Pemodelan Kota Tiga Dimensi Untuk Analisis Kenyamanan Termal Area Perkotaan

Kumalasari, Izzah Aryana (2025) Pemodelan Kota Tiga Dimensi Untuk Analisis Kenyamanan Termal Area Perkotaan. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 6016221015-Master_Thesis.pdf] Text
6016221015-Master_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 April 2027.

Download (12MB) | Request a copy

Abstract

Peningkatan urbanisasi dan kepadatan bangunan dapat memicu adanya peningkatan suhu lingkungan, sehingga berpengaruh terhadap perubahan iklim perkotaan. Manajemen perkotaan yang responsif terhadap perubahan iklim sangat diperlukan, sehingga membutuhkan pendekatan desain perkotaan yang lebih cerdas dibandingkan sebelumnya. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi geospasial, metode konvensional dua dimensi beralih menjadi pemodelan spasial tiga dimensi yang lebih kompleks. Hal ini membawa potensi yang lebih besar dalam mendukung pengambilan keputusan yang responsif terhadap perubahan iklim dalam lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemodelan kota tiga dimensi serta kenyamanan termal area perkotaan. Akuisisi data dilkaukan menggunakan UAV drobe dengan menghasilkan 2.012 foto udara dengan hasil ortofoto yang didapatkan telah memenuhi standar peta dasar RBI skala 1:1000 kelas 2. Pemodelan tiga dimensi menghasilkan LOD 2.0 dengan klasifikasi bentuk atap dan tinggi bangunan. Uji akurasi geometri menunjukkan RMSE keliling 1,83 m dan perbedaan luas 1,67%, sementara uji validasi tinggi bangunan menghasilkan RMSE 19,96 meter, yang masih di luar toleransi standar OGC dikarenakan terdapat gedung dengan tinggi bangunan 200 m yang menjadi hambatan pengukuran di lapangan. Simulasi cuaca mikro dilakukan menggunakan ENVI-met dengan grid 50x50x25 m dan resolusi 2 m. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model LOD 2.0 mengalami penyederhanaan menjadi LOD 1.0 untuk keperluan simulasi. Terdapat batasan dalam parameter kecepatan angin dan visualisasi gedung bertingkat tinggi akibat keterbatasan sky view factor. Analisis kenyamanan termal menggunakan indeks PET menunjukkan bahwa kondisi termal bervariasi sepanjang hari, dengan kondisi nyaman pada pagi hari dan sangat panas (tidak nyaman) pada siang dan sore hari. Kawasan hotel dengan High Rise Building memiliki indeks PET yang lebih rendah dan lebih nyaman dengan nilai 24,89 – 27, 11 (0C) dibandingkan kawasan permukiman beraturan dengan Low Rise Building, yang cenderung mengalami peningkatan suhu lebih tinggi dengan nilai 39,16 – 53,68 (0C).
====================================================================================================================================
The increase in urbanization and building density can trigger a rise in environmental temperatures, thereby affecting urban climate change. Responsive urban management is essential to address these changes, requiring a smarter urban design approach than before. With advancements in geospatial science and technology, conventional two-dimensional methods have transitioned into more complex three-dimensional spatial modeling. This shift offers greater potential in supporting climate-responsive decision-making in urban environments. This study aims to analyze three-dimensional city modeling and urban thermal comfort. Data acquisition was conducted using a UAV drone, generating 2,012 aerial photographs, with the resulting orthophoto meeting the RBI base map standard at 1:1000 scale (Class 2). The 3D modeling produced Level of Detail (LOD) 2.0, including classifications of roof shapes and building heights. Geometric accuracy testing showed an RMSE perimeter of 1.83 meters and an area difference of1.67%, while building height validation resulted in an RMSE of 19.96 meters, which exceeds the OGC tolerance standard due to measurement constraints caused by buildings reaching 200 meters in height. Microclimate simulations were conducted using ENVI-met with a 50×50×25 m grid and a resolution of 2 m. The simulation results indicated that the LOD 2.0 model was simplified to LOD 1.0 for simulation purposes. There were limitations in wind speed parameter inputs and high-rise building visualization due to sky view factor constraints. Thermal comfort analysis using the Physiologically Equivalent Temperature (PET) index revealed temperature variations throughout the day, with comfortable conditions in the morning and very hot (uncomfortable) conditions in the afternoon and evening. The hotel area, categorized as High-Rise Buildings, had a lower and more comfortable PET index (24.89 – 27.11°C) compared to the structured residential area with LowRise Buildings, which tended to experience higher temperature increases, ranging from 39.16 – 53.68°C.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Envi-Met, Cuaca Mikro, Model Kota Tiga Dimensi, Kenyamanan Termal, Envi-Met, Microclimate, Three-Dimensional City Models, Thermal Comfort
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD171.75 Climate change mitigation
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Geomatics Engineering > 29101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Izzah Aryana Kumalasari
Date Deposited: 06 Feb 2025 00:32
Last Modified: 06 Feb 2025 00:32
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/117906

Actions (login required)

View Item View Item