka air rapid draw down nilai displacement vertikal masih masuk dalam standar (tidak melebihi 2.25 m) yaitu 0.231 m sampai 2.054 m. ==================================================================================================================================
Jragung Dam is located in Semarang Regency, Central Java. The city of Semarang is an earthquake-prone area because there are active earthquake sources, namely the Semarang fault and the Ungaran fault, with the potential earthquake hazard will result in damage to the Jragung Dam infrastructure. Researchers conducted static analysis and dynamic analysis of the Jragung Dam using MDE (Maximum Design Earthquake) earthquake loads with several reservoir water level conditioning simulations. The analysis method uses PSHA (Probabilitic Seismic Hazard Analysis) to determine the potential earthquake hazard at the dam site, as well as static and dynamic analysis methods to determine the stability of the dam under review, with reference to SNI 8064: 2016 and Pd-T 14-2004-A as a reference. Analysis of the Jragung Dam Construction Project uses earthquake data (time history) derived from the USGS (United State Geological Survey) and for data that has not been obtained is taken from several sources such as books and journals. The author analyzes a soil layer using the Geostudio 2018 Software Program and then enters the earthquake data (time history) on the horizontal earthquake record and vertical earthquake record. The results obtained from the analysis are the peak ground acceleration (PGA) value for the review point is 0.157 for a 100-year return period earthquake and 0.605 for a 10,000-year return period earthquake. In determining the ground motion at the review location using SAP2000 according to SNI 1726-2012, with Function IBC2012 used to determine the Response Spectrum. The results of the static analysis show that the Jragung Dam has a safe safety factor value that is above the standard set in conditions without earthquakes and with OBE earthquakes, but in conditions with MDE earthquakes it has an unsafe safety factor value. The simulation results of dynamic response modeling show that the vertical displacement value is still within the standard (not exceeding 2.25 m), namely 0.0485 m to 0.707 m for empty reservoir water level conditions at each STA. When the reservoir water level is normal, the vertical displacement value is still within the standard (not exceeding 2.25 m), namely 0.281 m to 2.258 m. When the water level is flooded, the vertical displacement value is still within the standard (not exceeding 2.25 m), namely 0.317 m to 2.273 m. At the time of rapid draw down water level, the vertical displacement value is still within the standard (not exceeding 2.25 m), namely 0.231 m to 2.054
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Gempa Bumi, PSHA, GeoStudio 2018, Bendungan Jragung, Earthquake, Jragung Dam. |
Subjects: | T Technology > TH Building construction > TH1095 Earthquakes and building |
Divisions: | Faculty of Vocational > Civil Infrastructure Engineering (D4) |
Depositing User: | AFIF NUR MU'AMAR |
Date Deposited: | 25 Jan 2025 01:33 |
Last Modified: | 25 Jan 2025 01:33 |
URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/116835 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |