Almiranda, Vania (2022) Penentuan Jalur Evakuasi Bencana Tsunami Berbasis Sig (Studi Kasus: Pesisir Kabupaten Lumajang). Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
03311840000049-Undergraduate_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi. Kabupaten Lumajang merupakan wilayah dengan potensi tsunami tinggi dan memiliki wilayah pesisir yang padat penduduk dan digunakan sebagai lokasi wisata (RPJMD Kabupaten Lumajang, 2015). Pesisir Kabupaten Lumajang yang juga dimanfaatkan sebagai lokasi pertambangan menjadikan lokasi tersebut rentan terdampak tsunami, maka dari itu perlu adanya peta bahaya tsunami ditambah dengan titik evakuasi sementara tsunami yang memadai. Peta bahaya tsunami menggunakan data kelerengan, koefisien kekasaran, ketinggian run up, dan garis pantai. Dilakukan klasifikasi tutupan lahan dengan metode maximum likelihood classification, untuk data kelerengan diambil dari data DEMNAS yang diubah menjadi peta kelerengan dengan kelas kelerengan. Data tutupan lahan diolah menggunakan persamaan Berryman untuk menentukan koefisien kekasaran. Ketinggian run up tsunami pada penelitian ini menggunakan simulasi 5 dan 15 meter. Peta bahaya tsunami pada wilayah pesisir selatan Kabupaten Lumajang didapatkan luas wilayah terdampak tsunami seluas 1128,78 ha. Wilayah yang berpotensi paling tinggi terdampak tsunami memiliki luas area sebesar 378,38 ha, wilayah yang berpotensi sedang memiliki luas area 427,25 Ha dan untuk wilayah yang berpotensi paling rendah terdampak tsunami memiliki luas area 323,14 ha. Berdasarkan hasil dari analisis spasial tersebut dapat ditentukan titik evakuasi sementara tsunami yang aman. Pembuatan titik evakuasi sementara menggunakan parameter jalan, dan lokasi TES eksisting. Pembuatan titik evakuasi sementara tambahan dari titik evakuasi sementara tsunami eksisting dengan impedansi 22 menit berdasarkan penelitian terdahulu (Setiawan, 2021). Dengan menggunakan network analysis, pada penelitian ini dihasilkan 22 titik lokasi TES baru untuk H0 tsunami 5 (lima) meter, dan 15 titik TES baru untuk H0 15 meter. yang dapat digunakan sebagai tempat evakuasi. Kemudian dengan metode closest facility dihasilkan 27 jalur evakuasi.
===================================================================================================================================
A tsunami is a giant ocean waves that arise due to a shift in the seabed due to an earthquake. Lumajang Regency is an area with high tsunami potential and has a densely populated coastal area and is used as a tourist location (RPJMD Lumajang Regency, 2015). The coast of Lumajang Regency which is also used as a mining location makes the location vulnerable to being affected by a tsunami, therefore it is necessary to have a tsunami hazard map plus an adequate temporary tsunami evacuation point. The tsunami hazard map uses slope data, roughness coefficient, run-up height, and coastline. Land cover classification was carried out using the maximum likelihood classification method, for slope data taken from DEMNAS data which was converted into a slope map with a slope class. Land cover data was processed using the Berryman equation to determine roughness. The tsunami run-up height in this study used a simulation of 5 and 15 meters. The tsunami hazard map in the southern coastal area of Lumajang Regency obtained the area affected by the tsunami covering an area of 1128.78 ha. The area with the highest potential to be affected by the tsunami has an area of 378.38 ha, the area with the medium potential has an area of 427.25 ha and the area with the lowest potential to be affected by the tsunami has an area of 323.14 ha. Based on the results of the spatial analysis, a safe temporary tsunami evacuation point can be determined. Making temporary evacuation points using road parameters, and existing TES locations. Making additional temporary evacuation points from the existing tsunami temporary evacuation points with an impedance of 22 minutes based on previous research (Setiawan, 2021). With network analysis, this study resulted in 22 new ESB locations for the 5 (five) meter H0 tsunami, and 15 new ESB points for the 15 meter H0. which can be used as an evacuation site. Then 27 evacuation routes were generated from the closest facility analysis.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | RSG 025.069 1 Alm p-1 2022 |
| Uncontrolled Keywords: | Jalur Evakuasi Tsunami, Kabupaten Lumajang, Network Analysis, Titik Evakuasi Tsunami, Tsunami. Tsunami Evacuation Route, Lumajang Regency, Network Analysis, Tsunami Evacuation Point, Tsunami. |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Mr. Marsudiyana - |
| Date Deposited: | 20 May 2026 02:38 |
| Last Modified: | 20 May 2026 02:38 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/133258 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
