Marojahan, Ryan Daniel (2026) Perancangan Geometrik dan Perkerasan Jalan Tol KUTEPAT Seksi 5 Segmen Simpang Panei-Sidamanik. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
50112221178-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (24MB) | Request a copy |
Abstract
Jalan Tol merupakan fasilitas transportasi darat yang dapat dipergunakan sebagai fasilitas untuk membantu masyarakat. Adanya pembangunan infrastruktrur jalan tol dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu proyek strategis adalah adanya pembangunan infrastruktur Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kutepat) di Sumatera Utara yang merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera. Jalan tol ini bertujuan untuk mempermudah akses dari Kota Medan menuju Danau Toba sebagai Kawasan Pariwisata Strategis Nasional (KSPN). Jalan Tol Kutepat ini memiliki 6 seksi dimana pada saat ini pembangunan baru mencapai Seksi 4, sementara belum adanya pembahasan lanjutan untuk Seksi 5 dan 6. Didasari dengan kondisi saat ini Jalan Tol Kutepat Seksi 5 dijadikan sebagai objek dalam melakukan perancangan geometrik dan perkerasan jalan dengan mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan pengendaran sesuai dengan standar yang berlaku di Indonesia. Perancangan geometrik dan tebal perkerasan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sekitar jalan tol tersebut yang menuju pada Sustainable Development Goals ke 8 (SDG’s 8) tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta menambah panjang jalan tol di Provinsi Sumatera Utara yang menuju pada Sustainable Development Goals ke 9 (SDG’s 9) tentang inovasi dan infrastruktur. Dalam perancangan geometrik dan perkerasan jalan ini berpedoman pada Peraturan Bina Marga untuk Perencanaan Geometrik Jalan Bebas Hambatan No.007/BM/2009, Peraturan Bina Marga untuk Pedoman Geometrik Jalan No.13/P/BM/2021, Manual Desain Perkerasan Jalan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga No.03/M/BM/2024, untuk perhitungan kebutuhan biaya berpedoman pada Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) Provinsi Sumatera Utara. Hasil perencanaan Jalan Tol Kutepat Seksi 5 Segmen Simpang Panei – Sidamanik memiliki panjang 22,298 km dengan tebal AC-WC 80 mm, AC-BC 50 mm, CTB 150 mm untuk perkerasan lentur dengan anggaran biaya selama umur rencana 40 tahun sebesar Rp 801.941.641.681,51 dan tebal perkerasan beton semen 330 mm untuk perkerasan kaku dengan anggran biaya selama umur rencana 40 tahun sebesar Rp 753.426.090.164,85 sehingga digunakan perkerasan kaku dalam perencanaan jalan tol karena dinilai lebih ekonomis.
===============================================================================================================================
Toll roads are land transportation facilities that can be utilized to assist the public. The development of toll road infrastructure can enhance interregional connectivity, accelerate the distribution of goods and services, and drive national economic growth. One of the strategic projects is the construction of the Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kutepat) Toll Road in North Sumatra, which is part of the Trans-Sumatra Toll Road network. This toll road aims to improve access from Medan City to Lake Toba, which has been designated as a National Strategic Tourism Area (KSPN). The Kutepat Toll Road consists of six sections, with construction currently only reaching Section 4. There has been no further discussion regarding Sections 5 and 6. Based on this current condition, Section 5 of the Kutepat Toll Road has been selected as the object of study for geometric and pavement design, prioritizing aspects of safety and driving comfort in accordance with applicable standards in Indonesia. The design of road geometry and pavement thickness can enhance economic growth in the areas surrounding the toll road, contributing to Sustainable Development Goal 8 (SDG’s 8) on decent work and economic growth and also increasing the length of toll roads in North Sumatra Province, contributing to Sustainable Development Goal 9 (SDG’s 9) on industry, innovation and infrastructure. The design process is based on the following regulations, Peraturan Bina Marga untuk Perencanaan Geometrik Jalan Bebas Hambatan No.007/BM/2009, Peraturan Bina Marga untuk Pedoman Geometrik Jalan No.13/P/BM/2021, Manual Desain Perkerasan Jalan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga No.03/M/BM/2024, Cost estimation refers to the Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) Provinsi Sumatera Utara. The planning results for the Kutepat Toll Road Section 5, Simpang Panei–Sidamanik Segment, indicate a length of 21.298 km, with pavement layer thicknesses of 80 mm AC-WC, 50 mm AC-BC, and 150 mm CTB for flexible pavement, with a total life-cycle cost over a 40-year design life of IDR 801.941.641.681,51. The rigid pavement alternative uses a cement concrete pavement thickness of 330 mm, with a total life-cycle cost over the same 40-year design life of IDR 753.426.090.164,85. Therefore, rigid pavement is selected for the toll road design because it is considered more economical.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
