Analisis Perbandingan Penjadwalan Pekerjaan Struktur Dermaga Dengan Metode Building Information Modeling (BIM) 4D Pada Proyek Rancang Bangun Terminal Kalibaru Tahap 1B Tanjung Priok

Rakaditya, Muhammad Naufal (2026) Analisis Perbandingan Penjadwalan Pekerjaan Struktur Dermaga Dengan Metode Building Information Modeling (BIM) 4D Pada Proyek Rancang Bangun Terminal Kalibaru Tahap 1B Tanjung Priok. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5012211115-Underfraduate_Thesis.pdf] Text
5012211115-Underfraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Teknologi pada bidang kontruksi tentu saja membawa sebuah solusi dalam melaksanakan perencanaan, analisis pemodelan, dan pemeliharan, salah satu contoh perkembangan teknologi pada bidang infrastuktur ini dengan adanya berbagai macam perangkat lunak yang dapat diakses untuk melakukan pekerjaan infrastuktur. Selain itu dengan adanya perkembangan teknologi ini terdapat sebuah sistem yang diperkenalkan pada dunia yaitu Building Information Modeling (BIM), Building Information Modeling (BIM) merupakan sebuah sistem simulasi proyek yang berupa model 3D yang terdiri dari komponen proyek. Pada penelitian ini diterapkan sistem Building Information Modeling (BIM) 4D untuk melakukan analisis perbandingan penjadwalan eksisting proyek dengan hasil penjadwalan ulang dengan menggunakan Building Information Modeling (BIM). Metode penelitian ini dilakukan dengan cara memodelkan ulang pekerjaan sturktur proyek dermaga dengan menggunakan Tekla Structure dan membuat penjadwalan proyek dengan menggunakan Autodesk Naviswork. Tekla Structure digunakan untuk membuat model 3D dari sturktur dermaga proyek dengan menggunakan spesifikasi data yang sesuai dengan model struktur dermaga yang dimiliki oleh proyek, sedangkan Autodesk Naviswork digunakan untuk membuat jadwal proyek baru dengan cara memasukkan model 3D dari model yang telah dibuat dengan menggunakan Tekla Structure. Dalam perbandingan penjadwalan dilakukan perbandingan antara penjadwalan eksisting proyek dengan penjadwalan pemodelan ulang BIM 4D. Hasil dari penelitian ini terdapat pekerjaan yang memiliki durasi lebih cepat yaitu pada pekerjaan borepile, dimana pada pekerjaan borepile diameter 800 mm memiliki durasi 28 hari kerja dengan persentase percepatan 23% pada penjadwalan menggunkan BIM dari durasi awal selama 122 hari menjadi 94 hari kerja, pada pekerjaan borepile diameter 1000 mm memiliki selisih durasi 16 hari kerja dengan persentase percepatan 14% pada penjadwalan menggunkana BIM dari durasi awal selama 122 hari menjadi 106 hari kerja, dan pada pekerjaa borepile diameter 1200 memiliki selisih 21 hari kerja dengan persentase percepatan 11% pada penjadwalan menggunkana BIM dari durasi awal selama 183 hari menjadi 162 hari kerja, dan total durasi pekerjaan yang dimana pada penjadwalan eksisting meiliki durasi 630 hari sedangkan pada pemodelan ulang BIM 4D memiliki durasi 616 hari sehingga memiliki selisih durasi 14 hari kerja dengan persentase percepatan 2%.
=======================================================================================================================================
Technology in the construction sector certainly brings a solution in carrying out planning, modeling analysis, and maintenance, one example of technological developments in the infrastructure sector is the existence of various software that can be accessed to carry out infrastructure work. In addition, with the development of this technology, there is a system introduced to the world, namely Building Information Modeling (BIM), Building Information Modeling (BIM) is a project simulation system in the form of a 3D model consisting of project components. In this study, the 4D Building Information Modeling (BIM) system was applied to conduct a comparative analysis of the existing project scheduling with the results of rescheduling using Building Information Modeling (BIM). This research method was carried out by re-modeling the work of the dock project structure using Tekla Structure and creating a project schedule using Autodesk Naviswork. Tekla Structure is used to create a 3D model of the project's dock structure using data specifications that match the dock structure model owned by the project, while Autodesk Naviswork is used to create a new project schedule by entering a 3D model from the model that has been created using Tekla Structure. In the scheduling comparison, a comparison was made between the existing project scheduling and the BIM 4D remodeling scheduling. The results of this study show that the work has a faster duration, namely the borepile work, where the 800 mm diameter borepile work has a duration of 28 working days with a 23% acceleration percentage in scheduling using BIM from an initial duration of 122 days to 94 working days, the 1000 mm diameter borepile work has a duration difference of 16 working days with a 14% acceleration percentage in scheduling using BIM from an initial duration of 122 days to 106 working days, and the 1200 diameter borepile work has a difference of 21 working days with a 11% acceleration percentage in scheduling using BIM from an initial duration of 183 days to 162 working days, and the total duration of the work where the existing scheduling has a duration of 630 days while the BIM 4D remodeling has a duration of 616 days so that it has a duration difference of 14 working days with a 2% acceleration percentage.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Building Information Modeling, Penjadwalan Proyek, Perbandingan Penjadwalan,Building Information Modeling, Project Scheduling, Scheduling Comparation.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Muhammad Naufal Rakaditya
Date Deposited: 30 Jan 2026 08:13
Last Modified: 30 Jan 2026 08:13
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/131244

Actions (login required)

View Item View Item