Model dan Perangkat Pengukuran Kematangan Smart City Berdasarkan SNI ISO 37122:2019, Model Smart City Kemenkominfo, Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2022, dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014

Listianingsih, Widya (2025) Model dan Perangkat Pengukuran Kematangan Smart City Berdasarkan SNI ISO 37122:2019, Model Smart City Kemenkominfo, Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2022, dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 6026221011-Master_Thesis.pdf] Text
6026221011-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 April 2027.

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Pemerintah Indonesia telah meluncurkan Gerakan Menuju 100 Smart City pada 2017 sebagai respons terhadap adopsi teknologi dalam perkotaan modern, sebagaimana tercantum dalam Buku Panduan Penyusunan Masterplan Smart City tahun 2021. Hal ini mencerminkan upaya untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hidup warga melalui inovasi teknologi informasi dan komunikasi, sejalan dengan konsep "smart city". Meskipun upaya ini adalah langkah yang signifikan, ada kebutuhan untuk lebih memperhatikan indikator-indikator terkait dengan smart city, seperti mengadopsi SNI ISO 37122:2019 sebagai pedoman untuk Kota Cerdas, serta mempertimbangkan indikator penyediaan fasilitas layanan perkotaan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2022 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 yang berkaitan dengan urusan pemerintahan, khususnya urusan pemerintah konkuren dan urusan pemerintah umum yang menjadi wewenang pemerintah daerah Kabupaten/Kota. Selain itu, saat ini pedoman yang ada belum menyediakan model atau perangkat pengukuran yang sesuai untuk menilai tingkat kematangan smart city, terutama di Indonesia. Untuk mengisi kekosongan ini, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model dan perangkat pengukuran kematangan smart city yang memenuhi standar seperti SNI ISO 37122:2019, Model Smart City Kemenkominfo, Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2022, dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014. Penelitian ini akan menghasilkan model pemetaan yang mengintegrasikan indikator kematangan smart city dan perangkat pengukuran yang memberikan level yang mencerminkan tingkat kematangan smart city, mengacu pada peraturan dan kerangka kerja yang relevan. Pengembangan model dan perangkat pengukuran kematangan smart city ini akan menggunakan pendekatan deduktif dan metode penelitian campuran, serta menerapkan metode desain sains riset. Hasil dari penelitian ini diharapkan akan menjadi pedoman praktis bagi pemerintah daerah di Indonesia dalam pelaksanaan inisiatif smart city sesuai dengan Model Smart City Kemenkominfo, SNI ISO 37122:2019, Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2022, dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, serta membantu meningkatkan pemahaman dan pengukuran tingkat kematangan smart city secara komprehensif. ==============================================================================================================================
The Indonesian government launched the Movement Towards 100 Smart Cities in 2017 in response to the adoption of technology in modern urban areas, as outlined in the Smart City Masterplan Preparation Guidebook in 2021. This reflects efforts to enhance efficiency and the quality of life for residents through innovation in information and communication technology, in line with the concept of "Smart City". While this effort is a significant step, there is a need to pay more attention to the indicators related to Smart City, such as adopting SNI ISO 37122:2019 as a guideline for Smart Cities, as well as taking into account the indicators for the provision of urban service facilities stipulated in Government Regulation Number 59 of 2022 and Law Number 23 of 2014 relating to government affairs, particularly concurrent government affairs and general government affairs under the authority of Regency/City local governments. In addition, the current guidelines do not provide a suitable model or measurement tool to assess the maturity level of Smart City, especially in Indonesia. To fill this void, this research aims to develop a Smart City maturity measurement model and tool that meets standards such as SNI ISO 37122: 2019, Kemenkominfo Smart City Model, Government Regulation Number 59 of 2022, and Law Number 23 of 2014. This research will produce a mapping model that integrates Smart City maturity indicators and measurement tools that provide scores or levels that reflect the level of Smart City maturity, referring to relevant regulations and frameworks. The development of this Smart City maturity model and measurement tool will use a deductive approach and mixed research methods, and apply research design methods. The results of this research are expected to become practical guidelines for local governments in Indonesia in implementing Smart City initiatives in accordance with the Ministry of Communication and Information's Smart City Model, SNI ISO 37122:2019, Government Regulation Number 59 of 2022, and Law Number 23 of 2014, and help improve understanding and measurement of Smart City maturity levels comprehensively.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Model Kematangan, Model Smart City Kemenkominfo, SNI ISO 37122:2019, Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2022, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, Maturity Model, Kemenkominfo Smart City Model, Government Regulation Number 59 of 2022, Law Number 23 of 2014
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > T Technology (General) > T58.6 Management information systems
Divisions: Faculty of Intelligent Electrical and Informatics Technology (ELECTICS) > Information System > 59101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Widya Listianingsih
Date Deposited: 03 Feb 2025 20:58
Last Modified: 03 Feb 2025 20:58
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/117989

Actions (login required)

View Item View Item