Srikandi, Nadhira (2022) Analisis Risiko Bencana Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus : Kota Surabaya). Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
03311840000021-Undergraduate_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
Banjir merupakan salah satu bencana yang menimbulkan berbagai dampak yang buruk, berupa korban jiwa dan kerusakan sarana prasarana yang ada di wilayah tersebut. Upaya yang dapat dilakukan dalam meminimalisir dampak dari banjir yaitu dengan meningkatkan kesigapan masyarakat dalam pengurangan risiko banjir dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan adanya informasi mengenai risiko yang ditimbulkan oleh banjir. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis risiko banjir di Kota Surabaya dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis. Metode yang digunakan yaitu metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang digunakan dalam pengambilan keputusan untuk menghasilkan bobot setiap parameter yang terdiri dari 4 responden lembaga pemerintahan serta 1 pusat penelitian, dan metode weighted overlay untuk mendapatkan hasil overlay dari setiap parameter. Risiko suatu bencana dapat ditentukan berdasarkan bahaya, kerentanan dan kapasitas bencana di daerah tersebut. Pada penelitian ini, didapatkan nilai indeks bahaya banjir sebesar 2,56 – 3,35 dan nilai indeks kerentanan banjir sebesar 1,44 – 2,45 dengan bobot setiap parameter yang didapatkan dari hasil AHP. Indeks kapasitas banjir di Kota Surabaya memiliki nilai sebesar 0,1 – 0,8. Sehingga dari ketiga indeks tersebut, didapatkan nilai indeks risiko banjir di Kota Surabaya sebesar 5,85 – 72,87. Kelurahan yang memiliki nilai indeks risiko banjir yang paling rendah adalah Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan dengan nilai indeks sebesar 5,85. Sedangkan kelurahan yang memiliki nilai indeks risiko banjir yang paling tinggi adalah Kelurahan Penjaringan Sari, Kecamatan Rungkut dengan nilai indeks sebesar 72,87. Kota Surabaya didominasi oleh tingkat risiko banjir yang rendah karena 68 dari 154 kelurahan di Kota Surabaya memiliki nilai indeks dalam rentang 5,85 – 28,19. Hal ini menandakan bahwa hampir 50% dari jumlah kelurahan di Kota Surabaya memiliki risiko banjir yang rendah karena memiliki nilai indeks bahaya dan indeks kerentanan yang rendah, serta nilai indeks kapasitas yang tinggi. Semakin tinggi bahaya di suatu wilayah, maka semakin tinggi risiko wilayah tersebut terkena bencana. Dan semakin tinggi tingkat kerentanannya, maka semakin tinggi pula tingkat risikonya. Namun, risiko yang dihadapi akan semakin kecil jika semakin tinggi tingkat kemampuan masyarakat dalam memberikan kapasitas untuk mengurangi dampak bencana.
===================================================================================================================================
Flood is one of disasters that causes various bad impacts, in the form of casualties and damage to existing infrastructure in the area. Efforts that can be made to minimize the impact of floods are to increase community preparedness in reducing flood risk in the long term. Therefore, it is necessary to have information about the risks posed by floods. This study aims to map and analyze flood risk in Surabaya by utilizing the Geographic Information System. The method used is the Analytical Hierarchy Process (AHP) method used in decision making to produce the weight of each parameter consisting of 4 respondents from government institutions and 1 respondent from research center. Also weighted overlay method is used to obtain overlay results from each parameter. Disaster risk can be determined based on hazard, vulnerability and capacity in the area. In this study, the flood susceptibility index value is 2.56 – 3.35 and the flood susceptibility index value is 1.44 – 2.45 with the weight of each parameter obtained from the AHP results. The flood capacity index in Surabaya has a value of 0.1 – 0.8. From the three indexes, the value of the flood risk index in Surabaya is 5.85 – 72.87. The urban village that has the lowest flood risk index value is urban village Menanggal, sub-district Gayungan with an index value of 5.85. Meanwhile, the urban village that has the highest flood risk index value is urban village Penjaringan Sari, sub-district Rungkut with an index value of 72.87. Surabaya is dominated by a low level of flood risk because 68 of the 154 urban village in Surabaya have an index value in the range of 5.85 – 28.19. This shows that almost 50% of the total urban village in Surabaya have a low risk of flooding because they have low hazard and vulnerability index values, as well as high capacity index values. The higher hazard level of an area, the higher risk of the area being affected by a disaster. And the higher level of vulnerability means the higher level of risk. However, the risk faced will be smaller if capacity level is high to reduce the impact of disasters.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | RSG 025.069 1 Sri a-1 2022 |
| Uncontrolled Keywords: | Banjir, Risiko, Sistem Informasi Geografis. Flood, Geographic Information System, Risk. |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Mr. Marsudiyana - |
| Date Deposited: | 18 May 2026 08:53 |
| Last Modified: | 18 May 2026 08:53 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/133238 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
