Analisis Degradasi Kualitas Biodiesel B50 Terhadap Penambahan Zat Aditif G Additive

Baghaskara, Muhammad (2022) Analisis Degradasi Kualitas Biodiesel B50 Terhadap Penambahan Zat Aditif G Additive. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 04211840000039-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
04211840000039-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Biodiesel dianggap sebagai salah satu bahan bakar pengganti terbaik untuk solar dikarenakan flash point yang tinggi, toksisitas rendah, pelumasan yang baik, kandungan sulfur yang dapat diabaikan, emisi gas buang yang lebih rendah dan merupakan energi yang terbarukan. Bahan bakar biodiesel sangat rentan dengan terjadinya degradasi seiring lamanya penyimpanan. Degradasi pada bahan bakar biodiesel dapat merusak kualitas sifat-sifat atau properties bahan bakar, dan performa mesin. Degradasi ini dapat terjadi melalui empat mekanisme, yaitu hidrolisis, Oksidasi, penguraian thermal, dan kontaminasi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik bahan bakar, degradasi kualitas bahan bakar dan performa pada mesin diesel B50 sebelum dan setelah dicampur dengan zat aditif BHT dan G additive 57. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan zat aditif G additive 57 pada biodiesel B50 merubah properties bahan bakar dengan peningkatan sebesar 23% nilai viskositas kinematik dan 0,14% nilai LHV. 2. Bahan bakar B50 dengan campuran G additive 57 memiliki ketahanan kualitas yang paling baik diantara kedua bahan bakar yang lain dengan indikator peningkatan jumlah bilangan asam yang paling rendah yaitu sebesar 15,81% dan penurunan jumlah bakteri sebesar 98% selama 6 minggu periode penyimpanan. Bahan bakar B50 dengan campuran BHT memiliki ketahanan kualitas yang paling buruk dengan indikator peningkatan nilai bilangan asam terbesar yaitu 65,03% dan peningkatan koloni bakteri sebesar 4900% selama periode penyimpanan 6 minggu. Bahan bakar B50 murni mengalami kenaikan bilangan asam sebesar 29,61% dan peningkatan jumlah koloni bakteri sebesar 2900% selama periode penyimpanan 6 minggu. 3. Bahan bakar B50 dengan campuran G additive 57 berada pada peringkat ketiga pada SFOC dengan rataan 0,518 kg/kWh tetapi menghasilkan daya dan torsi tertinggi dengan rataan nilai daya 1,829 kW dan nilai rataan nilai torsi 10,497 Nm. Bahan bakar B50 dengan campuran BHT berada pada peringkat kedua pada SFOC dengan rataan 0,509 kg/kWh dan berada pada peringkat kedua pada nilai tdaya dan torsi dengan rataan nilai daya 1,823 kW dan nilai rataan nilai torsi 10,487 Nm. Bahan bakar B50 murni berada pada peringkat pertama pada SFOC dengan rataan 0,506 kg/kWh dan berada pada peringkat ketiga pada nilai daya dan torsi dengan rataan nilai daya 1,765 kW dan nilai rataan nilai torsi 10,215 Nm.
==================================================================================================================================
Biodiesel is considered as one of the best substitute fuels for diesel due to its high flash point, low toxicity, good lubricity, negligible sulfur content, lower exhaust emissions and is a renewable energy. Biodiesel fuel is very susceptible to degradation over time of storage. Degradation of biodiesel fuel can damage the quality of the properties or properties of the fuel, and engine performance. This degradation can occur through four mechanisms, namely hydrolysis, oxidation, thermal decomposition, and bacterial contamination. This study aims to determine the differences in fuel characteristics, fuel quality degradation and performance on the B50 diesel engine before and after being mixed with BHT and G additive 57 additives. fuel with an increase of 23% kinematic viscosity value and 0.14% LHV value. 2. B50 fuel with a mixture of G additive 57 has the best quality resistance among the other two fuels with the lowest indicator of increasing the number of acids at 15.81% and decreasing the number of bacteria by 98% during the 6 week storage period. B50 fuel with a mixture of BHT has the worst quality resistance with the largest increase in the acid value indicator, which is 65.03% and an increase in bacterial colonies of 4900% during the 6-week storage period. Pure B50 fuel experienced an increase in acid number of 29.61% and an increase in the number of bacterial colonies by 2900% during a 6-week storage period. B50 fuel with BHT blend has the best performance of the two fuels with a lower SFOC value data and produces greater power and torque. Pure B50 ranked second in performance and B50 with a G additive 57 blend ranked third.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: B50, Degradasi Bahan Bakar, TPC Bakteri, Performa, Fuel Degradation, Bacterial TPC, Performance
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP359.B46 Biodiesel fuels.
V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Marsudiyana -
Date Deposited: 24 Feb 2026 07:23
Last Modified: 24 Feb 2026 07:23
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/132593

Actions (login required)

View Item View Item