Kurniawan, Gabriel Joshua (2026) Hybrid Placemaking: Membangkitkan Kembali Kenangan Bioskop Kelud Dalam Nostalgia. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
6013231006-Master_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (15MB) | Request a copy |
Abstract
Digital Placemaking merupakan pendekatan inovatif dalam perancangan ruang publik yang menggabungkan elemen fisik dan digital untuk menciptakan pengalaman yang lebih bermakna dan menarik bagi masyarakat. Melalui penggunaan teknologi seperti media sosial, ruang publik dapat dihidupkan kembali dengan narasi sejarah, budaya, dan kisah lokal yang menarik, memberikan dimensi baru yang memperkaya interaksi manusia dengan lingkungan sekitar. Desain ruang yang fleksibel dan adaptif memungkinkan area tersebut digunakan secara multifungsi, menciptakan berbagai pengalaman yang dapat dinikmati oleh semua kelompok masyarakat sepanjang waktu. Pendekatan perancangan menggunakan teori Hybrid Placemaking, dimana elemen fisik dan digital digabungkan untuk menciptakan ruang publik yang tidak hanya berfungsi secara praktis tetapi juga membangkitkan kenangan kolektif melalui integrasi teknologi dan nostalgia. Dalam perancangan ini, ruang didesain untuk menyatukan masa lalu dan masa kini dengan memanfaatkan teknologi digital seperti instalasi interaktif dan narasi visual yang memungkinkan pengguna untuk merasakan dan berinteraksi dengan kenangan masa lalu di dalam konteks ruang modern. Metodologi yang digunakan meliputi teknik perancangan partisipatif, di mana komunitas lokal terlibat dalam proses desain melalui platform digital, memastikan ruang yang dihasilkan mencerminkan kebutuhan fungsional dan warisan budaya mereka. Desain skematik bertujuan untuk menggabungkan narasi sejarah dengan alat digital, seperti media interaktif dan cerita digital, guna menciptakan ruang multifungsi yang tidak hanya menghidupkan kembali kenangan masa lalu tetapi juga menyediakan area yang fleksibel untuk interaksi sosial, acara budaya, dan memperkuat ikatan komunitas. Hasil rancangan berupa terciptanya desain ruang publik yang menunjukkan bahwa sinergi antara elemen fisik yang dikonservasi dan narasi digital mampu menghidupkan kembali memori kolektif dari Bioskop Kelud. Dengan mengintegrasikan teori Digital Placemaking dan Hybrid Placemaking, pendekatan ini efektif dalam menjembatani jarak antara memori masa lalu dengan kebutuhan ruang urban modern, sehingga menciptakan tempat yang bermakna bagi generasi lintas zaman.. Desain akhir tidak hanya meningkatkan estetika fisik kawasan, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan nostalgia yang melekat pada Bioskop Kelud, menciptakan ruang perkotaan yang harmonis dan interaktif.
=================================================================================================================================
Digital Placemaking is an innovative approach to public space design that combines physical and digital elements to create more meaningful and engaging experiences for communities. By utilizing technologies such as social media, public spaces can be revitalized with compelling historical, cultural, and local narratives, providing a new dimension that enriches human interaction with the surrounding environment. Flexible and adaptive space design allows areas to serve multifunctional purposes, offering a variety of experiences that can be enjoyed by all groups at any time. The design approach applies the Hybrid Placemaking theory, where physical and digital elements are merged to create public spaces that are not only practical but also evoke collective memories through the integration of technology and nostalgia. In this design, spaces are created to bridge the past and the present by using digital technologies such as interactive installations and visual narratives that allow users to experience and engage with memories from the past within a modern spatial context. The methodology involves participatory design techniques where the local community is involved in the design process through digital platforms, ensuring that the resulting space reflects their functional needs and cultural heritage. The schematic design aims to integrate historical narratives with digital tools, such as interactive media and digital storytelling, to create multifunctional spaces that not only revive memories but also provide flexible areas for social interaction, cultural events, and strengthen community bonds. The design results in the creation of a public space design that demonstrates that the synergy between conserved physical elements and digital narratives is able to revive the collective memory of the Kelud Cinema. By integrating the theories of Digital Placemaking and Hybrid Placemaking, this approach is effective in bridging the gap between past memories and the needs of modern urban space, thus creating a meaningful place for generations across eras. The final design not only enhances the physical aesthetics of the area, but also strengthens the cultural identity and nostalgia attached to the Kelud Cinema, creating a harmonious and interactive urban space.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Digital Placemaking, Hybrid Placemaking, Nostalgia, Placemaking, Digital Placemaking, Hybrid Placemaking, Nostalgia, Placemaking |
| Subjects: | N Fine Arts > NA Architecture > NA105 Historic preservation N Fine Arts > NA Architecture > NA109.G7 Architecture--Conservation and restoration N Fine Arts > NA Architecture > NA2750 Architectural design. N Fine Arts > NA Architecture > NA6695 Art museums and galleries |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Architecture > 23101-(S2) Master Thesis |
| Depositing User: | Gabriel Joshua Kurniawan |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 04:39 |
| Last Modified: | 05 Feb 2026 04:39 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/132169 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
