Pengaruh buttering terhadap kandungan delta ferrite dan sifat mekanik pada pengelasan dissimilar metal antara stainless steel 304 dengan carbon steel A 283 grade A pada proses SMAW

Pramono, Syahrial Budi (2009) Pengaruh buttering terhadap kandungan delta ferrite dan sifat mekanik pada pengelasan dissimilar metal antara stainless steel 304 dengan carbon steel A 283 grade A pada proses SMAW. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 2705100025-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
2705100025-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (15MB) | Request a copy

Abstract

Hot cracking merupakan permasalahan pada pengelasan dissimilar metal dimana retak ini terjadi pada saat proses solidifikasi weld metal. Hot cracking ini lerjadi akibat struktur dari weld metal yang full austenitic. Dengan adanya delta ferrite dalam jumlah tertentu pada weld metal mencegah terjadinya retak panas ini. Teknik penyambungan dissimilar metal ini dapat dilakukan dengan cara melapisi carbon steel dengan bahan transisi yang cocok dimana lazimnya teknik ini disebut buttering. Dalam penelitian ini dilakukan pengelasan dissimilar metal antara stainless steel 304 dengan carbon sreel A 283 grade A dengan variasi buttering layer. Variasi pertama, dilakukan pengelasan dengan sistem bullering satu layer dengan butter metal berupa elektroda E 309L dan filler metalnya sebagui penyambung penuh berupa elektroda E 308L Buttering dilakukan hanya pada sisi carbon steel A 283 grade A dengan jumlah satu layer. Variasi kedua, pengelasan dilakukan metode non buttering dengan filler metal berupa elektroda E 309L. Kedua variasi menggunakan me tude shielded metal arc welding (SMAW). Setelah proses pengelasan. dilakukan pengujian merusak dan tidak merusak. Pengujian merusak dalam penelitian ini berupa pengujian larik, bending, microvickers, sedangkan pengujian tidak merusak dalam penelitian berupa pengujian metallography dan pengujian kandungan ferrite. Berdasarkan data hasil penelitian diketahui bahwa pada metode buttering dan non buttering tidak terjadi hot crack, sehingga pada penguj ian tarik lokasi patah terjadi pada daerah yang memiliki kekuatan terendah yaitu pada base metal carbon steel A 283 grade A. Dengan dilakukmmya metode buttering didapatkan struktur mikro weld metal berupa dendritic austenitic yang lebih halus, kecenderungan retak pada fusion zone lebih rendah ketika dilakukan pengujian root bending, kekerasan pada weld metal lebih rendah, serta harga FN yang lebih rendah pada root weld metalnya. Pada metode buttering, retak pada fusion zone sebesar 24 mm. kekerasan pada weld metal anlara 234 - 276 HVN, dan ferrite number pada roof weld metal sehesar 8. 7 - 9,8 FN. Sedangkan pada metode non buttering retak pada fusion zone sebesar 29 mm, kekerasan pada weld metal antara 239- 298 HVN. dan FN pada root weld metal sebesar 9,5- 14.4 FN.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSMt 671.52 Pra p 2009
Uncontrolled Keywords: Stainless steel ; Dissimilar metal welding ; Buttering ; Hot crack ; Delta ferrite
Subjects: T Technology > TS Manufactures > TS227 Welding.
Divisions: Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering (INDSYS) > Material & Metallurgical Engineering > 28201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Totok Setiawan
Date Deposited: 09 Apr 2026 01:34
Last Modified: 09 Apr 2026 01:34
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/132773

Actions (login required)

View Item View Item