Analisis Spasial Sebaran Genangan Bencana Banjir Dari Data Sentinel-1 Menggunakan Google Earth Engine (Studi Kasus: Sungai Bengawan Jero Kabupaten Lamongan).

Irbah, Nafisatus Sania (2022) Analisis Spasial Sebaran Genangan Bencana Banjir Dari Data Sentinel-1 Menggunakan Google Earth Engine (Studi Kasus: Sungai Bengawan Jero Kabupaten Lamongan). Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 03311840000043-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
03311840000043-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Banjir merupakan bencana alam akibat sungai yang sudah tidak dapat menampung air hujan berlebihan sehingga terjadi luapan air dan menggenangi daerah sekitarnya. Banjir dapat dibedakan menjadi persoalan yang disebabkan oleh aktifitas manusia dan kondisi alam. Saat musim penghujan banyak daerah di Indonesia yang mengalami banjir salah satunya adalah Kabupaten Lamongan. Pada awal tahun 2022, terjadi banjir musiman akibat limpasan air anak sungai Bengawan Solo atau disebut dengan Bengawan Jero yang menyebabkan banyak rumah warga, lahan pertanian hingga akses jalan terendam air. Untuk meningkatkan kegiatan mitigasi bencana, perlu dilakukan identifikasi wilayah yang mengalami banjir secara efektif dan efisien menggunakan penginderaan jauh. Dalam penelitian ini daerah sebaran genangan banjir diidentifikasi menggunakan metode change detection dan threshold. Data diperoleh dari hasil pengolahan menggunakan Google Earth Engine (GEE) berupa peta genangan banjir yang divalidasi dengan data kejadian bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan dan berita lokal. Metode change detection dilakukan dengan ratio image dari data citra Sentinel-1 sebelum dan saat banjir. Hasil tutupan lahan di Kabupaten Lamongan dihasilkan 9 kelas tutupan lahan diantaranya adalah tutupan pohon, tanah semak, tanah rumput, pertanian, lahan terbangun, vegetasi jarang, badan air, lahan basah, dan mangrove. Dimana didominasi oleh tutupan lahan kelas pertanian dengan luas 105.794,726 hektar dengan presentase terhadap total luas Kabupaten Lamongan mencapai 60,53%. Sedangkan luas tutupan lahan yang paling kecil adalah kelas mangrove seluas 101,237 hektar dengan presentase terhadap luas total adalah 0,058%. Ekstraksi area genangan dilakukan dengan dua nilai threshold berbeda yang diperoleh dari persamaan dan perhitungan statistik. Luas genangan banjir yang dihasilkan pada tanggal 31 Januari 2022 untuk nilai threshold ke-1 adalah seluas 5.493,193 hektar dengan overall accuracy 97% dan kappa accuracy 94% sedangkan luas genangan banjir dengan nilai threshold ke-2 adalah 9.033,037 hektar dengan overall accuracy sebesar 94% dan kappa accuracy 88%.
===================================================================================================================================
Flooding is a natural disaster due to rivers that are no longer able to accommodate excessive rainwater so that water overflows and inundates the surrounding area. Floods can be divided into problems caused by human activities and natural conditions. During the rainy season, many areas in Indonesia experience flooding, one of which is Lamongan Regency. In early 2022, seasonal flooding occurred due to runoff from the Bengawan Solo tributary or known as the Bengawan Jero which caused many houses, agricultural land and access roads to be submerged in water. To improve disaster mitigation activities, it is necessary to identify areas that are experiencing flooding effectively and efficiently using remote sensing. In this study, the distribution area of flood inundation was identified using change detection and threshold methods. Data obtained from processing using Google Earth Engine (GEE) in the form of flood inundation maps which were validated with disaster event data by the Lamongan Regional Disaster Management Agency (BPBD) and local news. The change detection method is carried out by using ratio images from Sentinel-1 image data before and during the flood. The results of land cover in Lamongan Regency resulted in 9 land cover classes including tree cover, bush land, grass land, agriculture, built up land, sparse vegetation, water bodies, herbaceous wetlands, and mangroves. Where is dominated by agricultural class land cover with an area of 105,794,726 hectares with a percentage of the total area of Lamongan Regency reaching 60.53%. While the smallest land cover area is the mangrove class covering an area of 101,237 hectares with a percentage of the total area of 0.058%. Extraction of the inundation area was carried out with two different threshold values obtained from equations and statistical calculations. The flood inundation area generated on January 31, 2022 for the first threshold value is 5.493,193 hectares with an overall accuracy of 97% and a kappa accuracy of 94% while the flood inundation area with the second threshold value is 9.033,037 hectares with an overall accuracy by 94% and kappa accuracy 88%.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSG 551.557 Irb a-1 2022
Uncontrolled Keywords: Change Detection, Genangan Banjir, Google Earth Engine, Kabupaten Lamongan, Threshold. Change Detection, Flood Inundation, Google Earth Engine, Lamongan Regency, Threshold.
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Marsudiyana -
Date Deposited: 20 May 2026 02:06
Last Modified: 20 May 2026 02:06
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/133253

Actions (login required)

View Item View Item