Sary, Anisha Rachma (2026) Evaluasi Hasil Perbaikan Tanah Metode Preloading Didasarkan pada Hasil Monitoring Settlement Plate di Lapangan dan Perencanaan Alternatif Timbunannya Menggunakan Material Mortar Busa Studi Kasus: Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Seksi 3 Akses Road Simpang Susun Besuki STA 0+400-1+000. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5012221030-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (29MB) | Request a copy |
Abstract
Akses road Simpang Susun Besuki pada proyek Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi berada pada STA 0+000–1+300, dengan kondisi kritis pada STA 0+400–1+000 berupa timbunan setinggi 3–11 m di atas tanah dasar lunak dengan nilai N-SPT < 10 hingga kedalaman 10–15 m. Perbaikan tanah dilakukan menggunakan metode replacement sedalam 1–2 m dan preloading setinggi 2–3 m yang dikombinasikan dengan pemasangan Prefabricated Vertical Drain (PVD) pola segi empat sedalam 10 m dengan jarak 1 m. Monitoring pemampatan menggunakan settlement plate menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan hasil perhitungan empiris. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemampatan aktual di lapangan jauh lebih kecil dibandingkan dengan hasil perhitungan dan memiliki kecenderungan menyerupai pemampatan tanah tanpa PVD, sehingga mengindikasikan bahwa percepatan konsolidasi tidak berlangsung optimal. Kondisi ini disebabkan oleh ketidaksesuaian parameter tanah antara data perencanaan dan kondisi aktual di lapangan serta kinerja PVD yang kurang optimal akibat adanya lapisan material replacement yang menghambat aliran air pori. Evaluasi menunjukkan bahwa nilai sisa pemampatan masih cukup besar sehingga diperlukan penanganan berupa pekerjaan overlay. Analisis stabilitas timbunan eksisting menunjukkan bahwa pada STA 0+800 - 1+000 diperoleh nilai faktor keamanan kurang dari 1,5, sehingga memerlukan perkuatan tambahan. Perkuatan menggunakan sheet pile direkomendasikan sebagai perkuatan tambahan pada timbunan eksisting yang telah diperkuat dengan geotextile karena lebih efisien dengan jumlah elemen perkuatan yang lebih sedikit dan pelaksanaan konstruksi yang minim gangguan. Selain itu, dilakukan perencanaan timbunan alternatif menggunakan timbunan ringan berupa kombinasi tanah dan mortar busa yang dilengkapi perbaikan tanah dengan PVD. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kombinasi tanah dengan mortar busa sebesar 25% dan PVD merupakan alternatif paling optimal karena mampu mengurangi beban timbunan dan memenuhi kriteria stabilitas. Pada tinggi timbunan akhir 3, 5, dan 7 m, timbunan dinyatakan stabil tanpa perkuatan tambahan, sedangkan perkuatan geotextile hanya diperlukan pada tinggi timbunan akhir 9 dan 11 m. Dengan demikian, perencanaan timbunan alternatif ini dinilai efektif dan efisien untuk diterapkan pada kondisi tanah lunak yang serupa maupun sebagai opsi perencanaan ulang.
=================================================================================================================================
The Besuki Interchange access road of the Probolinggo–Banyuwangi Toll Road Project extends from STA 0+000 to STA 1+300, with critical conditions at STA 0+400–1+000, where embankment heights range from 3 to 11 m over soft subsoil with N-SPT values below 10 to depths of 10–15 m. Ground improvement was implemented using soil replacement to a depth of 1–2 m and preloading of 2–3 m, combined with Prefabricated Vertical Drains (PVD) installed in a square pattern with a depth of 10 m and 1 m spacing. Settlement monitoring using settlement plates revealed significant discrepancies compared with empirical predictions. The analysis shows that actual field settlements are much smaller than calculated values and exhibit behavior similar to soil without PVD, indicating that consolidation acceleration was not optimal. This condition is caused by discrepancies between design soil parameters and actual field conditions, as well as suboptimal PVD performance due to the presence of a replacement material layer that hindered pore water flow. The evaluation indicates that residual settlement remains relatively large, requiring remedial measures in the form of overlay works. Stability analysis of the existing embankment shows safety factor values below 1.5 at STA 0+800–1+000, necessitating additional reinforcement. Sheet pile reinforcement is recommended for the existing embankment already reinforced with geotextile, as it achieves the required safety factor with fewer reinforcement elements and minimal construction disturbance. In addition, an alternative embankment design using lightweight fill consisting of a soil–foamed mortar combination with PVD was developed. The results indicate that a combination of soil with 25% foamed mortar and PVD is the most optimal alternative, as it effectively reduces embankment loads and satisfies stability criteria. Embankments with final heights of 3, 5, and 7 m are stable without additional reinforcement, whereas geotextile reinforcement is only required for final heights of 9 and 11 m. Accordingly, this alternative design is considered effective and efficient for similar soft soil conditions or redesign applications.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Micropile, Mortar Busa, Prefabricated Vertical Drain (PVD), Preloading, Settlement, Sheet Pile, Foam Mortar |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA749 Soil stabilization |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Anisha Rachma Sary |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 07:25 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 07:25 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/130232 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
