Wijaya, Joharsyah Ahmadi (2026) Alternatif Perbaikan Bagi Masalah Kestabilan Lereng Pada Jalan Tol Surabaya-Gempol STA 6+350 - STA 6+475. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5012221035-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Salah satu ruas Jalan Tol Trans-Jawa yaitu Jalan Tol Surabaya-Gempol telah diresmikan sejak tahun 1986. Ruas tersebut mengalami permasalahan pada STA 6+350 – STA 6+475 dengan tinggi timbunan sekitar lima meter. Permasalahan di lapangan adalah road barrier terlepas dari tiang penyangga. Kerusakan sistem drainase di lapangan menyebabkan air hujan tidak teralirkan dengan baik dan meresap ke dalam timbunan. Hasil uji sondir menunjukkan tanah memiliki daya dukung yang baik sehingga diperlukan analisis stabilitas dengan pertimbangan fenomena cracked soil. Perencanaan sistem manajemen air hujan diperlukan beserta degan perencanaan perkuatan lereng menggunakan micropiles bambu petung dan kayu galam. Analisis dilakukan menggunakan data sekunder, pemodelan stabilitas lereng, serta perencanaan manajemen air hujan dan perkuatan. Pada kondisi tanpa manajemen air hujan, hujan lebat menyebabkan debit air yang memasuki retakan lebih besar daripada debit air yang keluar melalui bawah retakan. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan air pori sehingga SF turun dibawah 1,0. Setelah sistem manajemen air hujan diterapkan, tidak terjadi infiltrasi air tanah ketika hujan lebat dan SF meningkat menandakan kondisi lereng stabil. Hasil perencanaan drainase meliputi buis beton setengah lingkaran berdiameter 40 cm pada badan jalan dan saluran tanah trapesium setinggi 0,2 m dan lebar 0,4 m, ukuran lain tinggi 0,25 m dan lebar 0,5 m dilengkapi dengan geomembrane untuk mencegah rembesan. Total biaya perencanaan drainase sebesar Rp. 36.111.093,73. Perencanaan perkuatan tanpa manajemen air hujan didapatkan hasil kayu galam berdiameter 16 cm dan panjanng 5,05 m sebagai perkuatan paling efisien dengan harga Rp. 48.963.958,33. Evaluasi pelaksanaan menunjukkan kayu galam tidak dapat dipancang hingga kedalaman rencana akibat lapisan tanah berbatu sehingga solusi yang diusulkan adalah kombinasi manajemen air hujan dengan bronjong dan geomembrane berukuran 1×0,5×1 m. Sistem ini berfungsi mengendalikan limpasan, mencegah infiltrasi, dan menjaga kestabilan lereng, dengan total biaya sebesar Rp 198.314.900,00.
================================================================================================================================
The Surabaya–Gempol Toll Road, inaugurated in 1986, experiences stability problems at STA 6+350–STA 6+475 with an embankment height of approximately five meters. Field observations show that road barriers have detached from their supporting posts. Damage to the drainage system causes rainwater to be inadequately discharged and to infiltrate into the embankment. Although cone penetration test results indicate good soil bearing capacity, slope instability still occurs, requiring further analysis considering the cracked soil phenomenon. Therefore, a rainwater management system and slope reinforcement alternatives using bamboo petung and galam wood micropiles were evaluated. The analysis was conducted using secondary data, slope stability modeling, and the design of rainwater management and reinforcement systems. Under conditions without rainwater management, heavy rainfall causes water inflow into cracks to exceed outflow, resulting in increased pore water pressure and a safety factor (SF) below 1.0. After implementing rainwater management, infiltration during heavy rainfall can be controlled and the SF increases to more than 1.5, indicating stable slope conditions. The drainage design includes semicircular concrete U-ditches with a diameter of 40 cm along the roadway and trapezoidal earth channels at the embankment toe with dimensions of 0.2 m × 0.4 m, as well as an alternative size of 0.25 m × 0.5 m, all lined with geomembrane. The total drainage cost is IDR 36,111,093.73. Reinforcement analysis without rainwater management shows that galam wood micropiles with a diameter of 16 cm and a length of 5.05 m are the most efficient option. However, installation is not feasible due to rocky soil layers. Therefore, the proposed solution is a combination of rainwater management, gabions, and geomembrane measuring 1 × 0.5 × 1 m, with a total cost of IDR 198,314,900.00.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cracked soil, Drainase, Micropiles, Timbunan ======================================================================================================================================================= Cracked Soil, Drainage, Embankment, Micropiles |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA749 Soil stabilization T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA780 Piles and pile-driving T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements > TE215 Drainage |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Wijaya Joharsyah Ahmadi |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 07:34 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 07:34 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/129982 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
