Maulidha, Zefira Wisna (2022) Pemetaan Geoteknik Untuk Parameter Fisis Dan Mekanis Tanah Serta Kedalaman Tanah Keras Di Kabupaten Badung Bali. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
6012201024-Master_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (11MB) | Request a copy |
Abstract
Pengembangan infrastruktur di Kabupaten Badung semakin pesat seiring dengan meningkatnya wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Badung. Dalam hal ini perlu diperhatikan beberapa aspek salah satunya adalah aspek geoteknik. Aspek geoteknik ini terkait dengan kondisi tanah di Kabupaten Badung yang beraneka ragam. Keberagaman jenis tanah di Kabupaten Badung akan berdampak kepada detailnya penyelidikan tanah yang dilakukan apabila ingin membangun suatu bangunan geoteknik, seperti pondasi, timbunan dan lain-lain. Selain itu, jenis tanah berperan penting dalam penentuan analisa geoteknik yang ingin dilakukan. Sebagai contoh, terdapatnya jenis tanah pasir jenuh lepas di Badung akan mengakibatkan potensi likuifaksi saat gempa. Selain itu, keberadaan tanah lunak di Badung akan berpengaruh terhadap penurunan tanah saat dibangunnya suatu konstruksi (misalnya pondasi, timbunan dan lain-lain). Oleh karena itu, untuk mempermudah analisa geoteknik, perlu dibuat suatu pedoman berupa peta geoteknik terkait jenis tanah, kedalaman tanah keras serta parameter fisis dan mekanis di Kabupaten Badung. Pemetaan ini akan digunakan oleh para perencana dan pelaksana di lapangan sebagai acuan awal bila akan melaksanakan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Badung. Dalam hal ini, terkait dengan pertimbangan dalam perencanaan, perancangan, dan studi kelayakan suatu proyek infrastruktur di Kabupaten Badung sehingga proyek infrastruktur akan berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk dan detail peta geoteknik serta pola persebaran jenis tanah, parameter fisis dan mekanis terkait settlement dan likuifaksi serta kedalaman tanah kerasnya di Kabupaten Badung. Metode yang digunakan dalam penelitian meliputi pengumpulan data tanah CPT, pengolahan data yaitu penentuan jenis tanah, korelasi parameter fisis dan mekanis terkait likuifaksi dan konsolidasi, korelasi nilai N-SPT berdasarkan data CPT, pemetaan geoteknik yaitu melakukan input nilai N-SPT, tahanan konus (qc), dan parameter fisis dan mekanis terkait likuifaksi dan konsolidasi pada alat bantu mapping 2D dan 3D, dan zonifikasi geoteknik nilai N-SPT, tahanan konus (qc), dan parameter fisis dan mekanis terkait likuifaksi dan konsolidasi menggunakan analisa statistik. Hasil yang didapatkan berupa peta geoteknik Kabupaten Badung dalam bentuk 2D dan 3D. Detail peta 2D berupa peta dengan persebaran tanah keras dan peta persebaran ketinggian elevasi. Detail peta 3D berupa peta persebaran nilai N-SPT, nilai tahanan konus (qc), nilai berat volume saturated (γsat), nilai angka pori (e), nilai compression index (Cc), nilai swelling index (Cs) dan nilai faktor keamanan (FS) likuifaksi. Persebaran peta 2D kedalaman tanah keras dapat disimpulkan bahwa Kecamatan Kuta Selatan memiliki variasi kedalaman 0.4 – 15 meter, Kecamatan Kuta Utara memiliki variasi kedalaman 1.5 – 5 meter, Kecamatan Kuta memiliki variasi kedalaman 1.5 – 10 meter, Kecamatan Mengwi memiliki variasi kedalaman 1.5 – 10 meter, Kecamatan Abiansemal memiliki variasi kedalaman 5 – 15 meter, Kecamatan Petang memiliki variasi kedalaman 5 – 22 meter. Hasil 3D berupa peta litologi Zona 1 dan Zona 2 dapat disimpulkan bahwa persebaran jenis tanahnya berupa clay, sandy silt, clayey silt, silty sand dan sand yang tersebar secara heterogen. Persebaran hasil 3D peta litologi Zona 3 berupa sand dan silty sand yang tersebar secara homogen. Persebaran nilai γsat pada Zona 1, Zona 2 dan Zona 3 sebesar 1.5 – 2.35 t / m3 pada titik-titik wilayahnya. Nilai qc terdistribusi senilai 0 – 200 kg/cm2 pada Zona 1, 2 dan 3. Nilai N-SPT terdistribusi senilai 0 – 60 pada Zona 1,2, dan 3. Pada Zona 1, rentang nilai compression index (Cc) adalah 0.46 – 0.66. Rentang nilai swelling index (Cs) adalah 0.1 – 0.145. Nilai angka keamanan likuifaksi (FS) < 1 mendominasi wilayah Sibang Kaja, Jagapati, Desa Sedang, Sempidi, Abianbase, Kapal, Mengwitani, Sading, Dalung, Buduk. Pada Zona 2, rentang nilai compression index (Cc) adalah 0.35 – 0.85. Rentang nilai swelling index (Cs) adalah 0.08 – 0.18. Nilai angka keamanan likuifaksi (FS) < 1 mendominasi wilayah Munggu, Buduk, Tibubeneng, Canggu, Kerobokan Kelod, Seminyak, Jimbaran, Tanjung Benoa. Pada Zona 3, rentang nilai compression index (Cc) adalah 0.53 – 0.71. Rentang nilai swelling index (Cs) adalah 0.114 – 0.15. Nilai angka keamanan likuifaksi (FS) < 1 mendominasi wilayah Pecatu, Jimbaran dan Ungasan
===================================================================================================================================
