Alternatif Perencanaan Perkuatan Lereng dengan Variasi Kepadatan Tanah Timbunan dan Jumlah Trap pada Abt A1 Bokong Semar Jembatan Pekalen, Probolinggo

Zahra, Yofi Maulida (2026) Alternatif Perencanaan Perkuatan Lereng dengan Variasi Kepadatan Tanah Timbunan dan Jumlah Trap pada Abt A1 Bokong Semar Jembatan Pekalen, Probolinggo. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5012221016-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5012221016-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (17MB) | Request a copy

Abstract

Proyek Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket 1 melintasi Sungai Pekalen dan memerlukan struktur pelindung badan jalan berupa bokong semar. Pada lokasi STA 3+161 (ABT A1 Kanan) terdapat kerusakan pada frame pasangan batu serta pada STA 3+208 (ABT A1 Kiri) terjadi longsoran parah pada bagian bawah pasangan batu. Kedua kejadian tersebut menyebabkan retakan pada perkerasan jalan di atasnya. Lokasi kelongsoran berada pada titik sondir S-1 (ABT A1 Kanan) dan titik sondir S-2 (ABT A1 Kiri) dengan konsistensi tanah permukaan didominasi dengan tanah lempung berlanau. Selain itu, pada penelitian ini diperoleh data hasil uji BH-06 (STA 3+225) dan BH-07 (STA 3+575), di mana penelitian ini difokuskan pada analisis tanah dasar BH-07 yang memiliki lapisan tanah lunak paling dalam. Kondisi tanah timbunan diduga belum dipadatkan secara optimal, ditambah tingginya curah hujan menyebabkan tekanan air pori tanah meningkat sehingga kuat geser tanah berkurang menjadi penyebab kelongsoran.Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu lalu lintas di atasnya sehingga perlu dilakukan perbaikan pada lereng tersebut. Metode yang digunakan untuk menanggulangi kelongsoran pada lereng yaitu dengan menambahkan variasi tingkat kepadatan tanah timbunan dan jumlah trap. Variasi tingkat kepadatan tanah timbunan digunakan dalam perencanaan karena kondisi lapangan yang miring dan area kerja yang terbatas digunakan. Di mana variasi tingkat kepadatan tanah timbunannya yaitu kategori rendah, sedang, dan tinggi. Sedangkan, variasi jumlah trap digunakan yaitu satu hingga tiga trap yang berfungsi untuk mengurangi gaya gravitasi yang bekerja pada lereng. Selanjutnya, variasi tersebut dikombinasikan dengan beberapa alternatif perkuatan yaitu geogrid, kombinasi gabion, geogrid, dan perforated drain pipe, serta T-Block. Analisis dilakukan dengan menggunakan data sekunder hasil uji tanah dan perangkat lunak analisa numerik stabilitas lereng untuk mengevaluasi nilai faktor keamanan (FK) pada kondisi eksisting dan setelah perbaikan serta diberi perkuatan tambahan. Dari hasil perhitungan perencanaan perkuatan lereng bokong semar tersebut diperoleh, 1) Perkuatan geogrid dengan variasi 1 trap dan kepadatan 1 (Φ= 35°) pada ABT A1 Kanan membutuhkan 15 lapis dan pada ABT A1 Kiri membutuhkan 7 lapis dengan panjang total masing-masing 144 m dan 58,5 m dengan kuat tarik 100 kN; 2) Perkuatan kombinasi gabion, geogrid, dan perforated drain pipe (Ø=10 cm) menggunakan gabion ukuran panjang 200 cm, lebar 100 cm, dan tinggi 50 cm serta panjang pipa 5 meter dengan variasi 3 trap dan kepadatan 1 (Φ= 35°) pada ABT A1 Kanan membutuhkan 10 lapis dummy dan pada ABT A1 Kiri membutuhkan 5 lapis dummy dengan panjang total masing-masing 16,5 m dan 9 m dengan kuat tarik 100 kN; 3) Perkuatan T-Block dengan variasi 2 trap dan kepadatan 1 (Φ= 35°) menggunakan ukuran lebar 40 cm, tinggi 15 cm dan tebal 24 cm pada ABT A1 Kanan membutuhkan 19 lapis dan pada ABT A1 Kiri membutuhkan 11 lapis dengan panjang total masing-masing 83 m dengan kuat tarik 75,4 kN dan 43 m dengan kuat tarik 56,5 kN. Dilihat dari biaya material yang ekonomis maka dipilih perkuatan geogrid dengan total biaya material yang dibutuhkan adalah Rp35.372.250.
==========================================================================================================================
