Hartiningsih, Hartiningsih (2010) Studi Eksperimental Tentang Pengaruh Jarak Antara Silinder Teriris Tipe I 65° Dan Sirkuler yang Tersusun Secara Tandem pada Silinder Sirkuler Di Sisi Downstream. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
2107100608-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (26MB) | Request a copy |
Abstract
Aliran yang berada di sekilar silinder sirkuler telah menjadi objek penelitian sejak lama, sebagian besar penelitian menggunakan eksperimen tetapi juga menggunakan simulasi numerik. Studi lain menunjukkan bahwa konfigruasi aliran ini memiliki aplikasi engineering yang cukup banyak. dan masih ada lagi tantangan besar di dalam dunia mekanika fluida, seperti penambangan lepas pantai, dermaga jembatan. periscopes, cerobong asap, menara, liang. label, antena. dan wire. 0leh karena ltu, sangat penting untuk melanjutkan penelitian dengan sillnder sirkular sebagai objek, terutama pada konfigurasi yang berkelompok. Perilaku aliran di sekitar silinder sirkuler pada suatu konfigruasi yang berkelompok tentu berbeda dengan perilaku aliran di sekitar silinder tunggal. Hal ini disebabkan oleh adanya gangguan aliran yang diatur antara silinder yang berkelompok dan gangguan aliran ini tidak ada dalam kasus silinder tunggal. Penelitian ini dilakukan untuk menyajikan distribusi aliran dari bluff body dengan susunan tandem; silinder pertama sebuah silinder tipe-1 dengan memotong sudut 60°.(silinder tipe-1 dibuat dengan memotong kedua sisi silinder sirkular secara paralel dengan sumbu y) ditempatkan di sisi upstream, dan yang kedua adalah silinder sirkuler yang ditempatkan di sisi downstream. Eksperimen dilalukan di sebuah terowongan angin subsonic open sircuil dengan ruang uji yang berukuran 660 mm (tinggi), 660 mm (Iebar), daan 1780mm (panjang). Sebuah silinder tipe-1 65° dan silinder sirkuler yang terbuat dari pipa PVC digunakan sebagai model yang memiliki diameter eksternal D= 60 mm dan pada kedua ujung silinder terhubung dengan ruang uji Kecepatan free stream di dalam wind tunnel selalu dijaga pada 14,59 m/s., dengan bilangan Reynolds Re = 5,3x104 (berdasarkan diameter D silinder sirkular dan kecepatart free stream). Jarak pusat ke pusat antara kedua silinder relatif terhadap diameter silinder (P/D) bevariasi dari 1,0 sampai 1,667.Sebuah Inclined manometer 15° digunakan untuk mengukur distribusi tekanan di sekitar silinder. Profil kecepatan di belakang silinder diukur dengan menggunakan pilot static tube yang terhubung dengan inclined manometer. Teknik oil flow picture digunakan untuk menyelidiki pola aliran pada silinder. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penempatan silinder sirkelur dibelakang silinder teriris tipe-1 65° secara keseluruhan akan mengalami reduksi gaya drag dibandingkan dengan silinder sirkuler ketika diletakkan tungga Aliran yang terseparasi dari silinder upstream akan menyelimuti secara penuh silinder sirkuler pada jarak longitudinal 1,0≤P/D≤1,133 Akan tetapi aliran tersebut reattach pada permukaan silinder downstream pada 1,2≤P/D≤1,667 dan terpisah menjadi dua yaitu forward shearlayer dan backward shearlayer Semakin bertambahnya jarak longitudinal maka koefisien drag akan meningkat pada silinder sirkuler susunan tandem karena reattachment yang lebih maju ke depan sehingga separasi lebih awal dan wake yang terjadi lebih Iebar.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | RSM 620.106 4 Har s 2010 |
| Uncontrolled Keywords: | silinder sirkular,susunan tandem, koefisien tekanan (CP), lebar wake, koefiesien drag pressure (CDP ) |
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering (INDSYS) > Mechanical Engineering > 21201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Totok Setiawan |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 08:04 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 08:04 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/132409 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
