Giansiswi, Probowati Isworo (2026) Potensi Serapan Karbon Dioksida Pada Revegetasi Area Penambangan Batu Gamping. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
6014232014_Master-Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Industri pertambangan batu gamping berperan penting dalam penyediaan bahan baku industri strategis, namun aktivitas ini menimbulkan dampak lingkungan berupa degradasi lahan, residu padat, dan emisi karbon dioksida (CO₂). Proses dekarbonasi batu gamping melepaskan CO₂ dalam jumlah besar, meskipun secara alami batu gamping juga mampu menyerap karbon melalui mekanisme karbonasi. Di sisi lain, revegetasi lahan pasca tambang dengan tanaman pangan dapat menjadi solusi mitigasi sekaligus mendukung produktivitas lahan. Jagung (Zea mays) dan kacang tanah (Arachis hypogaea) dipilih sebagai tanaman revegetasi karena bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat petani sekitar tambang dan kontribusinya terhadap serapan CO2 melalui biomassa dan laju pertambahan tinggi relatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kapasitas serapan CO2 antara tanah gamping, tanaman jagung (Zea mays), dan kacang tanah (Arachis hypogaea). Studi literatur dilakukan untuk memperkuat dasar teoritis, sementara data sekunder diperoleh dari laporan tambang, curah hujan, dan data lingkungan daerah. Data primer diperoleh melalui penelitian pendahuluan berupa propagasi dan aklimatisasi jagung dan kacang tanah, dilanjutkan penelitian utama menggunakan perlakuan variasi amandemen pupuk kandang dan asam humat. Parameter fisik, kimia, dan biologi tanah diamati, sedangkan serapan CO₂ diukur menggunakan CO₂ meter setiap 7 hari sekali. Hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif dan diuji secara statistik dengan ANOVA two-way untuk melihat perbedaan signifikan antar perlakuan. Potensi serapan CO₂ berbeda tergantung pada kondisi kelembaban dan perlakuan amandemen. Serapan CO₂ tertinggi pada kondisi basah dicapai oleh tanah gamping, yaitu 9,65 mg/m²/menit, sedangkan pada kondisi kering serapan tertinggi ditunjukkan oleh jagung Perkasa, yaitu 15,87 mg/m²/menit. Secara umum, perlakuan kering menunjukkan nilai yang lebih tinggi karena tanah gamping pada kondisi ini tidak maksimal menyerap CO2. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa laju serapan CO₂ dan pertumbuhan tanaman secara signifikan dipengaruhi oleh waktu tinggal dalam reaktor dan jenis amandemen tanah. Kombinasi tanah gamping dengan asam humat dan pupuk kandang merupakan media tanam terbaik dalam meningkatkan serapan CO₂ dan laju pertumbuhan tanaman. Jagung bekerja optimal pada kondisi tanah kering, sedangkan tanah gamping lebih adaptif pada kondisi basah, menegaskan bahwa tanaman dan tanah gamping dapat dikombinasikan secara bergantian di musim kemarau dan penghujan sebagai sarana serapan CO2.
======================================================================================================================================
The limestone mining industry plays a vital role in providing strategic industrial raw materials. However, this activity has environmental impacts in the form of land degradation, solid residues, and carbon dioxide (CO₂) emissions. The limestone decarbonization process releases large amounts of CO₂, although limestone naturally absorbs carbon through carbonation mechanisms. Furthermore, revegetating post-mining land with food crops can be a mitigation solution while also supporting land productivity. Corn (Zea mays) and peanuts (Arachis hypogaea) were chosen as revegetation crops due to their high economic value for farming communities surrounding the mine and their contribution to CO₂ sequestration through biomass and relative height increase. This study aims to analyze and compare the CO₂ sequestration capacity of limestone soil, corn (Zea mays), and peanuts (Arachis hypogaea). A literature review was conducted to strengthen the theoretical basis, while secondary data was obtained from mining reports, rainfall, and regional environmental data. Primary data were obtained through preliminary research in the form of propagation and acclimatization of corn and peanuts, followed by the main research using various treatments of manure and humic acid amendments. Physical, chemical, and biological parameters of the soil were observed, while CO₂ uptake was measured using a CO₂ meter once every 7 days. The results of the observations were analyzed descriptively and tested statistically with a two-way ANOVA to see significant differences between treatments. The potential for CO₂ uptake differed depending on the humidity conditions and amendment treatments. The highest CO₂ uptake in wet conditions was achieved by limestone soil, namely 9.65 mg/m²/minute, while in dry conditions the highest uptake was shown by Perkasa corn, namely 15.87 mg/m²/minute. In general, the dry treatment showed higher values because limestone soil in this condition does not optimally absorb CO2. The ANOVA results showed that the rate of CO₂ uptake and plant growth were significantly influenced by the residence time in the reactor and the type of soil amendment. The combination of limestone soil with humic acid and manure is the best growing medium for increasing CO₂ absorption and plant growth rates. Corn performs optimally in dry soil conditions, while limestone soil is more adaptable to wet conditions, confirming that plants and limestone soil can be combined alternately during the dry and rainy seasons as a means of CO₂ absorption.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Serapan CO₂, Gamping, Asam Humat, Pupuk Kandang, CO₂, Limestone, Humic Acid, Animal Manure |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD192.5 Bioremediation T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD192.75 Phytoremediation. T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD883.5 Air--Pollution |
| Divisions: | Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > 25101-(S2) Master Thesis |
| Depositing User: | Probowati Isworo Giansiswi |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 04:34 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 04:34 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/130426 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
