Santosa, Gitta Ramania (2025) Transit Hub sebagai Ekosistem Kota: Integrasi Pembangunan Berorientasi Transit dan Non-Human Agency. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
![]() |
Text
5013201053-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only until 1 April 2027. Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Jakarta, sebagai kota dengan tingkat polusi udara tertinggi ke-10 di dunia pada tahun 2018, menghadapi tantangan urbanisasi yang kompleks. Tingginya penggunaan kendaraan pribadi yang mencapai 62,2% dari total perjalanan harian dan rendahnya penggunaan transportasi umum berbasis rel sebesar 2,3% menunjukkan kemungkinan adanya kurangnya integrasi dan aksesibilitas yang efektif. Selain itu, keterbatasan ruang hijau di kawasan perkotaan menambah dampak negatif terhadap kualitas lingkungan hidup. Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakan ekosistem mandiri yang tidak hanya mendukung mobilitas manusia, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan elemen non-manusia, seperti hewan dan tumbuhan, sebagai bagian integral dari desain. Dengan pendekatan Force-Based Framework, penelitian ini mengidentifikasi konteks, budaya, dan kebutuhan site di Lebak Bulus, salah satu titik transit utama Jakarta. Proses perancangan melibatkan analisis aset, kendala, dan tekanan dari site, yang disintesis menjadi solusi desain terpadu. Sebagai respons, rancangan ini berfokus pada re-evaluasi pusat transit untuk mengoptimalkan fungsinya sebagai lingkungan perkotaan yang mandiri, memadukan prinsip berorientasi transit dengan mempertimbangkan elemen non-manusia. Rancangan ini menghadirkan pusat transit yang mendukung prinsip ekosistem urban dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan, dimana ruang-ruang publik seperti bioswale, taman atap hijau, dan fasad hidup berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan serta mendukung keberadaan vegetasi dan fauna dalam konteks perkotaan. Hasil akhir desain berpotensi untuk meningkatkan kualitas lingkungan, mendorong penggunaan transportasi umum, dan menciptakan ruang publik yang ramah bagi semua kelompok masyarakat serta mendukung keseimbangan ekologi melalui pendekatan desain berkelanjutan. Rancangan ini tidak hanya menjadi preseden bagi pengembangan pusat transit di Jakarta, tetapi juga menawarkan paradigma baru dalam mendesain fasilitas publik yang berfungsi sebagai ekosistem perkotaan berkelanjutan, di mana manusia, alam, dan teknologi berkolaborasi untuk mencapai keseimbangan ekologis.
====================================================================================================================================
Jakarta, as the 10th most polluted city in the world in 2018, faces complex urbanization challenges. The high use of private vehicles accounting for 62.2% of total daily trips and the low use of rail-based public transportation at 2.3% indicate a possible lack of effective integration and accessibility. In addition, limited green space in urban areas adds to the negative impact on environmental quality. The goal of this design is to create a self-sustaining ecosystem that not only supports human mobility, but also considers the needs of non-human elements, such as animals and plants, as an integral part of the design. Using the Force-Based Framework approach, this research identified the context, culture, and needs of the site in Lebak Bulus, one of Jakarta's main transit points. The design process involved analyzing the assets, constraints, and pressures of the site, which were synthesized into an integrated design solution. In response, the design focuses on re-evaluating the transit center to optimize its function as a self-sustaining urban environment, combining transit-oriented principles with consideration of non-human elements. The design presents a transit center that supports the urban ecosystem principle with a more sustainable approach, where public spaces such as bioswales, green roof gardens, and living facades contribute to the improvement of environmental quality and support the presence of vegetation and fauna in an urban context. The final design outcome has the potential to improve environmental quality, encourage the use of public transportation, and create public spaces that are welcoming to all community groups and support ecological balance through a sustainable design approach. The design not only sets a precedent for the development of transit centers in Jakarta, but also offers a new paradigm in designing public facilities that function as sustainable urban ecosystems, where humans, nature, and technology collaborate to achieve ecological balance.
Item Type: | Thesis (Other) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Agen Non-manusia, Ekosistem Kota, Kawasan Berorientasi Transit |
Subjects: | N Fine Arts > NA Architecture N Fine Arts > NA Architecture > NA2542.36 Sustainable architecture N Fine Arts > NA Architecture > NA6310 Railroad stations. |
Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Architecture > 23201-(S1) Undergraduate Thesis |
Depositing User: | Gitta Ramania Santosa |
Date Deposited: | 03 Feb 2025 07:06 |
Last Modified: | 03 Feb 2025 07:06 |
URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/118004 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |