Manufacturing Readiness Level Assessment Untuk Kapal Mini Lng LCT (Landing Craft Tank) Dan Analisis Six Sigma Untuk Meningkatkan Kualitas Aliran Material Dan Bahan Pada Proses Pembangunan Kapal

Syach, Fatahillah (2022) Manufacturing Readiness Level Assessment Untuk Kapal Mini Lng LCT (Landing Craft Tank) Dan Analisis Six Sigma Untuk Meningkatkan Kualitas Aliran Material Dan Bahan Pada Proses Pembangunan Kapal. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 04211840000015-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
04211840000015-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia membutuhkan ssLNG untuk mengankut gas alam ke-52 pembangkit listrik yang akan dikonversi menggunakan LNG. Untuk Mendukung local content tersebut maka dipilihlah jenis kapal LCT (Landing Craft Tank) sebagai kapal mini LNG untuk mendukung small scale LNG. Persiapan fasilitas dan kapasitas galangan memerlukan penilaian yang dapat menggambarkan kesiapan suatu galangan untuk membangun sebuah kapal. Penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur atau alat penilaian. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk menilai tingkat kesiapan galangan yaitu manufacturing readiness level (MRL). Manufacturing Readiness Level (MRL) adalah alat ukur yang digunakan untuk menila tingkat kematangan suatu pabrik yang dalam hal ini adalah galangan kapal dengan tujuan menyediakan informasi bagi pengambil keputusan mengenai kesiapan manufaktur dan tingkat risiko. Penilaian MRL dibagi menjadi 10 tingkat yang tiap tingkatnya memiliki hubungan dengan tingkat TRL serta memiliki 9 aspek yang disebut “threads” yang merepresentasikan area risiko dari manufaktur. Untuk mengukur TRL dari galangan penulis menggunakan TRL meter yang dikeluarkan oleh Kemnristekdikti, sedangkan untuk pengukuran MRL peneliti menggunakan matrik MRL yanng dikeluarkan oleh DoD Amrika Serikat. Kemudian untuk melakuan validasi terhadap penilaian MRL yang telah dilakukan penulis menggunakan Lean Manufcturing Assessment. Diketahui bahwa galangan kapal di Indonesia sering terlambat dalam membangun kapal, agar proses pembangunan kapal nantinya tidak mengalami keterlambatan dalam aliran material, peneliti menggunakan metode six sigma yang terdiri dari tahap define, measure, analyze, improve, dan control. Hasil yang didapatkan yaitu TRL untuk kapal LNG LCT berada pada level 9 dan untuk level MRL galangan yang berada di DKI Jakarta ataupun Jawa Tengah berada di Level 10. Validasi MRL menunjukkan bahwa galangan mencapai tahap Ideological Lean Manufacturing. Untuk analisi Six Sigma didapatkan bahwa terdapat arus informasi, arus barang dan arus uang pada aliran material kapal. Nilai Sigma yang dimiliki oleh Galangan kapal berada pada nilai 3,2. Terdapat 10 potensial kegagalan yang dinilai menggunakan FMEA, kemudian 10 potensial kegagalan tersebut diberikan langkah mitigasi dan juga dibentuk SOP (Standard Operational Procedure) untuk mengontrol potensi kegagalan tersebut
==================================================================================================================================
Indonesia needs ssLNG to transport natural gas to the 52 power plants that will be converted using LNG. To support local content, the LCT (Landing Craft Tank) vessel was chosen as a mini LNG ship to support small-scale LNG. Preparation of shipyard facilities and capacity requires an assessment that can describe the readiness of a shipyard to build a ship. Assessment can be done using measuring tools or assessment tools. One of the tools that can be used to assess the level of shipbuilding readiness is the manufacturing readiness level (MRL). Manufacturing Readiness Level (MRL) is a measuring tool used to assess the maturity level of a factory which in this case is a shipyard with the aim of providing information for decision-makers regarding manufacturing readiness and risk level. The MRL assessment is divided into 10 levels, each having a relationship with the TRL level and having 9 aspects called “threads” representing the risk areas of manufacturing. To measure TRL from the shipyard, the author uses a TRL meter issued by the Ministry of Research, Technology and Higher Education, while for measuring MRL, the researcher uses an MRL matrix issued by the United States DoD. Then to validate the MRL assessment that has been done the author uses Lean Manufacturing Assessment. It is known that shipyards in Indonesia are often late in building ships so that the shipbuilding process will not experience delays in the material flow, researchers use the six sigma method which consists of define, measure, analyze, improve, and control. The results obtained are that the TRL for LNG LCT ships is at level 9 and for the MRL level the shipyards in DKI Jakarta or Central Java are at Level 10. MRL validation shows that the shipyard has reached the Ideological Lean Manufacturing. For Six Sigma analysis, it is found that there is information flow, goods flow, and money flow in the ship's material flow. The Sigma value owned by the shipyard is at a value of 3.2. There are 10 potential failures assessed using FMEA, then the 10 potential failures are given mitigation measures and an SOP (Standard Operational Procedure) is also established to control these potential failures.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Lean Manufacturing , Six Sigma, MRL, TRL,
Subjects: T Technology > TS Manufactures > TS183 Manufacturing processes. Lean manufacturing.
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Marsudiyana -
Date Deposited: 23 Feb 2026 02:27
Last Modified: 23 Feb 2026 02:27
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/132569

Actions (login required)

View Item View Item