Infrastructure development in Badung Regency is growing rapidly along with tourists in Badung Regency. In this case, several aspects need to be considered, one of which is geotechnical aspect. This geotechnical aspect is related to the various soil conditions in Badung Regency. The diversity of soil types in Badung Regency will have an impact on soil investigation details if you want to build geotechnical building, such as foundation, embankment and others. In addition, soil types play an important role in making geotechnical analysis. For example, there is saturated loose sand in Badung which will cause liquefaction potential during an earthquake. In addition, the presence of soft soil in Badung will have an effect on soil subsidence during construction. Therefore, in facilitating geotechnical analysis, it is necessary to make guidelines such as geotechnical maps related to soil type, hard soil depth and physical and mechanical parameters in Badung Regency. This map will be used by planners and implementers in the field as initial guideline if they will build infrastructure in Badung Regency. In this case, it is related to considerations in planning, designing, and feasibility study of infrastructure in Badung Regency so the infrastructure will build well. This study aims to determine the shape and detail of the geotechnical map, to determine the distribution pattern of soil types, physical and mechanical parameters related to settlement and liquefaction and the depth of hard soil in Badung Regency. The methods used in this study include collecting CPT soil data, processing data namely determining soil type, correlating physical and mechanical parameters related to liquefaction and consolidation, correlating N-SPT values based on CPT data, geotechnical mapping namely inputting N-SPT values, cone resistance ( qc), and physical and mechanical parameters related to liquefaction and consolidation in 2D and 3D mapping tools, and geotechnical zoning of NSPT values, cone resistance (qc), and physical and mechanical parameters related to liquefaction and consolidation using statistical analysis. The obtained results are geotechnical maps of Badung Regency in 2D and 3D forms. 2D Detailed maps are the distribution of hard soil and elevation distribution map. 3D Detailed map are the distribution of N-SPT values, cone resistance value (qc), saturated volume weight value (γsat), pore number value (e), compression index value (Cc), swelling index value (Cs) and liquefaction safety factor (FS). The distribution of 2D maps of hard soil depth can be concluded that South Kuta District has depth variation of 0.4 – 15 meters, North Kuta District has depth variation of 1.5 – 5 meters, Kuta District has depth variation of 1.5 – 10 meters, Mengwi District has depth variation of 1.5 – 10 meters. Abiansemal District has depth variation of 5-15 meters, Petang District has depth variation of 5-22 meters. The 3D lithological map results of Zone 1 and Zone 2 can be concluded that the distribution of soil types is clay, sandy silt, clayey silt, silty sand and sand which are distributed heterogeneously. The distribution of 3D lithology map of Zone 3 is sand and silty sand which is spread homogeneously. The distribution of specific volume in Zone 1, Zone 2 and Zone 3 is 1.5 – 2.35 t / m3. The distribution of qc value is 0 – 200 kg/cm2 in Zones 1, 2 and 3. The distribution of N-SPT value is 0 – 60 in Zones 1,2, and 3. In Zone 1, the range of compression index (Cc) values is 0.46 – 0.66. The range of swelling index (Cs) values is 0.1 – 0.145. The liquefaction safety factor (FS) < 1 dominates the areas of Sibang Kaja, Jagapati, Sedang Village, Sempidi, Abianbase, Kapal, Mengwitani, Sading, Dalung, Buduk. In Zone 2, the compression index (Cc) value range is 0.35 – 0.85. The range of swelling index (Cs) is 0.08 – 0.18. The liquefaction safety value (FS) < 1 dominates Munggu, Buduk, Tibubeneng, Canggu, Kerobokan Kelod, Seminyak, Jimbaran, Tanjung Benoa. In Zone 3, the range of compression index (Cc) values is 0.53 – 0.71. The range of swelling index (Cs) is 0.114 – 0.15. The liquefaction safety score (FS) < 1 dominates Pecatu, Jimbaran and Ungasan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pemetaan geoteknik, Kabupaten Badung, settlement, likuifaksi, geotechnical mapping, Badung Regency, settlement, liquefaction |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) > S593.2 Soil Structure |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis |
| Depositing User: | Mr. Marsudiyana - |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 07:26 |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 07:26 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/129293 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
