Pengembangan Model dan Alat Ukur Readiness Smart City Indonesia

Febiyanti, Widyantari (2025) Pengembangan Model dan Alat Ukur Readiness Smart City Indonesia. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 6026222009-Master_Thesis.pdf] Text
6026222009-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 April 2027.

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Smart city yang didefinisikan sebagai wilayah perkotaan yang memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan publik, merupakan elemen kunci dalam pembangunan perkotaan modern. Dalam konteks ini, kesiapan menjadi langkah awal yang krusial untuk mengadopsi konsep smart city. Kesiapan ini tidak hanya berkaitan dengan penerapan teknologi, tetapi juga melibatkan pengelolaan sumber daya manusia, penyesuaian regulasi, kebijakan strategis, serta aspek sosial-ekonomi yang relevan. Oleh karena itu, mengukur tingkat kesiapan suatu daerah menjadi penting untuk memastikan keberhasilan implementasi smart city yang efektif dan berkelanjutan. Saat ini, belum ada model pengukuran kesiapan yang secara komprehensif dan khusus dirancang untuk membantu daerah-daerah di Indonesia menyelaraskan diri dengan kebijakan dan regulasi yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan mengekstraksi indikator-indikator kesiapan dari delapan model atau kerangka kerja yang telah ada sebelumnya. Model dan perangkat pengukuran diperoleh dari ekstraksi dan pemetaan indikator dari delapan model/framework kesiapan smart city yang ada di dunia. Pengelompokan indikator dilakukan menggunakan metode analisis tematik deduktif berbasis teori, menghasilkan 80 indikator yang dibagi menjadi lima dimensi: prasarana, sarana, utilitas umum, sumber daya manusia, dan supastruktur. Setelah mengembangkan perangkat pengukuran, dilakukan pengujian content validity dan face validity yang diberikan kepada pakar. Hasil jawaban pakar kemudian dihitung kesepakatan antar pakar menggunakan percentage of agreement. Hasil pengujian ini menghasilkan nilai 97,5% yang menunjukkan bahwa tingkat kesepakatan antara penilai sangat tinggi. Dari 80 indikator yang dikembangkan, 10 indikator dinilai tidak sesuai dengan kriteria kesiapan smart city di Indonesia oleh pakar. Dengan demikian, hasil akhir dari penelitian ini adalah perangkat pengukuran yang terdiri dari 70 indikator yang terbagi menjadi lima dimensi. Perangkat pengukuran yang dikembangkan dalam penelitian ini diharapkan dapat diaplikasikan pada pengukuran kesiapan smart city di Indonesia dan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam melakukan pengukuran kualitas serta panduan dalam mempersiapkan smart city di kota atau kabupaten.
===================================================================================================================================
Smart city defined as an urban area that utilizes information technology to improve the efficiency and effectiveness of public services, is a key element in modern urban development. In this context, readiness is a crucial first step in adopting the smart city concept. This readiness is not only related to the application of technology, but also involves human resource management, regulatory adjustments, strategic policies, and relevant socio-economic aspects. Therefore, measuring the level of readiness of a region is important to ensure the success of effective and sustainable smart city implementation. Currently, there is no readiness measurement model that is comprehensively and specifically designed to help regions in Indonesia align themselves with applicable policies and regulations. This research aims to fill the gap by extracting readiness indicators from eight existing models or frameworks. The model and measurement tools are obtained from the extraction and mapping of indicators from eight existing smart city readiness models/frameworks in the world. The grouping of indicators was done using a theory-based deductive thematic analysis method, resulting in 80 indicators divided into five dimensions: infrastructure, facilities, public utilities, human resources, and superstructure. After developing the measurement tool, content validity and face validity tests were conducted which were given to experts. The results of the expert answers were then calculated for agreement between experts using the percentage of agreement. The results of this test produced a value of 97.5% which indicates that the level of agreement between assessors is very high. From 80 indicators developed, 10 indicators were considered not in accordance with the smart city readiness criteria in Indonesia by experts. Thus, the result of this research is a measurement tool consisting of 70 indicators divided into five dimensions. The measurement tools developed in this study are expected to be applied to the measurement of smart city readiness in Indonesia and become a reference for local governments in measuring quality and guidance in preparing smart cities in cities or districts.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kesiapan Smart City, Smart City, Percentage of Agreement, Teknologi Informasi, Information Technology, Readiness Smart City, Percentage of Agreement, Smart City
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > T Technology (General) > T58.6 Management information systems
Divisions: Faculty of Intelligent Electrical and Informatics Technology (ELECTICS) > Information System > 59101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Widyantari Febiyanti
Date Deposited: 03 Feb 2025 05:55
Last Modified: 03 Feb 2025 05:55
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/117945

Actions (login required)

View Item View Item