Marista, Dona and Stephanie, Gracia Venly (2026) Strategi Harmonisasi Nilai Eko-spiritualisme pada Jonggring Saloko dan Arcapada oleh Masyarakat Gunung Semeru sebagai Upaya Mitigasi Bencana Wedhus Gembel. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5015221036_5015221038-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Gunung Semeru merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dengan frekuensi erupsi tinggi yang kerap disertai wedhus gembel (awan panas guguran). Kondisi ini menjadikan kawasan sekitarnya sebagai wilayah dengan tingkat risiko bencana yang sangat tinggi. Di sisi lain, masyarakat Gunung Semeru memiliki kearifan lokal berbasis nilai eko-spiritualisme yang diyakini mampu menjadi bentuk mitigasi lokal terhadap ancaman bencana. Namun, hingga saat ini upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah dan masyarakat cenderung masih berjalan secara parsial dan belum terintegrasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi harmonisasi antara bentuk penerapan nilai eko-spiritualisme yang dilakukan oleh masyarakat Gunung Semeru pada Jonggring Saloko dan Arcapada dengan mitigasi bencana wedhus gembel yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling, serta diperkuat dengan studi literatur. Data dan informasi dianalisis menggunakan Content Analysis (CA), Relational Content Analysis (RCA) yang disertai pendekatan klasifikasi berbasis kuartil, serta pendekatan deskriptif kualitatif untuk merumuskan strategi harmonisasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima nilai eko-spiritualisme yang diyakini masyarakat Gunung Semeru, yaitu tending (merawat dan peduli), dwelling (menghuni dan berdiam), reverence (menghormati), connectedness (keterhubungan), dan sentience (kesadaran). Bentuk penerapan nilai-nilai tersebut berbeda antara masyarakat utara dan selatan Gunung Semeru. Sedangkan, hasil analisis Pemerintah Kabupaten Lumajang yang meliputi BAPPEDA, BPBD, DISKOMINFO, PVMBG, DPUTR, dan PMI menunjukkan bahwa bentuk mitigasi bencana wedhus gembel diklasifikasikan menjadi dua yaitu mitigasi bencana struktural dan nonstruktural. Masing-masing instansi memiliki tugas pokok yang berbeda-beda, seperti penyediaan sarana prasarana, tanggap darurat dan pemulihan, memfasilitasi pendidikan dan pelatihan kebencanaan, penyebar informasi, pemantau dan memberikan sistem peringatan dini, serta berfokus pada penanganan evakuasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, kemudian dianalisis menggunakan metode yang telah ditetapakan sehingga didapatkan lima bentuk penerapan nilai eko-spiritualisme yang direlasikan dengan bentuk mitigasi bencana yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Hubungan yang paling erat selanjutnya diselaraskan dengan dua puluh strategi mitigasi yang merepresentasikan kebutuhan dan harapan masyarakat sekaligus kebijakan pemerintah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa didapatkan dua puluh strategi harmonisasi yang dapat diterapkan, dua strategi untuk utara, lima untuk selatan, dan tiga belas untuk kedua tipologi masyarakat. Strategi ini mampu membentuk pendekatan mitigasi yang lebih kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan.
===========================================================================================================================
Mount Semeru is one of the most active volcanoes in Indonesia with a high frequency of eruptions that are often accompanied by wedhus gembel (hot clouds of ash). This condition makes the surrounding area a region with a very high level of disaster risk. On the other hand, the people of Mount Semeru have local wisdom based on eco-spiritualism values, which are believed to be a form of local mitigation against disaster threats. However, to date, mitigation efforts by the government and the community tend to be partial and not yet optimally integrated. This study aims to formulate a a strategy for harmonizing the application of eco-spiritualism values practiced by the people of Mount Semeru at Jonggring Saloko and Arcapada with the wedhus gembel disaster mitigation measures implemented by the Lumajang Government. Data was conducted through in-depth interviews with ten informants selected using purposive sampling and snowball sampling techniques, and reinforced with literature studies. The data and information were analyzed using Content Analysis (CA), Relational Content Analysis (RCA) accompanied by a quartile-based classification approach, and a qualitative descriptive approach to formulate a harmonization strategy. The results of the study show that there are five eco-spiritualism values believed by the people of Mount Semeru, namely tending (caring and concern), dwelling (inhabiting and residing), reverence (respect), connectedness (interconnectedness), and sentience (awareness). The application of these values differs between the northern and southern communities of Mount Semeru. Meanwhile, the results of the analysis by the Lumajang Government, which includes BAPPEDA, BPBD, DISKOMINFO, PVMBG, DPUTR, and PMI, show that the forms of wedhus gembel disaster mitigation are classified into two types, namely structural and non-structural disaster mitigation. Each agency has different main tasks, such as providing infrastructure, emergency response and recovery, facilitating disaster education and training, disseminating information, monitoring and providing early warning systems, and focusing on evacuation management. Based on the results, of this study, an analysis was conducted using a predetermined method, resulting in five forms of eco-spiritualism application related to the disaster mitigation measures implemented by the Lumajang Government. The closest relationship was then aligned with twenty mitigation strategies that represent the needs and expectations of the community as well as government policy. The conclusion of this study shows that twenty harmonization strategies can be applied, two strategies for the north, five for the south, and thirteen for both community typologies. These strategies are capable of forming a more contextual, participatory, and sustainable mitigation approach.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Eko-spiritualisme, Mitigasi Bencana, Strategi Harmonisasi, Wedhus Gembel, Disaster Mitigation, Eco-spiritualism, Harmonized Strategy, Wedhus Gembel. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Dona Marista |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 03:16 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 03:16 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/131506 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
