Permana, Rizky Yusuf (2022) Studi Batasan Kontrol Tekan Dan Tarik Komponen Struktur Lentur Bertulangan Mutu Tinggi Berdasarkan ACI 318. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
03111840000048-Undregraduate_thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Batas kontrol tekan dan tarik merupakan komponen penting dalam mendesain suatu balok karena berperan dalam penentuan faktor reduksi yang digunakan dalam menghitung kapasitas lentur atau momen ultimate. Penggunaan baja mutu tinggi sebagai tulangan pada balok beton bertulang menyebabkan adanya perubahan batas kontrol tekan dan tarik dikarenakan sifat baja mutu tinggi berbeda dengan baja konvensional. Peraturan ACI 318-19 mengakomodasi penggunaan baja mutu tinggi sampai garde 100 sebagai tulangan balok dengan batas kontrol tekan dan tarik yang sama untuk semua jenis tulangan. Oleh karena itu dilakukan studi batas kontrol tekan dan tarik bertulangan mutu tinggi pada balok persegi tulangan tunggal, balok persegi tulangan rangkap, dan balok T tulangan tunggal. Berdasarkan hasil analisis pada balok dengan tulangan mutu tinggi grade 80 didapatkan batas regangan kontrol tekan 0.00275 untuk balok persegi tulangan tunggal 1 layer, balok persegi tulangan rangkap, dan balok T tulangan tunggal, dan 0.00304 untuk balok persegi tulangan tunggal 2 layer. Batas regangan kontrol tarik didapatkan 0.00608 untuk balok persegi tulangan tunggal 1 layer, 0.00654 untuk tulangan tunggal 2 layer, 0.009405 untuk tulangan rangkap dengan tulangan tekan leleh, 0.007863 untuk tulangan rangkap dengan tulangan tekan belum leleh, dan 0.00745 untuk balok T tulangan tunggal. Berdasarkan peraturan ACI 318-19 pada balok persegi bertulangan tunggal 1 layer dengan grade 80 didapatkan batas regangan kontrol tekan 0.00275 dan batas regangan kontrol tarik 0.00575. Hal itu menunjukkan adanya perbedaan hasil analisis batas kontrol tarik pada masing-masing balok dengan peraturan ACI 318-19 dikarenakan batas kontrol tarik ditetapkan sebesar ......... untuk semua mutu tulangan. Hal itu kurang tepat dikarenakan pada baja tulangan mutu tinggi penambahan 0.003 untuk batas kontrol tarik terlalu kecil. Sedangkan pada baja konvensional grade 60 didapatkan batas regangan tekan 0.0021 dan batas regangan tarik 0.0051. Hal itu menunjukkan bahwa penambahan 0.003 dapat diterapkan pada baja konvensional.
======================================================================================================================================
Compressive and tensile control limits are important components in designing a beam because they play a role in determining the reduction factor used in calculating the flexural capacity or ultimate moment. The use of high-strength steel as reinforcement in reinforced concrete beams causes changes in the compression and tensile control limits because the properties of high-strength steel are different from conventional steel.accommodates the use of high-strength steel up to grade 318-19 100 as beam reinforcement with the same compressive and tensile control limits for all types of reinforcement. Therefore, a study of the compressive and tensile control limits of high-strength reinforcement was carried out on single-reinforced square beams, double-reinforced square beams, and single-reinforced T-beams. Based on the results of the analysis on beams with high-strength grade 80 reinforcement, the compressive control strain limit was found to be 0.00275 for 1-layer single-reinforced square beams, double-reinforced square beams, and single-reinforced T-beams, and 0.00304 for 2-layer single-reinforced square beams. Tensile control strain limits were found to be 0.00608 for single layer square beams, 0.00654 for single 2 layers reinforcement, 0.009405 for double reinforcement with yield-compression reinforcement, 0.007863 for double reinforcement with compression reinforcement not yet yielded, and 0.00745 for single-reinforced T-beams. Based on the ACI 318-19 regulations on single layer reinforced square beams with grade 80, the compressive control strain limit is 0.00275 and the tensile control strain limit is 0.00575. This shows that there is a difference in the results of the analysis of the tensile control limits on each beam with the ACI 318-19 regulations because the tensile control limits are set for all reinforcement qualities. This is not correct because in high strength reinforcing steel the addition of 0.003 for the tensile control limit is too small. Meanwhile, conventional steel grade 60 has a compressive strain limit of 0.0021 and a tensile strain limit of 0.0051. It shows that the addition of 0.003 can be applied to conventional steel.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Baja Mutu Tinggi, Balok Beton Bertulang, CCL, TCL., High-Quality Steel, Reinforced Concrete Beam, CCL, TCL |
| Subjects: | T Technology > TF Railroad engineering and operation > TF270 Railway structures and buildings |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Mr. Marsudiyana - |
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 02:24 |
| Last Modified: | 12 Jan 2026 02:25 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/129463 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
