Rachman, Hamim (2025) Implementasi Analytical Hierarchy Process - Promethee Dan Geographic Information System Pada Pemilihan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir Di Kabupaten Berau. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.
![]() |
Text
6010221002-Master_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only until 1 April 2027. Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Pertumbuhan penduduk kabupaten berau terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau, pertumbuhan penduduk Kabupaten Berau pada tahun 2022 mencapai 2,33 persen dengan jumlah jiwa 258,537 jiwa. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat menyebabkan kepadatan penduduk. Bertambahnya jumlah penduduk memberikan salah satu dampak negatif yaitu peningkatan jumlah sampah harian, sehingga membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi tidak layak dan kini lokasinya berada dekat dengan pemukiman warga, untuk mengurangi dampak negatif lingkungan dan masyarakat perlu dilakukan relokasi TPA. Dengan demikian penilitian ini memberikan rekomendasi atau saran untuk dilakukan pemindahan lokasi alternatif TPA. untuk membantu dalam pengambilan keputusan pemilihan lokasi alternatif TPA penelitian ini mengacu pada SNI 03-3241-1994 dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No 3/PRT/M/2013 tentang pemilihan lokasi TPA terdapat 3 tahap, tahap regional, tahap penyisih, tahap penetapan. Geographic Information System (GIS) digunakan pada tahap regional untuk menganalisis dan memetakan potensi lokasi alternatif berdasarkan data geospasial dengan metode buffering dan overlay dengan pendekatan kuantitatif binary, diperoleh zona skor 7 dan 8 yang layak untuk alternatif lokasi TPA. Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluations (PROMETHEE) digunakan pada tahap penyisih, dimana AHP untuk menghitung bobot pada setiap kriteria berdasarkan penilaian dari para expert dimana kriteria banjir memiliki bobot tersebar yaitu 0,17, bobot dari masing – masing kriteria digunakan untuk perhitungan peringkat alternatif dengan metode PROMETHEE, sehingga menjadikan lokasi 2 yaitu Simpang Pagat Bukur Kecamatan Teluk Bayur menjadi pilihan lokasi alternatif TPA dengan hasil perhitungan netflow 0,1111, sehingga lokasi alternatif TPA terpilih dapat menjadi masukan dan saran bagi pengambil keputusan khususnya pemerintah dalam perencanaan tata ruang wilayah Kabupaten Berau.
=================================================================================================================================
The population growth of Berau Regency continues to increase from year to year. Based on data from the Berau Central Bureau of Statistics (BPS), the population growth of Berau Regency in 2022 reached 2.33 percent with a total population of 258,537 people. Increasing population growth causes population density. The increase in population has one of the negative impacts, namely an increase in the amount of daily waste, making the landfill unfit and now located close to residential areas. To reduce the negative impact on the environment and society, it is necessary to relocate the landfill. Thus this research provides recommendations or suggestions for relocating alternative landfill locations. To assist in decision-making for the selection of alternative landfill locations, this research refers to SNI 03-3241-1994 and Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing No. 3/PRT/M/2013 concerning the selection of landfill locations. There are 3 stages: the regional stage, the elimination stage, and the determination stage. Geographic Information System (GIS) is used in the regional stage to analyze and map potential alternative locations based on geospatial data with buffering and overlay methods with a binary quantitative approach, obtaining score zones 7 and 8, which are feasible for alternative landfill locations. The Analytical Hierarchy Process (AHP) and the Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluations (PROMETHEE) are used at the elimination stage, where AHP is used to calculate the weight on each criterion based on the assessment of experts, where the flood criterion has a scattered weight of 0.17; the weight of each criterion is used for the calculation of alternative rankings with the PROMETHEE method. so as to make location 2, namely Simpang Pagang, thus making location 2, namely Simpang Pagat Bukur, Teluk Bayur Subdistrict, the choice of alternative landfill location with a net flow calculation result of 0.1111, so that the selected alternative landfill location can be input and suggestions for decision-makers, especially the government, in the spatial planning of Berau Regency.
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | AHP, GIS, PROMETHEE, Tempat Pembuangan Akhir, AHP, GIS, Landfill, PROMETHEE |
Subjects: | T Technology > T Technology (General) > T58.62 Decision support systems T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD898.8.C67 Waste disposal |
Divisions: | Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering (INDSYS) > Industrial Engineering > 26101-(S2) Master Thesis |
Depositing User: | HAMIM RACHMAN |
Date Deposited: | 30 Jan 2025 06:59 |
Last Modified: | 30 Jan 2025 06:59 |
URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/117113 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |