Sarak, Novyanti (2026) Analisis Sistem Perkuatan Lereng Jalan Eksisting dan Perencanaan dan Perencanaan Perkuatan Tambahan. Studi Kasus : Ruas Jalan Bts. Kab. Tator - Enrekang KM 227 + 700. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
6012241063-Master_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (19MB) | Request a copy |
Abstract
Ruas Jalan Nasional Bts. Kab. Tana Toraja – Enrekang di KM 227+700 mengalami longsor pada tahun 2025, mengakibatkan sebagian badan jalan amblas dan berdampak terhadap kelancaran lalu lintas antar berberapa kabupaten yang dihubungkan oleh ruas jalan tersebut. Kegagalan lereng diduga dipicu oleh tingginya curah hujan serta kurangnya sistem manajemen air permukaan, terutama karena lokasi longsor berada pada zona kantong air yang menerima akumulasi limpasan dari elevasi lebih tinggi. Hasil investigasi geoteknik dan pengeboran menunjukkan bahwa lereng tersusun atas lapisan timbunan tanah dan lempung jenuh, dengan muka air tanah yang relatif dangkal dan tingkat kejenuhan tinggi, menjadikannya sangat rentan terhadap kelongsoran. Penanganan awal dilakukan dengan pemasangan geotekstil dan saluran drainase permukaan, namun hingga saat ini efektivitas sistem tersebut belum diverifikasi secara teknis maupun numerik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem perkuatan eksisting dan merancang alternatif tambahan yang lebih efektif berdasarkan kondisi lapangan. Analisis dilakukan secara numerik menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM), dengan pendekatan cracked soil untuk memodelkan pengaruh retakan internal tanah terhadap kestabilan lereng. Stabilitas lereng diuji dan ditunjau, dua alternatif juga dilakukan yaitu kombinasi perkuatan eksisting dengan bored pile dan kombinasi Dinding penahan tanah (DPT) dan bored pile. Model simulasi memperhitungkan curah hujan kondisi musim hujan dan kemarau untuk merepresentasikan perubahan tekanan air pori. Output berupa distribusi tegangan, pola deformasi, dan nilai faktor keamanan (FK) dibandingkan antar skenario. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi teknis yang terukur terhadap sistem perkuatan lereng yang paling efektif, serta menjadi rujukan dalam mitigasi bencana longsor di wilayah perbukitan dengan karakteristik tanah jenuh, khususnya di daerah rawan seperti Kabupaten Tana Toraja
======================================================================================================================================
Ruas Jalan Nasional Bts. Kab. Tana Toraja – Enrekang di KM 227+700 mengalami longsor pada tahun 2025, mengakibatkan sebagian badan jalan amblas dan berdampak terhadap kelancaran lalu lintas antar berberapa kabupaten yang dihubungkan oleh ruas jalan tersebut. Kegagalan lereng diduga dipicu oleh tingginya curah hujan serta kurangnya sistem manajemen air permukaan, terutama karena lokasi longsor berada pada zona kantong air yang menerima akumulasi limpasan dari elevasi lebih tinggi. Hasil investigasi geoteknik dan pengeboran menunjukkan bahwa lereng tersusun atas lapisan timbunan tanah dan lempung jenuh, dengan muka air tanah yang relatif dangkal dan tingkat kejenuhan tinggi, menjadikannya sangat rentan terhadap kelongsoran. Penanganan awal dilakukan dengan pemasangan geotekstil dan saluran drainase permukaan, namun hingga saat ini efektivitas sistem tersebut belum diverifikasi secara teknis maupun numerik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem perkuatan eksisting dan merancang alternatif tambahan yang lebih efektif berdasarkan kondisi lapangan. Analisis dilakukan secara numerik menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM), dengan pendekatan cracked soil untuk memodelkan pengaruh retakan internal tanah terhadap kestabilan lereng. Stabilitas lereng diuji dan ditunjau, dua alternatif juga dilakukan yaitu kombinasi perkuatan eksisting dengan bored pile dan kombinasi Dinding penahan tanah (DPT) dan bored pile. Model simulasi memperhitungkan curah hujan kondisi musim hujan dan kemarau untuk merepresentasikan perubahan tekanan air pori. Output berupa distribusi tegangan, pola deformasi, dan nilai faktor keamanan (FK) dibandingkan antar skenario. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi teknis yang terukur terhadap sistem perkuatan lereng yang paling efektif, serta menjadi rujukan dalam mitigasi bencana longsor di wilayah perbukitan dengan karakteristik tanah jenuh, khususnya di daerah rawan seperti Kabupaten Tana Toraja.
Kata kunci: stabilitas lereng, longsor, cracked soil, FEM, faktor keamanan, geotekstil.
“Halaman ini sengaja dikosongkan”
ANALYSIS OF EKSISTING SLOPE REINFORCEMENT SYSTEM AND DESIGN OF ADDITIONAL REINFORCEMET
CASE STUDY: KM 227+700, TANA TORAJA – ENREKANG NATIONAL ROAD SEGMENT
Name : Novyanti Sarak
NRP : 6012241063
Supervisior
:
: Mohamad Khoiri, S.T., M.T., Ph.D.
Dr. Ir. Dwa Desa Warnana, S.Si, M.Si
ABSTRACT
The National Road section at KM 227+700, located on the border between Tana Toraja and Enrekang Regencies, experienced a landslide in 2025, resulting in partial collapse of the road shoulder and disruption of traffic flow between several regencies connected by the corridor. The slope failure is suspected to have been triggered by extreme rainfall and inadequate surface water management, as the landslide site lies within a natural depression that collects runoff from higher elevations. Geotechnical investigation and borehole data revealed that the slope is composed of fill material and saturated clay, with a relatively shallow groundwater table and high saturation level, making the slope highly susceptible to failure. Initial countermeasures involved the installation of geotextile reinforcement and surface drainage channels; however, the technical and numerical effectiveness of these systems has not yet been verified. This research aims to evaluate the performance of the existing reinforcement system and propose additional, more effective alternatives based on actual field conditions. Numerical analysis is conducted using the Finite Element Method (FEM) with the cracked soil approach to model the influence of internal soil fissures on slope stability. Two reinforcement scenarios are analyzed: (1) a combination of the existing system with integrated surface and subsurface drainage management, and (2) a combination of the existing reinforcement with bored pile installation. The simulation models account for variations in groundwater level under wet and dry season conditions to represent changes in pore water pressure. The analysis outputs include stress distribution, deformation patterns, and Safety Factor (SF) for each scenario. The results of this study are expected to provide technically sound recommendations for the most effective slope stabilization method and serve as a reference for landslide mitigation efforts in saturated, hilly areas such as Tana Toraja
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | stabilitas lereng, cracked soil,Faktor Keamanan,Plaxis 2D, DPT dengan Shearkey ============================================================ slope stability, cracked-soil, factor of safety, PLAXIS 2D, retaining wall, shear key |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA760+ Retaining walls |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis |
| Depositing User: | Novyanti Sarak |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 04:30 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 04:30 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/130696 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
