Sandi, Bayu Kurnia (2026) Analisis Kerentanan Rumah Tangga Petambak Bandeng Terhadap Perubahan Iklim Menggunakan Pendekatan Livelihood Vulnerability Index-IPCC di Desa Kalanganyar dan Desa Tambakcemandi Sidoarjo. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5033221050-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Perubahan iklim menjadi masalah serius yang mempengaruhi keberlangsungan usaha budidaya perikanan, terutama bagi petambak bandeng yang sangat bergantung pada kestabilan lingkungan dan iklim. Petambak sering menghadap permasalahan seperti banjir rob, kerusakan tanggul tambak, dan penurunan kualitas air, yang menunjukkan kerentanan mereka terhadap dampak perubahan iklim di Desa Kalanganyar dan Desa Tambakcemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan rumah tangga petambak bandeng menggunakan pendekatan Livelihood Vulnerability Index (LVI) dengan tujuh komponen utama mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dengan kerangka dari IPCC, ketujuh komponen ini dibagi dalam tiga dimensi kerentanan: exposure, sensitivity, dan adaptive capacity. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif dengan membandingkan tingkat kerentanan rumah tangga petambak di Desa Kalanganyar dan Desa Tambakcemandi. Hasil penelitian berdasarkan pendekatan LVI menunjukkan bahwa Desa Kalanganyar memiliki nilai kerentanan (0.312), sedangkan Desa Tambakcemandi (0.285). Berdasarkan klasifikasi Hahn et al. (2009) kedua desa termasuk kategori rentan. Kedua desa menunjukkan kontribusi nilai kerentanan tinggi pada komponen utama social network dan disusul oleh natural disasters and climate variability. Berdasarkan kerangka IPCC kedua desa memiliki tingkat kerentanan sedang, dengan nilai Kalanganyar (-0.0262) dan Tambakcemandi (-0.0233). Hasil penelitian ini memberikan gambaran mengenai kerentanan yang dihadapi petambak bandeng, yang dapat dijadikan dasar untuk rekomendasi kebijakan mitigasi perubahan iklim dan strategi adaptasi yang sesuai bagi petambak bandeng.
=====================================================================================================================================
Climate change is a serious problem that affects the sustainability of aquaculture businesses, particularly for milkfish farmers who rely heavily on stable environmental and climatic conditions. Milkfish Farmers frequently face issues such as tidal flooding, damage to pond embankments, and declining water quality, which indicate their vulnerability to the impacts of climate change in Kalanganyar Village and Tambakcemandi Village, Sedati Sub district, Sidoarjo Regency. This study aims to assess the vulnerability level of milkfish-farming households using the Livelihood Vulnerability Index (LVI) approach, which consists of seven main components covering social, economic, and environmental aspects. Within the IPCC framework, these seven components are grouped into three vulnerability dimensions: exposure, sensitivity, and adaptive capacity. This study employed a descriptive-comparative quantitative approach by comparing the vulnerability levels of aquaculture households in Kalanganyar Village and Tambakcemandi Village. The LVI results indicate that Kalanganyar Village has a vulnerability score of (0.312), while Tambakcemandi Village scores (0.285). Based on the
classification of Hahn et al. (2009), both villages fall into the vulnerable category. In both villages, the highest contributions to vulnerability come from the social networks component, followed by natural disasters and climate variability. According to the IPCC framework, both villages demonstrate a moderate level of vulnerability, with scores of (-0.0262) for Kalanganyar and (-0.0233) for Tambakcemandi. These findings provide an overview of the vulnerability faced by milkfish farmers and can serve as a basis for recommending climate change mitigation policies and appropriate adaptation strategies for milkfish farming households.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kerentanan, Perubahan Iklim, LVI, LVI-IPCC, Tambak Bandeng, Sidoarjo, Vulnerability, Climate Change, LVI, LVI-IPCC, Milkfish Ponds, Sidoarjo. |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HA Statistics > HA29 Theory and method of social science statistics H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT390+ Coastal zone management S Agriculture > S Agriculture (General) > S600.7.R35 Rain and rainfall S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions: | Faculty of Creative Design and Digital Business (CREABIZ) > Developmental Studies > 60201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Bayu Kurnia Sandi |
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 00:54 |
| Last Modified: | 12 Jan 2026 00:54 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/129377 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
