Navilla, Agristacella Angel Dini (2026) Potensi Aktivitas Antioksidan Isolat Bakteri dari Tambak Garam Osowilangun. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text (ACCESS CLOSED BY AUTHOR)
5004221031-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Stres oksidatif merupakan kondisi ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan kemampuan sistem antioksidan dalam tubuh, yang berperan dalam perkembangan berbagai penyakit tidak menular. Antioksidan dibutuhkan untuk menetralkan radikal bebas melalui mekanisme donasi elektron atau atom hidrogen. Selama ini, penelitian dan pemanfaatan antioksidan masih didominasi oleh sumber nabati, sementara eksplorasi sumber alternatif nonnabati, khususnya mikroorganisme ekstremofilik, masih terbatas. Bakteri halofilik dan halotoleran yang hidup di lingkungan hipersalin, seperti Tambak Garam Osowilangun, berpotensi menghasilkan metabolit sekunder dengan aktivitas antioksidan, namun aktivitas tersebut belum pernah dilaporkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan metabolit sekunder bakteri ekstremofilik asal Tambak Garam Osowilangun serta mengevaluasi pengaruh media kultur dan jenis pelarut ekstraksi terhadap aktivitas antioksidan guna menentukan sampel dengan aktivitas tertinggi. Isolat bakteri diperoleh dari stok gliserol sampel air laut dengan pengenceran 10-2 (2B) dan 10-7 (7), kemudian diregenerasi menggunakan media Nutrient Broth (NB) dan Zobell Marine Broth (ZMB) dengan penambahan NaCl 10%. Kurva pertumbuhan bakteri diamati untuk menentukan fase optimal pengambilan sampel, yaitu fase stasioner. Ekstraksi metabolit dilakukan terhadap intraseluler menggunakan aseton dingin dan ekstraseluler menggunakan diklorometana. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH) dengan asam askorbat sebagai kontrol positif. Hasil uji awal menunjukkan bahwa terdapat sampel memiliki nilai persen inhibisi lebih dari 65%, sehingga dilanjutkan dengan penentuan nilai IC₅₀. Sampel ZMB-2B fraksi aseton menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 5,23 µg/mL, sedangkan sampel NB-2B fraksi diklorometana memiliki nilai IC₅₀ sebesar 3,98 µg/mL. Nilai IC₅₀ yang lebih rendah pada fraksi diklorometana menunjukkan bahwa fraksi tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang lebih kuat dibandingkan fraksi aseton. Berdasarkan klasifikasi literatur, kedua nilai IC₅₀ tersebut termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isolat bakteri dari Tambak Garam Osowilangun berpotensi sebagai sumber alternatif senyawa antioksidan alami, dengan aktivitas tertinggi ditunjukkan oleh fraksi diklorometana, serta membuka peluang eksplorasi lebih lanjut terhadap mikroorganisme ekstremofilik sebagai penghasil senyawa bioaktif
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | antioksidan, bakteri halofilik, bakteri halotoleran, tambak garam Osowilangun, DPPH antioxidant activity, halophilic bacteria, halotolerant bacteria, Osowilangun salt pan, DPPH |
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry > QD251.2 Chemistry, Organic. Biochemistry |
| Divisions: | Faculty of Science and Data Analytics (SCIENTICS) > Chemistry > 47201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Agristacella Angel Dini Navilla |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 09:32 |
| Last Modified: | 04 Feb 2026 08:59 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/131834 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
