Putra, Budi Prasetya Awab (2010) Pengaruh Variasi Arus Smaw Terhadap Struktur Mikro dan Sifat Mekanik pada Pengelasan Multilayer Baja Tahan Karat Austenitik 308. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
2104100018-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (14MB) | Request a copy |
Abstract
Austenitic stainless steel adalah suatu logam paduan yang mempunyai sifat tahan korosi baik sehingga banyak dipakai didunia industri terutama pada proses pengelasan (welding). Pada pengelasan material yang cukup tebal dilakukan dengan beberapa layer. Setiap
layer mempunyai logam las dan HAZ sendiri - sendiri. Sedangkan pada logam induk akan mengalami proses sensitisasi dan terjadi peristiwa difusi atom chromium daril/arutan padat dan bersenyawa dengan carbon membentuk chromium karbida yang mengendap pada batas butir, sehingga kadar chromium di sekitar batas butir akan turun dan sifat tahan korosi pada daerah di sekitar batas butir akan turun. Pada penelitian ini, dilakukan pengelasan Shielded Metal Arc Welding material stainless steel Avesta 253 MA (SUS 308) dengan filler metal 253 MA ACIDC diameter 2,6 mm serta bentuk groove yaitu Vgroove. Arus listrik Shielded Metal Arc Welding yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu 45 A, 55 A, 70A. Dengan jumlah layer yaitu 5 layer. Kemudian hasil lasan tersebut dilakukan uji tarik, uji kekerasan tiap layer, diamati struktur makro dan mikronya. Dari pengujian tersebut diketahui sifat mekanik dan struktur mikro ketiga hasil lasan Shielded Metal Arc Welding. Hasil pengujian tarik untuk semua variasi arus SMA W patah di logam induk dengan nilai rata - rata 689 MPa. Untuk pengujian kekerasan, diperoleh tingkat kekerasan semakin tinggi pada tiap peningkatan layer baik untuk arus listrik 45A, 55A, 70A. Kekerasan paling tinggi terdapat pada daerah logam las, kemudian HAZ dan paling rendah di logam indulc. Dari hasil pengamatan gambar struktur mikro daerah HAZ di layer dan lokasi pengambilan foto struktur mikro yang sama dengan semakin besarnya input panas maka peak temperatur juga tinggi sehingga ukuran butiran semakin besar dan pembentukan Cr depleted zone semakin tebal. Pada layer 4 ukuran butiran dan pembentukan Cr depleted zone lebih besar di bandingkan layer 3 dan 2.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | RSM 671.52 Bud p 2010 |
| Uncontrolled Keywords: | Multi layer, presipitasi karbida, SMAW, arus |
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering (INDSYS) > Mechanical Engineering > 21201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Totok Setiawan |
| Date Deposited: | 10 Mar 2026 03:22 |
| Last Modified: | 10 Mar 2026 03:22 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/132714 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
