Pemodelan Tingkat Mortalitas dengan Model Renshaw-Haberman dan Cairns-Blake-Dowd M6 untuk Perhitungan Dana Pensiun

Ayu, Ayesha Nashwa Farina (2026) Pemodelan Tingkat Mortalitas dengan Model Renshaw-Haberman dan Cairns-Blake-Dowd M6 untuk Perhitungan Dana Pensiun. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5006221058-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5006221058-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Tabel mortalitas memiliki peran penting dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang dana pensiun. Tabel Mortalitas Indonesia terus mengalami perkembangan sejak diluncurkannya Tabel Mortalitas Indonesia I pada tahun 1993 sampai dengan saat ini tabel mortalitas yang menjadi acuan adalah Tabel Mortalitas Indonesia IV (TMI-IV) yang diluncurkan pada tahun 2019. Tabel mortalitas yang menjadi acuan belum mampu memproyeksikan tingkat mortalitas Indonesia di masa depan. Angka harapan hidup Indonesia yang terus meningkat tiap tahunnya menyebabkan diperlukan penyesuaian tingkat mortalitas. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dilakukan pemodelan tabel mortalitas dengan menggunakan model Renshaw-Haberman dan model Cairns-Blake-Dowd M6. Data yang digunakan merupakan data tingkat kematian pusat di Indonesia jenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan usia 0-100 dari tahun 1985 hingga 2023. Berdasarkan kedua model tersebut akan dilakukan pemodelan dan peramalan tabel mortalitas untuk 45 tahun ke depan dengan menggunakan metode peramalan Random Walk with Drift (RWD) dan Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Fokus dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat mortalitas yang dihasilkan oleh kedua model, serta pengaplikasian TMI IV dan tabel mortalitas kedua model dalam perhitungan besar nilai iuran normal dan kewajiban akturia dengan menggunakan metode Projected Unit Credit (PUC). Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah pemodelan mortalitas yang paling sesuai digunakan di Indonesia untuk seluruh usia adalah model Renshaw-Haberman yang ditunjukkan dengan nilai RMSE dari tingkat kematian pusat hasil estimasi dan data aktual untuk jenis kelamin perempuan sebesar 0,003415 dan laki-laki sebesar 0,008199, yang lebih kecil daripada RMSE Model Cairns-Blake-Dowd M6. Model Renshaw-Haberman menunjukkan penurunan tingkat mortalitas yang mengakibatkan adanya longevity risk yang ditunjukkan dengan terjadi penurunan tingkat kematian pusat secara nyata di tiap tahun pengamatan. Selain itu besar iuran normal dan kewajiban aktuaria menggunakan TMI IV lebih tinggi daripada dengan menggunakan Tabel Mortalitas Model Renshaw-Haberman maupun Tabel Mortalitas Model Cairns-Blake-Dowd M6.
======================================================================================================================================
Indonesia has developed several mortality tables that play a crucial role across various fields, particularly in pension fund calculations. Since 1993, Indonesia has introduced multiple national mortality tables, starting from the Indonesian Mortality Table I (TMI-I) in 1993 up to the latest official reference, the Indonesian Mortality Table IV (TMI-IV), released in 2019. However, the existing reference mortality table is not capable of projecting Indonesia’s future mortality rates. As the country’s life expectancy continues to rise each year, adjustments to mortality assumptions are required.Therefore, this study models and forecasts mortality rates using the Renshaw–Haberman model and the Cairns–Blake–Dowd M6 model. The dataset comprises central mortality rates in Indonesia for male and female populations aged 0–100, observed from 1985 to 2023.Based on these two stochastic mortality models, mortality projections for the next 45 years are generated using Random Walk with Drift (RWD) and Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) forecasting methods. The results indicate that the Renshaw–Haberman model is the most suitable mortality model for Indonesia across all ages. This conclusion is supported by the Root Mean Square Error (RMSE) values of the estimated central death rates compared to the observed data, amounting to 0.003415 for females and 0.008199 for males, which are lower than those obtained from the Cairns–Blake–Dowd M6 model. Furthermore, the Renshaw–Haberman model captures a significant downward trend in mortality rates over time, implying the presence of longevity risk, as reflected by a substantial decline in central death rates throughout the observation period. In addition, the Normal Cost and Actuarial Liability calculated using TMI-IV are higher than those derived from both the Renshaw–Haberman and the Cairns–Blake–Dowd M6 mortality tables.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Cohort Effect, Model Renshaw-Haberman, Model Cairns-Blake-Dowd M6, Peramalan, Projected Unit Credit. Cairns-Blake-Dowd M6 Model, Cohort Effect, Forecasting, Projected Unit Credit, Renshaw-Haberman Model.
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA274.2 Stochastic analysis
Q Science > QA Mathematics > QA276 Mathematical statistics. Time-series analysis. Failure time data analysis. Survival analysis (Biometry)
Divisions: Faculty of Science and Data Analytics (SCIENTICS) > Actuaria > 94203-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Ayesha Nashwa Farina Ayu
Date Deposited: 12 Jan 2026 05:35
Last Modified: 12 Jan 2026 05:35
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/129488

Actions (login required)

View Item View Item