The Probolinggo–Banyuwangi Toll Road Project Package 1 crosses the Pekalen River and requires a road embankment protection structure in the form of a retaining wall. At STA 3+161 (ABT A1 Right), there is damage to the stone masonry frame, and at STA 3+208 (ABT A1 Left), there is severe landsliding at the bottom of the stone masonry. Both incidents caused cracks in the road pavement above. The landslide locations are at sounding point S-1 (ABT A1 Right) and sounding point S-2 (ABT A1 Left), with the surface soil consistency dominated by clayey loam. In addition, this study obtained data from tests BH-06 (STA 3+225) and BH-07 (STA 3+575), which focused on analyzing the subsoil of BH-07, which has the deepest layer of soft soil. The fill soil is suspected to have not been compacted optimally, and the high rainfall has caused an increase in soil pore water pressure, reducing the soil shear strength and causing landslides. This condition is feared to disrupt traffic above it, so repairs to the slope are necessary. Methods used to mitigate landslides on the slope include varying the density of the embankment and the number of traps. Due to the sloping site conditions and limited work area, various embankment density levels were used in the design. The embankment density levels were categorized as low, medium, and high. The number of traps varied, from one to three, to reduce the gravitational force acting on the slope. These variations were then combined with several reinforcement alternatives: geogrids, combination gabions, geogrids, and perforated drain pipes, and T-Blocks. The analysis was conducted using secondary data from soil tests and numerical slope stability analysis software to evaluate the factor of safety (FK) under existing conditions and after improvements and additional reinforcement. The method used to mitigate landslides on slopes is to add variations in the density of the fill soil and the number of traps. Variations in the density of the fill soil are used in planning because of the sloping terrain and limited work area. The variations in the density of the fill soil are categorized as low, medium, and high. Meanwhile, the variation in the number of traps used is one to three traps, which serve to reduce the gravitational force acting on the slope. Furthermore, these variations are combined with several reinforcement alternatives, namely geogrid, a combination of gabion, geogrid, and perforated drain pipe, as well as T-Block. The analysis is carried out using secondary data from soil tests and numerical slope stability analysis software to
evaluate the safety factor (SF) in existing conditions and after improvement and additional reinforcement. From the results of the calculation of the reinforcement plan for the rear slope of Semar, it was obtained that 1) Geogrid reinforcement with a variation of 1 trap and density 1 (Φ= 35°) on ABT A1 Right requires 15 layers and on ABT A1 Left requires 7 layers with a total length of 144 m and 58.5 m, respectively, with a tensile strength of 100 kN; 2) Combined reinforcement of gabion, geogrid, and perforated drain pipe (Ø=10 cm) using gabions measuring 200 cm long, 100 cm wide, and 50 cm high, and pipes 5 meters long with a variation of 3 traps and a density of 1 (Φ= 35°) on ABT A1 Right requires 10 layers of dummy and on ABT A1 Left requires 5 layers of dummy with a total length of 16.5 m and 9 m respectively with a tensile strength of 100 kN; 3) T-Block reinforcement with 2 trap variations and density 1 (Φ= 35°) using a width of 40 cm, height 15 cm, and thickness 24 cm. ABT A1 Right requires 19 layers and ABT A1 Left requires 11 layers with total lengths of 83 m with a tensile strength of 75.4 kN and 43 m with a tensile strength of 56.5 kN, respectively.
Considering the economical material costs, geogrid reinforcement was chosen with a total material cost of Rp35,372,250.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Bokong Semar, Gabion, Geogrid, Jembatan Pekalen, Kepadatan Tanah Timbunan, Perforated Drain Pipe, Probolinggo, Stabilisasi Lereng, T-Block, Trap, Bokong Semar, Embankment Density, Pekalen Brigde, Probolinggo, Gabion, Geogrid, Perforated Drain Pipe, Trap, T-Block
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA749 Soil stabilization
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Yofi Maulida Zahra
Date Deposited: 23 Jan 2026 07:31
Last Modified: 23 Jan 2026 07:31
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/130227

Actions (login required)

View Item View Item