Shinta, Aprilia El (2022) Perancangan Set Peraga Mendongeng Legenda Baru Klinthing Tulungagung Sebagai Media Penunjang Pengenalan Budaya Kepada Anak Usia Dini. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
08511840000006-Undregraduate_thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Legenda Baru Klinthing Tulungagung dituturkan melalui kesenian Kentrung Sedyo Rukun yang saat ini hanya terdapat pada pertunjukkan acara tertentu saja. Legenda ini memiliki pengetahuan, sifat dan perilaku tentang nilai luhur untuk pembentukan karakter pada anak usia dini. Beriringan dengan upaya meningkatkan literasi dan mengurangi screen time pada anak usia dini, Gulung Tukar sebagai lembaga yang berupaya melestarikan legenda Baru Klinthing memerlukan sebuah media berupa set peraga untuk menunjang kegiatan mendongeng. Perancangan ini dilakukan dengan riset penelitian studi literatur, studi eksisting, observasi, dan depth interview bersama stakeholder Gulung Tukar dan depth interview naskah dengan SSGG. Studi literatur akan dilakukan untuk memahami mendongeng dan media peraga yang dipakai, perkembangan anak usia dini, perkembangan buku ilustrasi untuk anak, juga budaya dan anak-anak. Selanjutnya dilakukan riset analisis dengan menentukan big idea, konsep desain, studi eksperimental, wawancara ahli, kemudian konsep desain dievaluasi sampai dengan proses desain final. Target utama dari perancangan buku ilustrasi ini adalah anak usia dini dengan rentang usia 5-8 tahun. Perancangan ini menghasilkan 1 set peraga mendongeng berupa buku ilustrasi Astaga Naga, Flat figure puppet Naga Baru Klinthing sebagai tokoh utama, dan mask puppet tokoh Joko Bajang sebagai pemegang pesan moral tolong-menolong. Buku ilustrasi Astaga Naga menjadi media peraga utama mendongeng dengan konsep Read-A-Loud, dan penggabungan puppet pada konsep ini bertujuan untuk menonjolkan klimaks dan pesan moral tolong-menolong. Selain membaca dengan nyaring dan lantang, pendongeng melakukan interaksi kepada anak-anak secara langsung dengan memakai mask puppet Joko Bajang untuk mempelajari sifat terpuji tersebut. Perancangan ini diharapkan dapat mengenal legenda dengan cara yang menyenangkan, menstimulasi anak membaca, dan dapat mengenalkan budaya luhur sebagai upaya pembentukan karakter pada anak usia dini. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi sarana penunjang kegiatan mendongeng kolektif seni budaya dalam upaya melestarikan budaya.
===================================================================================================================================
The legend of Tulungagung Baru Klinthing is told through the art of Kentrung Sedyo Rukun which is currently only available in certain celebrations or commemoration. This legend has knowledge, nature and behavior about noble values for character building in early childhood. Along with efforts to improve literacy and reduce screen time in early childhood, Gulung Tukar as an institution that seeks to preserve Baru Klinthing legend requires a media in the form of an illustration book to support storytelling activities. The design of this illustrated book was carried out by means of literature study research, existing studies, observations, and depth interviews with Gulung Tukar stakeholders and through depth interviews with stakeholders, namely the Kentrung Gedhang Ghodog Group. Literature studies will be conducted to understand storytelling, early childhood development, development of illustration books for children, as well as culture and children. Furthermore, analytical research is carried out by determining big ideas, design concepts, experimental studies, expert interviews, then the design concepts are evaluated until the final design process. The main target of designing this illustration book is early childhood with an age range of 5-8 years. This design resulted in 1 set of storytelling props in the form of an illustrated book of Astaga Naga, Flat figure puppet of Baru Klinthing dragon as the main character, and a mask puppet of Joko Bajang as the holder of the moral message of helping each other. The Astaga Naga illustration book is the main medium for storytelling with the Read-A-Loud concept, and the incorporation of puppets in this concept aims to highlight the climax and the moral message of mutual assistance. In addition to reading aloud, storytellers interact directly with children by wearing Joko Bajang's mask puppet to learn about this commendable character. This design is expected to be able to recognize legends in a fun way, stimulate children to read, and be able to introduce noble culture as an effort to build character in early childhood. It is hoped that this design can become a supporting tool for art and culture collective storytelling activities in an effort to preserve culture.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Anak usia dini, buku ilustrasi, Boneka kertas, Legenda baru klinthing, Pengenalan budaya, Baru klinthing legend, Cultural introduction, Early childhood, Illustration books, Paper dolls. |
| Subjects: | N Fine Arts > N Visual arts (General) For photography, see TR |
| Divisions: | Faculty of Creative Design and Digital Business (CREABIZ) > Visual Communication Design > 90241-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Mr. Marsudiyana - |
| Date Deposited: | 05 Jan 2026 06:11 |
| Last Modified: | 05 Jan 2026 06:11 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/129258 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
