The Importance Of Digital Collaboration For Port Resilience: Case Study On Public Ports In Indonesia

Lasse, Rio Theodore Natalianto (2026) The Importance Of Digital Collaboration For Port Resilience: Case Study On Public Ports In Indonesia. Doctoral thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 7032231021-Doctoral.pdf] Text
7032231021-Doctoral.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

The port sector is a critical node in the global supply chain, facing increasing pressures from disruptions such as natural disasters, economic volatility, and cyber threats. To ensure sustained operations and competitiveness, ports must adopt resilient practices that integrate digital technologies and foster collaboration among stakeholders. However, the Indonesian port ecosystem remains fragmented in terms of inter-terminal integration, digital infrastructure maturity, and coordination across port subsidiaries. The rise of Industry 4.0 has intensified the need for digital collaboration as a mechanism enabling real-time information sharing and joint decision-making among port stakeholders. This study explores the role of digital collaboration in enhancing port resilience within Indonesian public ports. Transformational leadership and human capital capability serve as organizational enablers driving digital collaboration, while integrated port provides the technical infrastructure facilitating such collaboration. Digital collaboration functions as a bridging mechanism converting these organizational capabilities into resilience outcomes. The study employs Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to analyze survey data from 165 Indonesian public port respondents. Grounded in prior port resilience literature, this research analyzes the relationships wherein transformational leadership and human capital capability influence digital collaboration, integrated port systems affect both digital collaboration and port resilience directly, and digital collaboration mediates the pathway from integration to resilience. The results show that transformational leadership has a strong positive effect on digital collaboration (β = 0.435, p < 0.001). However, human capital capability does not significantly affect digital collaboration (β = 0.077, p = 0.441), suggesting that workforce capabilities require activation through enabling organizational conditions. Integrated port systems demonstrate a substantial direct positive effect on port resilience (β = 0.387, p < 0.001), while digital collaboration also significantly contributes to port resilience (β = 0.232, p = 0.010). The mediation analysis confirms that digital collaboration partially mediates the relationship between integrated port systems and port resilience (β = 0.089, p = 0.007). These findings demonstrate that port resilience emerges through complementary dual pathways combining technical infrastructure and behavioral coordination. The study provides recommendations for port companies to foster resilient operations through strategic investments in integration platforms, leadership development, and stakeholder coordination.
==================================================================================================================================
Sektor pelabuhan merupakan simpul strategis dalam rantai pasok global yang menghadapi tekanan semakin kompleks akibat berbagai gangguan, seperti bencana alam, volatilitas ekonomi, dan ancaman siber (cyber-attack). Untuk menjamin keberlanjutan operasional dan meningkatkan daya saing, pelabuhan dituntut untuk mengadopsi praktik resiliensi yang mengintegrasikan teknologi digital serta memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan. Namun demikian, ekosistem pelabuhan di Indonesia masih menunjukkan tingkat fragmentasi yang relatif tinggi, baik dari aspek integrasi antar terminal, tingkat kematangan infrastruktur digital, maupun koordinasi lintas entitas pengelola pelabuhan. Perkembangan Industri 4.0 semakin menegaskan urgensi kolaborasi digital sebagai mekanisme yang memungkinkan pertukaran informasi secara waktu nyata (real-time) dan pengambilan keputusan bersama di antara para pemangku kepentingan pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kolaborasi digital dalam meningkatkan resiliensi pelabuhan pada pelabuhan umum di Indonesia. Kepemimpinan transformasional dan kapabilitas sumber daya manusia diposisikan sebagai aspek pendorong organisasional yang mendukung terwujudnya kolaborasi digital, sementara sistem pelabuhan terintegrasi berperan sebagai infrastruktur teknis yang memfasilitasi proses kolaborasi tersebut. Dalam kerangka ini, kolaborasi digital berfungsi sebagai mekanisme penghubung yang mentransformasikan kapabilitas organisasional dan teknis menjadi capaian resiliensi pelabuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan memanfaatkan data survei yang diperoleh dari 165 responden manajerial pada pelabuhan umum di Indonesia. Dengan berlandaskan pada literatur resiliensi pelabuhan, penelitian ini menguji hubungan antara kepemimpinan transformasional, kapabilitas sumber daya manusia, sistem pelabuhan terintegrasi, kolaborasi digital, dan resiliensi pelabuhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kolaborasi digital (β = 0,435; p < 0,001). Sebaliknya, kapabilitas sumber daya manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap kolaborasi digital (β = 0,077; p = 0,441), yang mengindikasikan bahwa kapabilitas tenaga kerja memerlukan aktivasi melalui kondisi organisasional yang mendukung. Sistem pelabuhan terintegrasi terbukti memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap resiliensi pelabuhan (β = 0,387; p < 0,001), sedangkan kolaborasi digital juga memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap resiliensi pelabuhan (β = 0,232; p = 0,010). Lebih lanjut, hasil analisis mediasi menunjukkan bahwa kolaborasi digital memediasi secara parsial hubungan antara sistem pelabuhan terintegrasi dan resiliensi pelabuhan (β = 0,089; p = 0,007). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi pelabuhan terbentuk melalui jalur ganda yang saling melengkapi, yaitu melalui penguatan infrastruktur teknis dan peningkatan koordinasi perilaku. Penelitian ini merekomendasikan agar perusahaan pelabuhan melakukan investasi strategis pada pengembangan platform integrasi, penguatan kepemimpinan, dan peningkatan koordinasi antarpemangku kepentingan guna mewujudkan operasi pelabuhan yang berkelanjutan dan resilien.

Kata kunci: resiliensi pelabuhan, kolaborasi digital, pelabuhan cerdas, pelabuhan terintegrasi, kepemimpinan transformasional

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Port Resilience, Digital Collaboration, Smart Port, Integrated Port, Transformational Leadership
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T174.5 Technology--Risk assessment.
Divisions: Interdisciplinary School of Management and Technology (SIMT) > 66105-Doctor of Technology Management (DMT)
Depositing User: Rio Theodore Natalianto Lasse
Date Deposited: 23 Jan 2026 09:12
Last Modified: 23 Jan 2026 09:12
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/130249

Actions (login required)

View Item View Item