Warman, Dira Muvianti (2026) Integrasi Data Fotogrametri Dan Permodelan 3D GIS Untuk Analisis Intensitas Pemanfaatan Ruang Berdasarkan Peraturan Pemerintah Kota Jambi Dalam Perencanaan Tata Ruang Berkelanjutan (Studi Kasus: Kecamatan Pasar Jambi). Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
6016232003-Master_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (54MB) | Request a copy |
Abstract
Pertumbuhan penduduk dan perkembangan pembangunan perkotaan menjadi isu penting dalam pengelolaan tata ruang kota. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 menegaskan kewenangan pemerintah daerah dalam perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian ruang wilayah kabupaten/kota. Sejalan dengan ketentuan tersebut, Pemerintah Kota Jambi telah menetapkan regulasi penataan ruang melalui Peraturan Daerah Kota Jambi Nomor 3 Tahun 2015 serta Rancangan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024 sebagai upaya mewujudkan penataan ruang yang rasional dan berbasis kajian ilmiah guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini menganalisis kondisi eksisting intensitas pemanfaatan ruang di Kecamatan Pasar Jambi dalam pola spasial perkotaan untuk mengevaluasi kesesuaian pemanfaatan lahan aktual terhadap peraturan daerah yang berlaku. Varibel Intensitas Pemanfaatan Ruang (IPR) dalam penelitian ini terdiri dari rasio Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Lantai Bangunan (KLB), Koefisien Dasar Hijau (KDH), Garis Sempadan Bangunan (GSB), dan kepadatan bangunan. Metodologi ini diharapkan dapat mengotomatisasi perhitungan IPR secara presisi, mengidentifikasi secara visual area yang melanggar ketentuan, dan memberikan rekomendasi berbasis data untuk kebijakan penataan ruang yang lebih adaptif dan berkelanjutan, sehingga dapat mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang harmonis dan seimbang secara ekologis. Berdasarkan analisis intensitas pemanfaatan ruang terhadap ketentuan yang berlaku, tingkat kepatuhan pemanfaatan ruang di Kecamatan Pasar Jambi masih belum optimal. Kondisi ini ditunjukkan oleh kepadatan bangunan yang tinggi, ketidaksesuaian garis sempadan bangunan (GSB), serta keterbatasan ruang terbuka hijau (RTH). Tingginya kepadatan bangunan mengindikasikan sebagian besar lahan telah terbangun secara masif sehingga ruang untuk penataan ulang dan penambahan RTH menjadi terbatas. Namun demikian, nilai KLB yang umumnya masih berada di bawah ketentuan maksimum menunjukkan adanya peluang pengembangan bangunan secara vertikal yang lebih terkontrol guna mengurangi tekanan pemanfaatan lahan secara horizontal.
========================================================================================================================
Population growth and urban development are important issues in urban spatial planning. Law No. 26 of 2007 affirms the authority of local governments in planning, utilizing, and controlling the spatial planning of regencies/cities. In line with these provisions, the Jambi City Government has established spatial planning regulations through Jambi City Regional Regulation No. 3 of 2015 and Draft Regional Regulation No. 5 of 2024 as an effort to realize rational and scientifically-based spatial planning to optimize land use. Based on this, this study analyzes the existing conditions of spatial utilization intensity in Pasar Jambi District in urban spatial patterns to evaluate the suitability of actual land use with applicable local regulations. The Intensity of Space Utilization (ISU) variable in this study consists of the ratio of the Building Coverage Ratio (BCR), Floor Area Ratio (FAR), Green Coverage Ratio (GCR), Building Setback Line, and Building Density. This methodology is expected to automate the calculation of ISU with precision, visually identify areas that violate regulations, and provide data-driven recommendations for more adaptive and sustainable spatial planning policies, thereby supporting the creation of a harmonious and ecologically balanced urban environment. Based on an analysis of the intensity of land use in relation to applicable regulations, the level of compliance with land use regulations in Pasar Jambi Subdistrict is still not optimal. This condition is indicated by high building density, non-compliance with building boundary lines (GSB), and limited green open space (RTH). The high building density indicates that most of the land has been massively developed, limiting the space for redevelopment and addition of RTH. However, the KLB value, which is generally still below the maximum provision, indicates the opportunity for more controlled vertical building development to reduce the pressure of horizontal land use.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tata kelola kota; Model kota 3D; Pemanfaatan lahan; KDB, KLB, KDH, GSB, Kepadatan bangunan. Urban management; 3D city model; Land use; BCR, FAR, BCR, Building Setback Line, Building density |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.212 ArcGIS. Geographic information systems. G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.217 Geospatial data G Geography. Anthropology. Recreation > GA Mathematical geography. Cartography > GA105.3 Cartography. G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Geomatics Engineering > 29101-(S2) Master Thesis |
| Depositing User: | Dira Muvianti Warman |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 03:45 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 03:45 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/130932 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
