Nizar, Nirwan (2022) Analisis Pengaruh Pemindahan Lokasi Pelabuhan Terhadap Biaya Logistik Wilayah Hinterland Dan Foreland: Studi Kasus Pelabuhan Boom Baru. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
04411640000050-Undergraduate_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat dilatar belakangi kondisi alur pelayaran Pelabuhan Boom Baru yaitu sungai musi yang semakin dangkal, sehingga menyebabkan kapal dengan kapasitas besar tidak dapat sandar di pelabuhan tersebut berakibat kapal dengan kapasitas angkut yang besar tidak dapat melewati alur pelayaran pelabuhan Boom Baru sehingga berakibat semakin tingginya biaya logistik, selain itu di dekat Pelabuhan Tanjung Carat nanti terdapat kawasan ekonomi khusus. Untuk muatan kemasan general cargo yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Carat dari KEK sebesar 129.535 ton pada tahun 2054 dimana KEK beroperasi secara maksimal, sedangkan untuk muatan kemasan petikemas sebesar 152.771 ton, muatan kemasan curah kering sebesar 282.244 ton dan muatan kemasan curah cair sebesar 159.186 ton. Pada tugas akhir ini dilakukan perbandingan biaya satuan moda darat dan laut dengan tiga skenario. Untuk muatan general cargo ke Jakarta dan Medan menghasilkan hinterland untuk Pelabuhan Tanjung Carat yaitu Kab.Musirawas Utara, Kab. Musirawas, Kota Lubuklinggau, Kab. Lahat, Kab. Empat Lawang dan Kab. Ogan Komering Ulu Selatan. Sementara untuk pengiriman muatan petikemas ke Jakarta dan Riau menghasilkan hinterland untuk Pelabuhan Tanjung Carat yaitu Kab. Banyuasin, Kab. Musirawas Utara, Kab. Musirawas, Kota Lubuklinggau, Kab. Lahat, Kota Pagaralam dan Kab. Empat Lawang. Untuk pengiriman muatan curah kering ke Jakarta dan Batam menghasilkan hinterland untuk Pelabuhan Tanjung Carat yaitu Kab. Banyuasin, Kab. Panukal Abab Lematang Ilir, Kab. Muara Enim, Kab. Lahat, Kab. Empat Lawang, Kab. Ogan Komering Ulu dan Kab. Ogan Komering Ulu Timur. Sementara untuk pengiriman muatan curah cair ke Medan dan Batam menghasilkan hinterland untuk Pelabuhan Tanjung Carat yaitu Kabupaten Musirawas Utara, Kabupaten Musirawas, Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang. Dari adanya hinterland terpilih dan muatan dari KEK Tanjung Carat, Pelabuhan Tanjung Carat perlu melakukan perencanaan yang terdiri dari dermaga petikemas dengan panjang 431,556 m, general cargo dengan panjang 376 m, curah cair dengan panjang 181,063 m dan curah kering dengan panjang 177,775 m.
====================================================================================================================================
The development of the Tanjung Carat Port is based on the condition of the Boom Baru Port shipping lane, which is increasingly shallow, besides that near the Tanjung Carat Port there will be a special economic zone. For general cargo packaging that enters Tanjung Carat Port from SEZ is 129,535 in 2054 where special economic zones operates optimally, while for container cargo it is 152,771 tons, dry bulk cargo is 282,244 tons and liquid bulk cargo is 159,186 tons. In this final project, a comparison of the unit costs of land and sea modes is carried out with three scenarios. For general cargo to Jakarta and Medan, it produces hinterland for Tanjung Carat Port, namely North Musirawas Regency, Kab. Musirawas, Lubuklinggau City, Kab. Lahat, Kab. Four Lawang and Kab. Ogan Komering Ulu Selatan. Meanwhile, for shipping container cargo to Jakarta and Riau, it produces hinterland for Tanjung Carat Port, namely Kab. Banyuasin, Kab. North Musirawas, Kab. Musirawas, Lubuklinggau City, Kab. Lahat, Pagaralam City and Kab. Four Laws. For the delivery of dry bulk cargo to Jakarta and Batam, it produces hinterland for Tanjung Carat Port, namely Kab. Banyuasin, Kab. Panukal Abab Lematang Ilir, Kab. Muara Enim, Kab. Lahat, Kab. Four Lawang, Kab. Ogan Komering Ulu and Kab. Ogan Komering Ulu Timur. Meanwhile, the delivery of liquid bulk cargo to Medan and Batam produces hinterlands for Tanjung Carat Port, namely North Musirawas Regency, Musirawas Regency, Lahat Regency and Empat Lawang Regency. From the selected hinterland and cargo from the Tanjung Carat SEZ, Tanjung Carat Port needs to make a plan consisting of a container pier with a length of 431,556 m, general cargo with a length of 376 m, liquid bulk with a length of 181,063 m and dry bulk with a length of 177,775 m.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | RSTrL 627.2 Niz a-1 2022 |
| Uncontrolled Keywords: | Kawasan Ekonomi Khusus, Hinterland, Perbandingan Biaya Satuan, Special Economic Zones, Hinterland, Unit Cost Comparison |
| Subjects: | T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC205 Harbors--Design and construction. |
| Divisions: | Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Sea Transportation Engineering > 21207-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Mr. Marsudiyana - |
| Date Deposited: | 21 Apr 2026 04:31 |
| Last Modified: | 21 Apr 2026 04:31 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/132829 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
