Analisis Stabilitas Lereng Pada Penanganan Longsoran Ruas Jalan Batas Kabupaten Tana Toraja - Enrekang KM 240+400

Saputro, Oktavian Dwi (2026) Analisis Stabilitas Lereng Pada Penanganan Longsoran Ruas Jalan Batas Kabupaten Tana Toraja - Enrekang KM 240+400. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 6012241059-Master_Thesis.pdf] Text
6012241059-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Ruas jalan Batas Kabupaten Tana Toraja - Enrekang merupakan jalur vital di Sulawesi Selatan yang melintasi area perbukitan dengan intensitas curah hujan tinggi, menjadikannya sangat rentan terhadap ketidakstabilan tanah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peristiwa tanah longsor di KM 240+400 pada 3 Mei 2024 yang mengakibatkan terganggunya akses transportasi. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis mekanisme penyebab keruntuhan, mengevaluasi kinerja desain perkuatan eksisting, serta merencanakan alternatif penanganan yang paling efektif dan efisien. Analisis stabilitas lereng dilakukan menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method) berbasis perangkat lunak Plaxis 2D, dengan membandingkan parameter tanah konvensional dan pendekatan cracked soil. Hasil analisis penyebab longsor memperlihatkan bahwa metode konvensional menghasilkan Faktor Keamanan (SF) 1,69 yang bias karena tidak menggambarkan kondisi aktual keruntuhan. Sebaliknya, pendekatan cracked soil memvalidasi mekanisme kegagalan dengan nilai SF kritis 0,42 yang membuktikan bahwa hilangnya kohesi dan kejenuhan tanah menjadi pemicu utama. Evaluasi desain eksisting (Timbunan dengan Geotekstil) menunjukkan nilai SF 1,61 yang aman namun memerlukan biaya tinggi. Oleh karena itu, dilakukan analisis terhadap tiga alternatif desain yaitu Optimalisasi Timbunan dengan Geotekstil, perkuatan Dinding Penahan Tanah (DPT), dan Bronjong. Simulasi numerik menunjukkan bahwa Optimalisasi Timbunan dengan Geotekstil menghasilkan SF 1,68, DPT sebesar 1,53, dan Bronjong sebesar 1,69. Berdasarkan matriks perbandingan teknis dan ekonomis, Optimalisasi Timbunan dengan Geotekstil direkomendasikan sebagai alternatif terbaik. Metode ini dipilih karena menawarkan stabilitas yang tinggi serta efisiensi biaya konstruksi yang signifikan dibandingkan desain eksisting, menjadikannya solusi mitigasi bencana yang paling optimal.
======================================================================================================================================
The Tana Toraja - Enrekang Regency boundary road section is a vital route in South Sulawesi traversing a hilly area with high rainfall intensity, making it highly prone to soil instability. This research is motivated by the landslide event at KM 240+400 on May 3, 2024, which resulted in the disruption of transport access. The main objective of this study is to analyze the failure mechanism, evaluate the performance of the existing reinforcement design, and plan the most effective and efficient handling alternatives. Slope stability analysis was conducted using the Finite Element Method (FEM) based on Plaxis 2D software, by comparing conventional soil parameters and the cracked soil approach. The landslide causal analysis results indicate that the conventional method yielded a Safety Factor (SF) of 1.69, which is biased as it does not represent the actual failure condition. Conversely, the cracked soil approach validated the failure mechanism with a critical SF value of 0.42, proving that the loss of cohesion and soil saturated was the primary trigger. Evaluation of the existing design (Embankment with Geotextile) showed a safe SF value of 1.61 but required high costs. Therefore, an analysis was conducted on three alternative designs: Embankment Optimization with Geotextile, Retaining Wall (DPT) reinforcement, and Gabions. Numerical simulations showed that Embankment Optimization with Geotextile yielded an SF of 1.68, the Retaining Wall yielded 1.53, and Gabions yielded 1.69. Based on the technical and economic comparison matrix, Embankment Optimization with Geotextile is recommended as the best alternative. This method was selected because it offers high stability as well as significant construction cost efficiency compared to the existing design, making it the most optimal disaster mitigation solution.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Stabilitas Lereng, Plaxis 2D, Cracked Soil, Faktor Keamanan. Slope Stability, Plaxis 2D, Cracked Soil, Safety Factor.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA169.5 Failure analysis
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA455.S6 Soil (Materials of engineering and construction)
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Oktavian Dwi Saputro
Date Deposited: 26 Jan 2026 08:30
Last Modified: 26 Jan 2026 08:30
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/130529

Actions (login required)

View Item View Item