Tim, Libry Society (2019) Pustakawan Millenial Untuk Generasi Millineal. Libry Society, 1 (10). pp. 2-22. ISSN 1979-2735
|
Text
Libry Society_Pustakawan Millenial Untuk Generasi Millenial.pdf - Accepted Version Download (93MB) |
Abstract
Dahulu, perpustakaan menjadi sumber ilmu pengetahuan, bahkan juga simbol peradaban dari suatu kaum. Karena disitulah tersimpan koleksi beribu bahkan berjuta buku yang dikelola para pustakawan untuk dibaca para penikmat ilmu. Kalau boleh dianalogikan, buku-buku dalam perpustakaan ibarat harta karun yang tak bernilai, khusunbya dalam mengembangkan wawasan ilmu para pembacanya. Termasuk juga dalam hal ini, para ilmuwan yang mengembangkan penemuan ilmu pengetahuan barunya dengan menuliskannya dalam jurnal, monograf atau buku yang disimpan dalam perpustakaan untuk digunakan sebagai referensi bagi para ilmuwan lain. Dengan cara seperti itulah, ilmu pengetahuan berkembang secara terus-menerus serta disempurnakan dengan memanfaatkan perpustakaan sebagai mediatornya.
Maka terbayang betapa sedihnya zaman dahulu, ketika pasukan bangsa Mongol dibawah kendali Hulagu Khanmemporakporan-dakan kejayaan peradaban Islam di Baghdad, yang menjadi ibu kota Kekhalifahan Abbasiyah pada Abad ke 13. Ketika itu, mereka sengaja membakar dan membuang seluruh koleksi buku-buku perpustakaan negara sehingga tintanya yang larut dalam air, menghitamkan sungai Tigris bercampur dengan warna merah dari darah para prajurit dan penduduk yang dibantainya.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology > HM141 Leadership L Education > LC Special aspects of education > LC156 Literacy |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 10:36 |
| Last Modified: | 19 Jan 2026 10:36 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/129707 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
