Analisis Biaya Manfaat Pada Green Building Untuk Kategori Konservasi Air

Rahmah, Rafida (2022) Analisis Biaya Manfaat Pada Green Building Untuk Kategori Konservasi Air. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 6012201054-Master_Thesis.pdf] Text
6012201054-Master_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Green building merupakan bangunan dengan konsep berkelanjutan, yang dapat menjadi solusi efektif untuk memberikan manfaat bagi lingkungan maupun bagi pengguna bangunan itu sendiri. Isu lingkungan yang saat ini terjadi adalah lebih dari 27 juta warga Indonesia sedang mengalami krisis air bersih Penerapan konservasi air dalam desain bangunan hijau dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan krisis air dan memenuhi kebutuhan air yang semakin meningkat. Efisiensi biaya tetap menjadi pertimbangan saat melakukan investasi, tidak terkecuali investasi untuk green building. Seringkali green building dianggap membutuhkan biaya investasi yang lebih mahal daripada bangunan konvensional, padahal jika ditinjau selama umur rencana maka green building banyak memberi manfaat, salah satunya adalah penghematan air. Pada penelitian ini dilakukan analisis biaya-manfaat pada 3 skenario yang diusulkan untuk memenuhi kategori konservasi air pada green building. Skenario yang diusulkan terdiri dari beberapa alternatif, baik alternatif yang wajib dipenuhi, berdasarkan GREENSHIP untuk bangunan baru versi 1.2 dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 38 Tahun 2012, maupun yang tidak wajib seperti alternatif terkait irigasi lansekap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skenario yang memberikan nilai BCR paling optimal adalah skenario yang memenuhi alternatif maupun kriteria yang wajib berdasarkan peraturan gubernur DKI Jakarta Nomor 38 Tahun 2012 dan kriteria prasyarat pada GREENSHIP untuk Bangunan Baru versi 1.2, dan tambahan instalasi untuk efisiensi irigasi lansekap. Alternatif yang dipenuhi dalam skenario tersebut adalah adalah pemasangan meteran air, instalasi sanitair yang hemat air, sistem daur ulang termasuk STP, tangki atap, dan instalasi tangki air hujan, tangki air bersih dengan tambahan WTP untuk penggunaan sumber air alternatif dan penampungan air hujan. Untuk irigasi lansekap tambahan berupa instalasi sprinkler, digital timer, dan keran jenis solenoid valve. Dengan skenario tersebut gedung memberikan nilai BCR yang optimal, yaitu sebesar 1,4174, dengan biaya yang dikeluarkan tediri dari biaya awal, biaya perawatan serta biaya penggunaan air itu sendiri sebesar Rp7.867.173.678.552, dan benefit yang diperoleh dari penghematan air secara langsung sebesar Rp11.150.773.979.918.
===================================================================================================================================
Green building is a building with a sustainable concept, which can be an effective solution to provide benefits for the environment as well as for the building users themselves. The current environment issue is more than 27 million Indonesians severes from clean water crisis. The application of water conservation in the green buildings design can be a solution to overcome the problem of the water crisis and to meet the increasing of water needs. Cost efficiency is one of the considerations in the financial assessment including investment in green building. In theory, green buildings requires more investment costs than conventional buildings. However, using life cycle analysis, there is cost trade off between investment cost and water cost saving, which reflects the benefits of green building added features. In this study, a cost-benefit analysis was conducted in 3 proposed scenarios to meet the water conservation category in green building. The proposed scenario consists of several alternatives, both mandatory alternatives, based on GREENSHIP for new buildings version 1.2 and DKI Jakarta Governor Regulation No. 38 of 2012, as well as those that are not mandatory such as alternatives related to landscape irrigation. The results of this study indicated that optimal BCR value was derived from scenario based on the DKI Jakarta governor regulation Number 38 of 2012 and the prerequisite criteria in GREENSHIP for New Buildings version 1.2, and additional installations for landscape irrigation efficiency. That scheme includes water meter, the installation of water-saving sanitation, a recycling system including STP, and roof tanks. It was expected that the installation of rainwater tanks, clean water tanks with additional WTP for use of alternative water sources and rainwater storage. For additional landscape irrigation in the form of sprinkler installations, digital timers, and solenoid valve type faucets for planting. This scenario obtained an optimal BCR value, which is 1.4174, with the costs incurred consisting of initial costs, maintenance costs and the cost of using the water itself of Rp7.867.173.678.552, and benefit from direct water saving Rp11.150.773.979.918.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Analisis Biaya Manfaat, Bangunan Gedung Hijau, Konservasi Air, Cost-Benefit Analysis, Green Building, Water Conservation
Subjects: T Technology > TH Building construction > TH880 Sustainable buildings. Sustainable construction. Green building
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Mr. Marsudiyana -
Date Deposited: 07 Jan 2026 01:27
Last Modified: 07 Jan 2026 01:27
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/129308

Actions (login required)

View Item View Item