Adiba, Aqiyasa (2022) Pemanfaatan Kombinasi Polarisasi Sar Dari Citra Sentinel-1 Untuk Pemetaan Sebaran Spasial Genangan Banjir (Studi Kasus: Kalimantan Selatan). Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
6016211018-Master_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Bencana banjir menyumbang 41,98% kejadian dari seluruh kejadian bencana yang terjadi pada tahun 2021 di Indonesia. Indonesia sendiri merupakan negara beriklim tropis yang terbagi menjadi dua musim, dimana kerap kali saat musim hujan dengan intensitas tinggi beriringan dengan datangnya bencana banjir. Hujan sejumlah 2,08 miliar m3 sepanjang pekan kedua Januari 2021 terjadi di Kalimantan Selatan, dimana volume air hujan tidak sebanding dengan kapasitas Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito yang menyebabkan banjir di 11 Kota/Kabupaten. Pemerintah Kalimantan Selatan telah menetapkan status bencana tanggap darurat banjir pada tanggal 14-27 Januari 2021. Dalam wacana mitigasi bencana banjir, penting untuk dapat memetakan sebaran spasial genangan banjir. Penelitian dengan metode pengindaraan jauh terutama penginderaan jauh aktif yang dapat melakukan penetrasi pada awan serta terbebas dari gangguan cuaca bisa menjadi salah satu opsi dalam melakukan analisis sebaran banjir. Sentinel-1 adalah misi pencitraan Synthetic Aperture Radar (SAR) C-band yang menjadi salah satu pengindaraan jauh aktif yang sedang banyak digunakan untuk analisis bencana banjir dan dapat digunakan untuk melakukan penelitian sebaran genangan banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan. Umumnya, penelitian mengenai banjir dilakukan menggunakan polarisasi VV dan/atau VH saja. Pada penelitian ini, akan diuji pemanfaatan berbagai kombinasi polarisasi pada single channel dan multi channel dari data backscatter. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan polarisasi terbaik untuk pemetaan sebaran genangan banjir terutama untuk studi kasus bencana banjir di Kalimantan Selatan. Ekstraksi genangan banjir pada polarisasi single chanel dilakukan menggunakan Google Earth Engine dan multi channel menggunakan perangkat lunak SNAP dan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan pada seluruh polarisasi single channel memberikan hasil sebaran berada diseluruh Kabupaten/Kota di wilayah provinsi Kalimantan Selatan, sedangkan polarisasi multi channel hanya tersebar di 9 Kabupaten/Kota untuk VV-VH-VV dan 8 Kabupaten/Kota untuk polarisasi VH-VV-VH. Uji akurasi dilakukan dengan menggunakan confusion matrix dengan hasil pada polarisasi VV memberikan overall accuracy sebesar 81%, polarisasi VH sebesar 89%, polarisasi (VV+VH)/2 sebesar 73%, polarisasi VV-VH-VV sebesar 44%, dan polarisasi VH-VV-VH sebesar 42%. Sehingga dalam penelitian ini VH merupakan polarisasi terbaik untuk sebaran genangan banjir di scene tengah wilayah Kalimantan Selatan.
===================================================================================================================================
Flood disasters accounted for 41.98% of all disasters that occurred in 2021 in Indonesia. Indonesia itself is a tropical country which is divided into two seasons, where often the rainy season with high intensity coincides with the arrival of floods. Rain of 2.08 billion m3 during the second week of January 2021 occurred in South Kalimantan, where the volume of rainwater was not proportional to the capacity of the Barito Watershed which caused flooding in 11 cities/districts. The South Kalimantan government has determined the status of the flood emergency response disaster on January 14-27, 2021. In the discourse of flood disaster mitigation, it is important to be able to map the spatial distribution of flood inundation. Research using remote sensing methods, especially active remote sensing that can penetrate clouds and is free from weather disturbances, can be an option in analyzing flood distribution. Sentinel-1 is a C-band Synthetic Aperture Radar (SAR) imaging mission which is one of the active remote sensing devices currently widely used for flood disaster analysis and can be used to conduct research on the distribution of flood inundation that occurred in South Kalimantan. Generally, research on flooding is carried out using only VV and/or VH polarization. In this study, the utilization of various combinations of polarization on single channel and multi- channel data from backscatter will be examined. This study aims to find the best polarization for mapping the distribution of flood inundation, especially for case studies of flood disasters in South Kalimantan. Flood inundation extraction on single channel polarization was carried out using Google Earth Engine and multi channel using SNAP and ArcGIS software. The results showed that in all single channel polarization the distribution results were in all regencies/cities in the province of South Kalimantan, while multi-channel polarization only spread in 9 regencies/cities for VV-VH-VV and 8 regencies/cities for VH-VV-VH polarization. The accuracy test was carried out using a confusion matrix with the results on the VV polarization giving an overall accuracy of 81%, VH polarization of 89%, polarization (VV+VH)/2 of 73%, VV-VH-VV polarization of 44%, and VH-VV-VH polarization by 42%. Thus, in this study VH is the best polarization for the
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | RTG 551.577 Adi p-1 2022 |
| Uncontrolled Keywords: | Genangan Banjir, SAR, Sentinel-1, Polarisasi, Backscatter. Flood Inundation, SAR, Sentinel-1, Polarization, Backscatter. |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Geomatics Engineering > 29101-(S2) Master Thesis |
| Depositing User: | Mr. Marsudiyana - |
| Date Deposited: | 13 May 2026 07:42 |
| Last Modified: | 13 May 2026 07:42 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/133194 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
